Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 738
SitindaonNews.Com | Salah satu korban pencurian cek bernilai Rp41,2 miliar dan uang tunai ratusan juta dengan modus pecah kaca mobil di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, mengaku kerap membawa uang dalam jumlah besar.
"Itu (bawa uang) sudah biasa, saya bawa miliaran sudah tidak aneh, karungan, dari tahun 2000 sudah bawa duit karungan," kata Ejen Yanuar salah satu korban pencurian saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Ejen (sebelumnya tertulis Zein Yanuar) mengatakan sudah biasa membawa uang dalam nominal besar tanpa pengawalan petugas keamanan.
Uang dalam jumlah besar itu biasa ia gunakan untuk membantu rekan sesama bisnis untuk biaya talangan membeli keperluan seperti material, atau tanah.
Biasanya, lanjut dia, setelah mengambil langsung pulang atau ke lokasi yang dituju tanpa singgah atau berhenti di satu tempat.
"Biasanya habis ambil uang langsung lewat tol secepat mungkin sampai tujuan," ujarnya.
Ejen mengakui baru kali ini dirinya 'apes' membawa uang tunai dan cek miliaran rupiah raib digondol maling.
Menurut dia, situasi saat ini sudah tidak aman dan kejadian pencurian dengan modus pecah kaca sudah sering terjadi.
"Sekarang ini sudah banyak maling. Banyak penjahat di mana-mana," ujarnya.
Pria usia 60 tahun itu tidak sendiri, saat kejadian pencurian dengan modus pecah kaca mobil, tas milik rekannya juga ikut dibawa kabur pencuri.
Adapun barang-barang yang diambil pencuri yakni tas merk Gucci milik Ejen Yanuar berisi cek senilai Rp41,2 miliar dan Rp736 juta, buku tabungan, stempel perusahaan, surat kuasa, NPWP, ATM, dan dokumen penting lainnya.
Sedangkan tas milik rekannya bernama KH Afifudin atau disapa Habib Udin kehilangan tas berisi uang Rp550 juta, cek (belum diketahui nominal) dan ponsel pintar.
Polisi tengah menyelidiki peristiwa pencurian dengan modus pecah kaca mobil tersebut setelah menerima laporan kedua korban, dan mengamankan kamera CCTV yang merekam detik-detik pelaku pencurian melakukan aksi.
Peristiwa pencurian dengan modus pecah kaca terjadi di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan pada Rabu (22/7) malam pukul 18.30 WIB.
Korban Ejen Zanuar dan Habib Afifudin mengendarai mobil Toyota Furtuner warna putih dengan nomor polisi A 1629 KQ.
Saat kejadian pelaku memecahkan kaca mobil bagian depan sebelah kanan, serta mengambil tas korban yang tersimpan di kursi depan dan belakang.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1481
Foto Indomie rasa saksang babi yang diduga editan. (Foto: Istimewa)
SitindaonNews.Com | Belum reda soal kue klepon yang dikaitkan dengan agama, kini muncul kegaduhan baru menyusul beredarnya foto Indomie rasa saksang babi khas Sumatera Utara yang terjadi sejak Senin malam (20/7/2020).
Humas PT Indofood CBP Sukses Makmur Lucy Suganda menyatakan bahwa foto itu tidak benar alias hoax, sekaligus menegaskan bahwa mereka hanya memproduksi produk maupun rasa yang halal.
"Itu hoaks. Indofood hanya memproduksi produk halal," ujarnya.
Melalui Twitter, @Indomielovers juga telah merespons beredarnya foto itu.
"Hai Indomielovers! Kami berkomitmen bahwa seluruh produk Indomie sudah mendapatkan sertifikasi HALAL dari MUI agar aman dikonsumsi, jadi kamu ngga perlu khawatir. Kami selalu memastikan keamanan produk Indomie selalu terjaga, demi kenyamanan kamu :)," tulis Indomie.

Sebelum dijawab langsung oleh Indomie, sebagian netizen sudah tahu kalau foto Indomie tersebut merupakan editan komputer.
"ini candaan aja.. klo zoom pic dagingnya, keliatan pinggirannya di crop dgn sangat tidak rapi. artinya ini hanyalah tempelan," komentar akun @jantra_pribadi.
"kalo diliat dari desain, kayanya ga mungkin. cmiiw," komentar akun @Ibnusie.
"editan banget ga sih (fokus ke gambar daging pojok kanan bwh). kalaupun ada rasa saksang babinya mungkin cuma artifisial aja kali ya, tp ttp aja bakal kena cekal pasti sm organisasi u know who, MUI sm jd permasalahan nanti sm sertifikasi halalnya. halal kok ada tulisan babi," tulis akun @bisousbijoux96.

Sebelumnya diberitakan, jagat media sosial digemparkan oleh beredarnya foto mi instan merek Indomie rasa saksang babi. Foto Indomie dengan rasa yang haram bagi umat muslim itu beredar sejak Senin malam (20/7/2020) di sejumlah media sosial.
Foto tersebut salah satunya diunggah oleh akun Twitter Uly Siregar @sheknowshoney.
"Eh, konfirmasi, dong. Ini beneran apa bercanda? Aku sudah siap-siap nangis ini...," tulis Uly.
Foto itu pun telah membuat kegaduhan di jagat media sosial. Ada yang pro dan senang dengan adanya varian rasa Indomie itu, ada pula yang tidak senang dan cemas.
"Siap siap nabung untuk nyerok saham Indofood saat produk ini beneran muncul," tulis akun @Zuheroo.
"Kayaknya mustahil, release rasa babi di Indonesia yang hyper religious bisa jadi death sentence dan auto bankruptcy buat Indofood," kata yang lain.
Sumber: indozone.id
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 747
Foto: Istimewa/Putra Nasution. | Satu anggota keluarga yang hanyut di sungai Bahapal ditemukan
SitindaonNews.Com | Tim SAR gabungan berhasil menyelesaikan pencarian dan evakuasi terhadap 6 orang korban hanyut di Sungai Bahapal, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Satu anggota keluarga yang sebelumnya hilang karena hanyut sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Humas Kantor SAR Medan, Hisar Turnip menjelaskan lima korban tewas karena hanyut sebelumnya sudah ditemukan terlebih dulu pada Minggu, 19 Juli 2020. Pun, korban terakhir yang ditemukan bernama Rahman (38).
“Korban ditemukan sekitar pukul 17.30 wib, pada posisi kira-kira 1 km dari lokasi kejadian,” kata Hisar di Medan, Selasa 21 Juli 2020.
Selain Rahman, lima korban lain yang ditemukan duluan masing-masing bernama Evi Naibaho (44), Firli Ayu (12), Fitri Ayu (10), Febi Ayu (8) dan Rizki (8). Seluruh korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dikebumikan.
Seluruh korban ini, merupakan warga Bagas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.
"Dengan ditemukan korban terakhir. Operasi pencarian dinyatakan ditutup," tutur Hisar.
Sebelumnya, Kronologis kejadian tersebut, berawal dari satu keluarga ini berkunjung ke rumah kerabat keluarganya yang tak jauh dari lokasi Sungai tersebut.
Kemudian, seluruh korban pun mandi di Sungai tersebut. Diduga keenam korban itu hanyut, karena tidak bisa menahan derasnya arus sungai tersebut.
Mereka pun terbawa arus dan hanyut hingga temukan dalam keadaan meninggal dunia
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 737
"Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dua personel."
SitindaonNews.Com | Kepolisian Resor Kota Besar Medan menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dua personel polisi di salah satu tempat hiburan malam, Kota Medan, Sumatera Utara. Satu di antara delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu merupakan anggota DPRD Sumatera Utara berinisial KHS
"Salah satu tersangka inisial KHS," kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (21/7) malam.
Kapolrestabes mengatakan bahwa dari kasus ini, total yang diamankan sebanyak 17 orang. Di mana delapan orang tersangka dan sembilan orang lainnya berstatus sebagai saksi.
"Dari 17 orang kita lakukan tes urine, dan tujuh orang positif amphetamine. Untuk saksi yang positif amphetamine juga diserahkan ke Sat Narkoba untuk proses," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa penganiayaan terhadap dua anggota polisi yang bertugas di Ditlantas Polda Sumut, yakni Bripka Karingga Ginting dan Bripka Mario oleh oknum anggota DPRD Sumut berinisial KS terjadi pada Ahad (19/7) malam di Diskotik Retro, Gedung Capital Building. Saat itu terjadi keributan antara kelompok KS dengan kelompok lain.
Tak diketahui penyebabnya, keributan tersebut berimbas kepada kedua anggota Polri tersebut. Melihat itu, Bripda Mario pun menghindar, tetapi nasib malang kepada Bripka Karingga yang menjadi korban KS dan rekannya yang diketahui berjumlah 20 orang.
Mereka secara membabi buta menyerangnya dengan cara memukul dan menendang korban mulai dari lantai atas hingga ke halaman parkir gedung tersebut. Bripka Mario mencoba melerai, tetapi malah mendapat pukulan benda tumpul.
Tidak lama berselang, tim Opsnal Intel mendapat informasi tentang kejadian tersebut dan turun ke lokasi dan membawa dua oknum polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Akibat peristiwa tersebut, Bripka Karingga mengalami luka di kepala dengan empat jahitan, tengkorak kepala agak legok ke dalam akibat pukulan benda tumpul, ruas jari telunjuk sebelah kiri mengalami pergeseran dan luka lecet dan lebam di wajah.
Sementara Bripka Mario mengalami luka di kepala sebelah kanan, luka dan lebam di wajah dan tulang rusuk sebelah kiri.
Sumber: republika.co.id
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 707
Artis peran HH dihadirkan saat konferensi pers kasus prostitusi yang melibatkannya, Selasa (14/7/2020) malam. (Istimewa)
SitindaonNews.Com | Polisi akhirnya memberikan keterangan resmi kasus prostitusi yang menjerat artis peran berinisial HH. Perempuan berusia 23 tahun itu hanya ditetapkan sebagai saksi. Begitu juga laki-laki berinisial A yang menggunakan jasa HH. Dia merupakan seorang pengusaha.
Sementara itu, polisi menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah R dan J. Tersangka R merupakan sopir taksi online yang membantu HH selama di Kota Medan. Sementara J yang kini masih buron merupakan orang yang diduga muncikari dari HH.
“Dari hasil gelar perkara, kita menetapkan tersangka yaitu saudara R. Saudara R yang ada di depan ini menjemput saksi dari bandara menuju TKP, kemudian membantu saksi HH selama di Medan dan dijanjikan uang untuk mengurus saksi Saudara HH saat ada di Medan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko di Mapolrestabes Medan, Selasa (14/7/2020) malam.
Sumber: .idntimes.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 653
"Yang bersangkutan masih dalam perawatan di RS. Belum tuntas (pemeriksaan). Yang bersangkutan sakit"
SitindaonNews.Com | Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan pemeriksaan terhadap Brigjen Pol Prasetijo Utomo terkait pemberian keistimewaan terhadap buronan Joko Tjandra masih belum rampung dilakukan karena yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit.
"Yang bersangkutan masih dalam perawatan di RS. Belum tuntas (pemeriksaan). Yang bersangkutan sakit," kata Brigjen Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.
Penyidik masih menunggu kondisi kesehatan Prasetijo membaik untuk melanjutkan pemeriksaan.
"Kalau dia sudah baikan, sehat, tentunya akan di BAP (berita acara pemeriksaan) lagi," tuturnya.
Buah Segar Indonesia by BUGARINDO
Dari hasil investigasi Tim Khusus Bareskrim bersama Div Propam Polri, diketahui Brigjen Prasetijo Utomo berangkat satu pesawat dengan buronan Joko Tjandra ke Pontianak, Kalimantan Barat.
"Yang bersangkutan membuat surat izin sendiri menuju Pontianak. Dan info yang kami dapatkan, yang bersangkutan langsung dalam satu pesawat dengan DPO (Joko Tjandra)," katanya.
Prasetijo telah dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri dan digeser ke bagian Yanma Polri dalam rangka pemeriksaan.
Mutasi jabatan itu buntut dari penerbitan surat jalan oleh Prasetijo untuk Joko Tjandra. Prasetijo dinilai telah melakukan hal yang melampaui kewenangannya.
Dari hasil penyelidikan, Prasetijo diketahui mengeluarkan surat jalan bagi Joko Tjandra itu atas inisiatif sendiri tanpa seizin pimpinan.
Tak hanya itu, pemberian surat keterangan sehat bebas COVID-19 untuk Joko juga melibatkan Prasetijo.
Sumber: antaranews.com