Top Stories
-
Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya
-
Pemula Dengan Modal Kecil Ingin Investasi Saham?
-
Siap-siap Ekonomi Semakin Parah, 5 Tahun Kedepan Secara Keseluruhan Akan Berat!
-
Lingkunganmu Menentukan Hidupmu
-
HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya
-
Nasabah Menjerit di DPR: Bank Muamalat Diduga Gelapkan Dana Miliaran
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 531

Manajemen Bank Syariah Indonesia Area Aceh menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah sehubungan dengan pemberitaan mengenai kesulitan nasabah melakukan transaksi perbankan di Aceh.
“Saat ini Bank Syariah Indonesia (BSI) membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan semua sistem, terutama di Aceh yang sudah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS),” kata CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh, Nana Hendriana di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan terkait dengan layanan mesin ATM, BSI juga sedang berusaha maksimal untuk mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah.
“BSI terus mengupayakan supaya dalam waktu yang tidak terlalu lama, persoalan di Aceh bisa teratasi dengan baik,” katanya.
Ia mengatakan dalam memberikan kemudahan bagi nasabah, Bank Syariah Indonesia menyediakan layanan penyampaian keluhan nasabah melalui aplikasi BSI Mobile, Bank Syariah Indonesia Call di 14040, serta live chat Aisyah melalui www.bankbsi.co.id .
PT Bank Syariah Indonesia Tbk,PT Bank Syariah Indonesia Tbk (“Bank Syariah Indonesia”) adalah bank hasil penggabungan dari tiga bank Syariah milik BUMN yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIsyariah Tbk. yang mulai beroperasi pada 1 Februari 2021.
Penggabungan ini menyatukan kekuatan ketiga bank syariah tersebut dan bertujuan untuk mengoptimalkan potensi keuangan dan ekonomi syariah Indonesia yang besar.
Ia mengatakan didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri, BNI, BRI) serta komitmen pemerintah melalui Kementerian BUMN, Bank Syariah Indonesia memiliki visi untuk menjadi salah satu dari 10 bank Syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.
Bank Syariah Indonesia berstatus sebagai perusahaan terbuka yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (ticker code: BRIS). Pasca merger, Bank Syariah Indonesia adalah bank syariah terbesar di Indonesia.
Bank Syariah Indonesia memiliki total aset mencapai sekitar Rp240 triliun, modal inti lebih dari Rp22,60 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 210 triliun, serta total pembiayaan Rp157 triliun. Selain itu laba terkonsolidasi Bank Syariah Indonesia per Desember 2020 mencapai Rp2,19 triliun.
Ia mengatakan dengan kinerja finansial tersebut, Bank Syariah Indonesia masuk dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset.
Dari sisi jaringan, Bank Syariah Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 kantor cabang, lebih dari 2.400 jaringan ATM, serta didukung lebih dari 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh Nusantara.
Menurut dia seluruh aset dan kekuatan tersebut akan dioptimalkan Bank Syariah Indonesia untuk memberikan layanan dan produk finansial syariah yang lengkap dalam satu atap untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan nasabah dari berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel, komersial, wholesale, dan korporasi baik dalam maupun luar negeri.
Sumbet: antaranews
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 583

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 28 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.053 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.025.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 858

SitindaonNews.Com | Maskapai Garuda Indonesia mengangkut produk ekspor pertanian Buah Segar Indonesia dari Padang, berupa 33 ton komoditas buah Manggis ke Guangzhou, China.
Pengangkutan produk ekspor tersebut dilayani dengan penerbangan charter khusus rute Padang - Guangzhou pada, Rabu (3/2), melalui penerbangan GA 8960 yang dioperasikan oleh armada A330-300 dengan daya angkut mencapai 40 ton pada setiap penerbangannya.
Penerbangan charter kargo tersebut, diberangkatkan dari Bandar Udara Internasional Minangkabau, pada pukul 09.05 waktu setempat dan tiba pada pukul 14.45 waktu setempat di Guangzhou, China.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pengangkutan ekspor manggis dari Padang menuju Guangzhou tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dalam penyediaan aksesibilitas layanan penerbangan dalam memfasilitasi peningkatan daya saing produk ekspor nasional khususnya hasil pertanian masyarakat lokal.
BUAH SEGAR INDONESIA - BUGARINDO FRESH

"Melalui penerbangan ini, kami harapkan dapat menyediakan layanan penerbangan langsung dengan waktu pengiriman yang lebih singkat tanpa transit, sehingga kualitas dan kesegaran produk menjadi lebih terjaga serta dengan cost logistik yang lebih kompetitif sehingga kedepannya kami harapkan dapat meningkatkan geliat ekspor produk produk unggulan Indonesia," ujar Irfan dalam keterangannya, Jumat (5/2/2021).
Seiring dengan peningkatan tren kebutuhan pengangkutan kargo yang terus tumbuh, Garuda Indonesia terus memperkuat pengembangan lini bisnis sektor kargo.
Selain memaksimalkan pengiriman kargo melalui pemanfaatan kompartemen penumpang, Garuda Indonesia sebelumya juga mengoptimalisasi jaringan penerbangan kargo dalam mendukung aktivitas direct call komoditas ekspor unggulan nasional di Indonesia Timur.
Salah satunya, membuka penerbangan khusus kargo Makassar – Singapura, Denpasar – Hongkong dan Manado – Narita yang dilayani sebanyak 1 kali per minggu dengan armada Airbus A330
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 617

AkuAntar dan AkuPay
Awal tahun 2021 PT. AkuAntar Cepat Selalu anak perusahaan PT. Sitindaon Media Sakti Group meluncurkan produk baru di bidang transportasi publik dan ekspedisi dengan nama @AkuAntar serta dompet digital @AkuPay.
Yang memiliki kendaraan semua jenis dapat bergabung atau mendaftar menjadi mitra @AkuAntar
Selain itu juga untuk memudahkan pembayaran semua transaksi dapat dilakukan dengan @AkuPay.
@AkuAntar dan @AkuPay dapat di download melalui aplikasi playstore yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 667
300 Boks Benih Lobster Senilai Miliaran Rupiah Ditahan di Bandara Soetta
Kasus penyelundupan benih lobster ilegal senilai miliaran rupiah kembali terjadi di Bandara Soekarno-Hatta.
Setelah lama tak terdengar karena pandemi Covid-19, petugas Bea dan Cukai melakukan penahanan terhadap ratusan boks paket kiriman berisi benih lobster di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (15/9/2020) malam.
Penahanan dilakukan karena jumlah benih lobster berbeda dengan jumlah yang tertera pada dokumen ekspor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada 300 boks berisi benih lobster sedianya akan diekspor ke Vietman menggunakan pesawat Cathay Pacific CX798.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam akun twitternya @susipudjiastuti meminta 300 boks benih lobster tersebut dikembalikan kelaut untuk masa depan anak cucu bangsa khususnya para nelayan tradisional.
Berikut selengkapnya utasan cuitan twitter Susi Pudjiastuti:
"Mereka tidak pernah lagi bisa panen lobster yg besar .. karena habis"
"Betapa besar nilai SDA yg seharusnya menjadi milik Masa depan bangsa ini/ para nelayan dan juga future value ekonomi bangsa yg diambil untk diberikan kepada ekonomi bangsa lain. 300 box itu min 5 sd 6 jt ekor bibit. Akan jadi berapa ribu ton lobster bila besar nanti ??????"
"Masih adakah kewarasan akal, kesehatan pikir, rasa welas asih kita manusia ... Lobster besar tidak ada yg bisa dipanen, ikanpun tidak dapat lagi karena laut terang benderang setiap malam. Pancing, jating ikan tidak dapat apa2 lagi, cahaya terang telah menjauhkan ikan2 dr nelayan"
"Bapak2 kembalikan bibit2 Lobster ke Lautan, biarkan mereka besar untuk betanak pianak. Sebagian nanti besar bisa diambil para nelayan untk dijual. Sebagian terus betanak pianak. Untk fipanen snak cucu kita. Kembalikan bibit2 ini ke laut ?????"