Top Stories
-
Pemula Dengan Modal Kecil Ingin Investasi Saham?
-
Siap-siap Ekonomi Semakin Parah, 5 Tahun Kedepan Secara Keseluruhan Akan Berat!
-
Lingkunganmu Menentukan Hidupmu
-
HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya
-
Nasabah Menjerit di DPR: Bank Muamalat Diduga Gelapkan Dana Miliaran
-
China Berlakukan Wajib Steer-By-Wire Untuk Semua Mobil
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 941

Jakarta - Pesawat Boeing jenis 737 Max 8 kembali menjadi sorotan, karena kurang dari 6 bulan, pesawat tersebut jatuh dua kali. Pertama jatuh pada Oktober 2018 dioperasikan oleh Lion Air. Terakhir, Ethiopian Airlines pun mengalami insiden yang sama menggunakan pesawat tipe ini.
Boeing jenis ini terhitung pesawat baru. Di Indonesia, ada dua maskapai yang mengoperasikan pesawat ini, yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.
Read more: Berapa Harga Pesawat Boeing 737 Max 8 yang Jatuh?
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1027

Lion Air JT 610 PK-LQP Boeing 737. Foto: Paul Christian Gordon/Lion Air
Jakarta - Kabar duka datang dari dunia penerbangan. Pesawat Ethiopian Airlines jatuh 6 menit setelah lepas landas.
Mengutip AFP, pesawat ini lepas landas pada Minggu (10/3/2019) pukul 08.38 waktu setempat. Pesawat hilang kontak 6 menit berselang atau pukul 08.44.
Read more: Ethiopian Airlines Jatuh, Jenis Pesawatnya Sama dengan Lion Air JT 610
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1130

Petugas berjaga di bus Jakarta Airport Connexion tengah menanti penumpang di Terminal 3 Bandara Sukarno Hatta, Tangerang Banten, 30 Mei 2017. Sudah ada 4 operator yang berkomitmen mengoperasikan JA Connexion yaitu Perum Damri, Perum PPD, Blue Bird, dan Sinar Jaya. Tempo/Tony Hartawan
TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI mengkritik kenaikan tarif bus Damri jurusan Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 5.000. Berdasarkan temuan di lapangan, Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan kenaikan itu dilakukan sejak awal tahun.
"Nyaris tak ada sosialisasi yang dirasakan konsumen. Banyak keluhan dan pertanyaan konsumen terkait hal itu," ujar Tulus dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Minggu, 10 Maret 2019. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para konsumen, ia mengatakan tidak ada informasi terkait kenaikan tarif itu, baik di loket pembayaran atau di kabin bus Damri.
Kalau temuan itu benar, Tulus berujar lembaganya sangat menyesalkan proses kenaikan tarif tersebut. Pasalnya, ia menilai Perum Damri tidak menghargai hak konsumen yang dijamin di dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Di dalam Pasal 4 UU Perlindungan Konsumen, kata dia, konsumen mempunyai hak atas informasi yang jelas, jernih dan jujur saat menggunakan barang dan atau jasa.
"Informasi dimaksud bukan sekadar adanya informasi kenaikan tarif, tetapi mengapa tarifnya dinaikkan? Hal ini yang tidak dilakukan manajemen Perum Damri," ujar Tulus.
Di sisi lain, Tulus menyebut kenaikan itu tidak pernah dibarengi dengan standar pelayanan yang jelas dan terukur. Misalnya sistem peniketan yang masih manual, yaitu menggunakan sistem sobek karcis, kecuali di Terminal 3. Oleh karena itu, YLKI mendesak perseroan untuk bisa menjelaskan pada publik, manfaat apa yang bisa diperoleh konsumen atas kenaikan tarif tersebut.
"Kami menduga, kenaikan itu dilakukan karena rute bus Damri Bandara Soetta adalah rute yang paling profitable. Tanpa rute bandara, bus Damri banyak ruginya," kata Tulus.
Namun, ia menilai kenaikan tarif itu menjadi tidak adil jika rute bandara dijadikan satu-satunya sumber pendapatan yang menguntungkan. Menurut Tulus, Manajemen Damri harus berani menutup rute-rute yang merugi. Kecuali rute tersebut dalam penugasan pemerintah, dan artinya pemerintah harus membayar selisih kerugiannya itu. "Tidak bisa konsumen Bus Damri harus menaggung kerugian tersebut," kata dia lagi.
Hingga laporan ini ditulis, Direktur Utama Perum Damri Setia Milatia Moemin dan Sekretaris Perusahaan Perum Damri Arifin Hasan belum membalas pesan dari Tempo.
Sumber: TEMPO.CO
EDITOR: MARTHA WARTA SILABAN
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1306
Ini Cara Membuat NPWP Online/Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom
Jakarta - Pajak merupakan kewajiban yang bisa diberikan oleh Anda sebagai penduduk kepada negara. Bagi beberapa negara berkembang, pajak yang diberikan merupakan rasa support atau dukungan mereka pada negara untuk terus berkembang.
Faktanya, pajak memang digunakan untuk mendukung pemasukan negara agar dapat mengembangkan berbagai kebutuhan. Mulai dari pembangunan, infrastruktur, dan lain sebagainya. Adanya pajak ini juga bisa membantu menjalankan negara untuk terus berputar dalam mengembangkan bisnis, impor, ekspor, dan lain sebagainya.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 972

CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan saat Pembukaan AirAsia Travel Fair di Kota Kasablanka Jakarta, Kamis 9 Februari 2017. Tempo/Tongam sinambela
TEMPO.CO, Jakarta - AirAsia Indonesia sudah menyiapkan dana untuk pembelian Citilink. Dana tersebut berasal dari AirAsia Grup, induk perusahaan internasional Air Asia Indonesia.
Read more: Bos AirAsia: Duit Akuisisi Ada, Kalau Citilink Nolak Tak Masalah