Skenario di Balik Layar: Mengapa Isu Ini "Sengaja" Dibuat Bertele-tele?

Oleh Ling Lung 

Dalam dunia komunikasi strategis, ada teknik yang disebut "Feeding the Beast" (memberi makan binatang buas—dalam hal ini, netizen). 

Tujuannya cuma satu: supaya isu tetap hidup meskipun sudah tidak ada asupan fakta baru.

Berikut adalah bedah strateginya:

1. Taktik "Pintu Tertutup" (Mencari Penolakan)

Kenapa mereka minta dokumen yang mereka tahu pasti ditolak polisi? Jawabannya: Memang sengaja supaya ditolak.

Penolakan polisi adalah "bahan jualan" yang empuk. Mereka tidak butuh dokumennya, mereka butuh berita penolakannya. Narasi yang dijual ke publik adalah: "Tuh kan, polisi pelit data, ada yang disembunyikan!" Padahal, secara aturan hukum, ya memang belum saatnya dibuka.

2. Memancing Keributan di "Pengadilan Netizen"

Karena mereka tahu di pengadilan sungguhan (pidana) mereka bakal sulit menang karena harus pakai bukti asli, maka mereka main di "Pengadilan Medsos".

Logikanya: Di sidang pidana, satu kata salah bisa masuk penjara.

Di Medsos: Satu narasi ngarang bisa dapat ribuan share.

Meminta 709 dokumen itu cara agar mereka tetap punya konten untuk diunggah setiap hari.

3. Strategi "Playing Victim" (Menjadi Korban)

Dengan membuat permintaan yang aneh-aneh dan memaksa, mereka sebenarnya sedang memancing respons tegas dari aparat. Begitu ditegasin, mereka langsung pasang wajah sedih dan bilang, "Kami hanya membela hak hukum, kok dipersulit?" Ini teknik klasik untuk menggalang simpati dari orang yang kurang paham prosedur hukum.

4. Mengulur Waktu Menuju "Garis Finish"

Ibarat main bola, mereka sadar sudah kalah skor. Jadi, mereka banyak main di pinggir lapangan, pura-pura cedera, atau protes ke wasit (minta dokumen ke Polda). Tujuannya supaya peluit panjang (sidang putusan) tertunda selama mungkin. Karena kalau sudah diputus bersalah dan masuk sel, panggung mereka selesai.

Kesimpulannya?

Langkah mereka meminta salinan 709 dokumen ke Polda Metro itu bukan strategi hukum, melainkan strategi konten. Mereka sedang berjualan rasa penasaran kepada pendukungnya, padahal aslinya mereka sedang kebingungan mencari cara untuk lolos dari jeratan hukum yang makin nyata.

Ibarat kata, mereka lagi asyik bikin "sinetron" supaya penonton nggak pindah saluran, padahal skenarionya sudah mentok di situ-situ saja. 

***

NB: komentar menanggapi tulisan saya, "Refly Minta Berkas, Polisi Nolak Tegas"

Oleh: Pepih Nugraha II

Baca selengkapnya artikel asli FB Pepih Nugraha II https://www.facebook.com/share/p/18MnkthLNy/