Top Stories
-
Mulyono, Pegawai Pajak, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK
-
Kakak Kandung Tega Bunuh Adiknya Demi Klaim Asuransi
-
Trading Mulai Ramai, Jangan Salah Pilih Saham Lagi!
-
Pilih KUMON Atau SAKAMOTO?
-
Suami Istri Cari Uang
-
Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya
Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 831

Tiba-tiba teringat Assad, dia bilang [kepada negara-negara penyokong "jihadis" yang menyerbu Suriah selama 8 tahun], "Terorisme bukan kartu yang bisa Anda mainkan lalu Anda masukkan lagi ke kantong. Seperti kalajengking, ia akan menggigit Anda kapan saja."
Ini nasehat yang juga sangat patut diingat oleh setiap elit di Indonesia. Memelihara kelompok radikal dan menjadikan mereka sebagai kartu politik belaka [indikasinya: tidak pernah mau bertindak tegas, terstruktur, dan sistematis menghadapi radikalis] adalah tindakan berbahaya yang menghancurkan bangsa ini. Dan negara ini bagaikan kapal, kalau tenggelam, semua ikut tenggelam, termasuk yang memeliharanya dan menjadikannya alat politik.
Read more: Jangan Pernah Memelihara Kelompok Radikal dan Menjadikannya Alat Politik
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 666
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menjenguk Menkopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10). [Suara.com/Arya Manggala]
"Masalah dalam negeri, masalah politik. Terutama berkaitan situasi eksternal dari sisi ekonomi, yang kita semua hati-hati karena perkembangan ekonomi dunia...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Dalam pertemuannya dengan SBY, Jokowi mengaku tak membahas masalah Peraturan pemerintahan pengganti undang-undang (perppu) atas revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal ini menyusul banyaknya desakan yang meminta Jokowi mengeluarkan Perppu KPKatas revisi UU KPK.
"Enggak, enggak (membahas Perppu KPK)," ujar Jokowi usai bertemu SBY di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Menurut Jokowi, yang dibahas bersama SBY di antaranya situasi terkini di Indonesia hingga masalah politik.
Masalah dalam negeri, masalah politik. Terutama berkaitan situasi eksternal dari sisi ekonomi, yang kita semua hati-hati karena perkembangan ekonomi dunia. Masalah dunia yang menuju pada resesi. Bicara banyak," ucap dia.
Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup sekitar satu jam lebih.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut pertemuan dengan SBY sudah lama direncanakan. Namun kata Jokowi, pertemuan tersebut baru hari ini terealisasi.
"Ini saya dengan Pak SBY sudah janjian lama, tapi belum pas waktunya dan hari ini alhamdulillah pas waktunya dan ketemu," tandasnya.
Sumber: suara.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1736
Menko Polhukam, Bapak Wiranto, ditusuk oleh seorang lelaki tak dikenal dengan penampilan berjenggot bercelana cingkrang, dan seorang wanita bercadar setelah mengikuti sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar, Banten
"Boneka Piaraan"
Mereka yang kemarin mengatakan radikalis di indonesia itu tidak ada, dan abai dg tumbuh kembangnya paham ini sekarang menyaksikan sendiri, seorang Menkopolhukam ditusuk ditengah keramaian, bahkan seminggu sebelumnya seorang pegiat media sosial disekap dan dianiyaya di Masjid.
Para radikalis itu dibiarkan tumbuh kembang selama 20 tahun paska jatuhnya Soeharto, dan sekarang pak JKW kebagian cuci piringnya doang.
Paham ini menyebar masuk kampus, ASN, Polisi, TNI, disemua sendi juga semua lini. Mereka yg apatis dengan gerakan ini, baru akan menyesali ketika semua kebebasan di rampas, keluarga dan sahabatnya menjadi korban dan negara hancur lebur.
Ada yg berpendapat, radikalis itu tumbuh karena kesenjangan kemiskinan dan ke adilan yg tdk merata. Menurutku tidak, Libya itu sangat makmur dan kekayaan terdistribusi dg baik pada rakyatnya, tapi President Moammar Qadafi yg berjasa memerdekakan Libya itu mati dikeroyok rakyatnya sendiri, di gebuki seperti anjing kurap, anusnya ti tusuk, matanya di congkel, di gusur di jalanan, sampe jasadnya rusak tak berbentuk.
Lalu apa hasilnya Libya kini....? lebih majukah ?, lebih makmurkah ?! Tidak...!
Negara itu kini menjadi negara yg tinggal di kapling kapling oleh para pemodal yang kemarin dulu berternak para radikalis - mereka terbahak bahak di depan meja makan dan Libya siap di santap.
wallahua'lam.
Sumber: https://www.facebook.com/100000484892065/posts/3660628133963314/
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2378
Ilustrasi Kadal Gurun (Kadrun)
DARIPADA BERMUSUHAN LEBIH BAIK KITA TIDAK BERTEMAN #1
Namanya Akhmad. Dia adalah Jokower sejati. Menurut dia, Jokowi adalah orang hebat yang telah dikirimkan Tuhan untuk membangun negeri ini. Saya suka geli sendiri melihat betapa fanatiknya Akhmad pada mantan Walikota Solo tersebut. Semua postingannya di Facebook hampir semuanya tentang Jokowi. Bahkan dia telah mencuri start untuk mengampanyekan Jokowi agar terpilih 2 periode di pemilu 2019.
Read more: DARIPADA BERMUSUHAN LEBIH BAIK KITA TIDAK BERTEMAN
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1673
Mobil yang ditabrak di depan gerbang Tol Balaraja. (Foto: Istimewa).
Lima pelaku perampokan di Tol Tangerang-Merak KM 35, tepatnya di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang melarikan diri. Padahal, satu dari kelima bandit ini sempat tertangkap sekuriti PT Marga Mandalasakti, setelah kendaraan mereka ditabrak sopir truk pengangkut ayam yang menjadi korban perampokan.
Wakapolres Tangerang AKBP Komarudin mengungkapkan, kejadian tersebut berawal saat pengemudi truk atas nama AF (28) memarkirkan mobilnya di tol Jakarta Merak KM 35, Kecamatan Cikupa, hendak bertukar sopir dengan kernetnya atas nama Rino, pada Selasa (8/10/2019), pukul 02.00 WIB pagi.
Read more: 5 Perampok Kabur Tinggalkan Mobilnya Yang Ditabrak Truk Angkut Ayam