Top Stories
-
Rupiah Hancur kah?
-
Pentingnya Integritas Dalam Bisnis!
-
Menghadapi Masa Sulit!
-
Jemaat Kaya Haus Pujian? Pendetapun Ikut Menikmati?
-
Jangan Sampai Hari Tuamu Menderita!
-
Tetap Tenang, Jangan Takut Kehilangan dan Jangan Takut Ketinggalan Profit
-
Memilih Waktu Terbaik untuk Trading!
-
Trader Pemula Yang Masih Belajar Beli Saham Lpis-1 Dulu Ya!
-
Yang Belum Jelas Cari Cuan di Fair Valuae Gap (FVG)
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 820
Ilustrasi wanita memegang perut. Pixabay.com/Natasya Gepp
SitindaonNews.Com | Penemuan terbaru terkait virus corona baru atau COVID-19 adalah bahwa sebagian pasien COVID-19 menunjukkan gejala awalnya bukan hanya pada gejala saluran nafas (batuk, sakit tenggorokan, pilek) dan demam, tetapi gangguan saluran cerna.
Merujuk The American Journal of Gastroenterology seperti yang dilansir dari laman Global Biodesence Sebanyak 48,5 persen pasien COVID-19 di Hubei China, mengeluhkan gangguan saluran pencernaan sebagai gejala utamanya, antara lain diare 29,3 persen, muntah 0,8 persen dan nyeri perut 0,4 persen.
Kemungkinan virus masuk ke saluran pencernaan dan bisa melewati asam lambung dan masuk ke dalam sel melalui reseptor yang ada di usus. Mereka yang memiliki gangguan saluran cerna umumnya memiliki gejala COVID-19 yg lebih berat sehingga penyembuhannya lebih lama.
Menurut penelitian multisenter cross-sectional deskriptif baru dari Cina oleh para peneliti dari Kelompok Ahli Perawatan Medis Wuhan untuk COVID-19, gejala pencernaan umum terjadi pada COVID-19, terjadi sebagai keluhan utama pada hampir setengah dari pasien yang datang ke rumah sakit
Sebagian besar pasien dengan COVID-19 datang dengan gejala dan tanda pernapasan yang khas. Namun, pengalaman awal dengan wabah di Wuhan, Cina mengungkapkan bahwa banyak pasien mengalami gejala pencernaan sebagai keluhan utama mereka.
Co Editor The American Journal of Gastroenterology Brennan MR Spiegel mengatakan tenaga medis harus ingat bahwa gejala pencernaan, seperti diare, mungkin merupakan gejala Covid-19, dan bahwa indeks kecurigaan mungkin perlu ditingkatkan lebih awal dalam kasus-kasus ini daripada menunggu gejala pernapasan muncul.
“Dalam studi ini, pasien COVID-19 dengan gejala pencernaan memiliki hasil klinis yang lebih buruk dan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gejala pencernaan, menekankan pentingnya menyertakan gejala seperti diare untuk mencurigai COVID-19 pada awal penyakit sebelum gejala pernapasan berkembang,” kata Spiegel.
Deteksi sejak awal, dikatakan Spiegel dapat mengarah pada diagnosis corona yang lebih dini, yang dapat mengarah pada perawatan lebih dini dan karantina yang lebih cepat untuk meminimalkan penularan dari orang-orang yang jika tidak tetap tidak terdiagnosis.
Menurut analisis oleh peneliti dari beberapa rumah sakit dan pusat penelitian di China yang mengumpulkan data pada 204 pasien dengan corona datang ke tiga rumah sakit di provinsi Hubei dari 18 Januari 2020 hingga 28 Februari 2020. Dibandingkan dengan pasien Covid-19 tanpa gejala pencernaan, mereka yang memiliki gejala pencernaan memiliki waktu lebih lama dari awal hingga masuk dan hasil klinis yang lebih buruk.
Pasien dengan gejala pencernaan memiliki waktu yang jauh lebih lama dari awal hingga masuk dibandingkan pasien tanpa gejala pencernaan (9,0 hari dibandingkan 7,3 hari). Ini mungkin menunjukkan bahwa pasien dengan gejala pencernaan mencari perawatan kemudian karena mereka belum mencurigai Covid-19 tanpa adanya gejala pernapasan, seperti batuk atau sesak napas.
Pasien dengan gejala pencernaan memiliki berbagai manifestasi, seperti anoreksia83 kasus (83 [83,8%] kasus), diare (29 [29,3%] kasus), muntah (8 [0,8%] kasus), dan sakit perut (4 [0,4%) ] kasus). Tujuh pasien dengan COVID-19 mengalami gejala pencernaan tetapi tidak memiliki gejala pernapasan. Ketika keparahan penyakit meningkat, gejala-gejala pencernaan menjadi lebih jelas.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 654

SitindaonNews.Com | Ahli gizi masyarakat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan mengimbau masyarakat agar mengkonsumsi produk pertanian secara rutin. Menurut Ali, produk pertanian seperti buah dan sayur mampu meningkatkan kekebalan (imunitas) tubuh, utamanya dalam menghadapi penyebaran virus corona (COVID-19).
"Setidaknya masyarakat wajib mengkonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C dan E. Kan WHO juga sudah menganjurkan agar kita mengkonsumsi sayuran sebanyak 150 gram dan buah 250 gram per hari," kata Ali, dalam siaran pers, Minggu (21/3/2020).
Ali mengatakan, vitamin C bisa didapatkan dari buah papaya, jeruk, dan jambu biji. Sementara untuk sumber vitamin E bisa didapatkan dari produk sayuran tauge seperti wortel, bayam, lobak hijau dan brokoli.
"Agar tubuh kita mampu menangkal penyerbu-penyerbu asing (virus, kuman, dan bakteri), maka limfosit (sel darah putih) harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Mengonsumsi vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan produksi limfosit. Vitamin C bekerja seperti antibiotika di dalam tubuh untuk menghancurkan virus penyebab penyakit," terang Ali.
Vitamin C, kata Ali, juga mampu meningkatkan kadar glutation di dalam tubuh yang bekerja setiap hari. Glutation adalah antioksidan pada tubuh yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh. Konsumsi vitamin C 500 mg sehari dapat meningkatkan kadar glutation tubuh sampai 50 persen.
"Masalahnya konsumsi harian penduduk Indonesia per hari rata-rata hanya sekitar 100 gram. Ini menjadi tanggung jawab kita betapa pentingnya produk pertanian bagi imun tubuh," katanya.
Terkait dengan COVID-19, menurut Ali, Vitamin C punya kemampuan untuk memperbaiki sistem kerja paru-paru.
Mereka yang rajin mengonsumsi vitamin C berpeluang ada di level bugar dan segar, serta terhindar dari derita bronchitis kronis. Apalagi, virus COVID 19 cenderung menyerang saluran napas dan paru-paru.
Meski demikian, Ali menekankan perlunya edukasi konsumsi dengan pola gizi seimbang, dimana di dalamnya juga menekankan bahwa hidup sehat adalah hidup yang tidak melupakan konsumsi buah dan sayuran.
"Setiap keluarga hendaknya menyediakan buah setiap hari sebagai bagian dari snack, dengan keuntungan Indonesia yang beriklim tropis dan dapat menghasilkan beragam buah maka hendaknya masyarakat bisa memanfaatkan sumberdaya yang melimpah ini untuk mengembangkan pola konsumsi buah dan sayur yang baik untuk kesehatan," tuturnya.
Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Pertanian terus melakukan konsolidasi penguatan produksi kebun dan buah. Konsolidasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mendorong terbentuknya satu kawasan satu varietas, baik di lahan terbuka maupun pekarangan rumah tangga secara berkelompok.
Di samping itu, Kementan juga mendorong kebun sayur dan buah yang ada agar dilakukan registrasi dan sertifikasi kebun untuk menjamin produksi yang berkualitas.
Setidaknya, tahun ini Ditjen Hortikultura menargetkan 2.200 kebun dan lahan usaha hortikultura yang diregistrasi.
Sumber: cnbcindonesia.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1395

SitindaonNews.Com | Alpukat menjadi salah satu buah tropis yang begitu difavoritkan. Ditambah lagi buah ini memang dikenal karena memiliki manfaat besar buat manusia, baik itu dikonsumsi langsung atau dimanfaatkan dalam bentuk lainnya. Pada artikel RegoPantes kali ini, Anda akan diajak mengenal lebih dalam mengenai manfaat buah alpukat bagi kesehatan dan kecantikan.
Terlebih alpukat ada beragam varietas yang jelas memiliki segudang manfaat baik. Salah satu varietas yang banyak digemari adalah alpukat mentega. Alpukat dengan kelebihan daging berwarna layaknya mentega dan tebal tanpa serat ini banyak disukai. Buah ini juga ada pada RegoPantes bersama produk pertanian lain yang langsung diambil dari petani.
Manfaat Buah Alpukat Bagi Kesehatan
Sebagai salah satu jenis alpukat unggulan, alpukat mentega ini memang kerap diburu. Selain itu memang alpukat memiliki sejumlah manfaat baik bagi kesehatan dan kecantikan. Berikut deretan manfaatnya bagi kesehatan yang perlu bunda ketahui lebih dulu.
1. Mencegah Resiko Kanker
Kanker memang diketahui termasuk salah satu penyakit mematikan di dunia. Alpukat yang dikenal memiliki senyawa antioksidan akan bantu menangkal radikal bebas yang akan jadi perusak DNA dalam sel yang dapat mengakibatkan kanker. Konsumsi alpukat rutin juga bisa bantu kurangi resiko kanker prostat dan payudara juga lho, bunda.
2. Mencegah Sakit Jantung
Alpukat memiliki kadar lemak baik yang akan bantu menurunkan kolesterol jahat dan resiko sakit jantung. Jadi jika bunda mengonsumsinya secara rutin akan membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
3. Menjaga Kesehatan Mata
Bunda, menurut penelitian alpukat mentega diketahui memiliki kandungan senyawa lutein yang dapat membantu jaga kesehatan mata, serta mencegah resiko katarak dan age macular degeneration. Disarankan buat bunda dan keluarga mengonsumsi alpukat rutin supaya kesehatan mata terlindungi.
Baca juga : Patut Dicoba! Ini 6 Inspirasi Resep Olahan Alpukat Mentega yang Kaya Akan Gizi
4. Melancarkan Pencernaan
Kaya akan serat alami, alpukat akan membantu melancarkan pencernaan. Teksturnya yang lembut dan halus akan membantu melindungi permukaan lambung dari beragam jenis makanan yang bisa saja menyebabkan peningkatan asam lambung.
5. Mencegah Depresi
Depresi termasuk penyakit tak terlihat namun dampaknya sangat terasa pada diri seseorang. Konsumsi buah alpukat akan dapat membantu mengatasi masalah satu ini. Sebab kandungan alpukat seperti magnesium akan bantu jaga kesehatan mental dan mencegah resiko stress hingga depresi.
Perlu diketahui, bahwa saat kadar magnesium dalam tubuh minus, maka kecemasan akan lebih tinggi. Biasanya akan ditandai dengan susah tidur malam dan rentan stress berujung depresi. Selain magnesium, ada manfaat buah alpukat lainnya seperti vitamin B yang akan keluarkan serotonin dan dopamine alami untuk kurangi rasa cemas berlebih.
6. Mencegah Resiko Diabetes
Salah satu penyakit yang sering menjadi pemicu penyakit dalam lainnya adalah diabetes. Salah satu manfaat buah alpukat inilah yang bisa digunakan untuk mencegah resiko diabetes. Pasalnya pada alpukat terdapat asam oleat yang akan membantu mencegah DM. Lemak tak jenuh dalam alpukat juga memiliki fungsi mengurangi kadar trigliserida dan mengontrol kadar gula darah.
7. Mencegah Peradangan Sendi
Peradangan sendi menjadi satu hal yang seringkali dialami oleh kebanyakan orang. Namun dengan rajin konsumsi buah alpukat, maka manfaatnya akan dapat dirasakan. Buah satu ini memiliki zat anti inflamasi yang dikenal dengan pitosterol. Kandungan inilah yang akan bekerja membantu mengurangi perasangan sendi.
8. Mengatasi Bau Nafas Tak Sedap
Hal yang seringkali jadi masalah adalah bau mulut. Pasalnya akan mempengaruhi kepercayaan diri setiap orang saat berinteraksi. Untuk mencegah hal tersebut maka ada baiknya mengonsumsi buah alpukat secara rutin yang nantinya akan bantu bersihkan usus.
9. Menurunkan Kolesterol
Kolesterol dalam tubuh memang pasti ada. Hanya saja ada kolesterol baik dan jahat. Kolesterol jahat (LDL) inilah yang harus diminimalisir keberadaannya. Alpukat memiliki senyawa beta-sitosterol yang terbukti dapat membantu turunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
10. Menguatkan Tulang
Buah alpukat memiliki kandungan lutein dan zeaxanthin, di mana akan membantu mengurangi resiko defek kartilago sebagai gejala osteoarthritis. Kadar mineral yang terkandung di dalamnya ini terdapat zinc, tembaga, kalsium, selenium, dan fosfor. Semua ini memiliki khasiat dalam meningkatkan kepadatan tulang dan membantu turunkan resiko pengapuran tulang.
Manfaat Buah Alpukat Bagi Kecantikan
Selain kesehatan secara umum, ada juga manfaat buah alpukat bagi kecantikan, terutama wajah dan kulit melalui pemanfaat masker alpukat. Dengan bahan alami ini, maka akan didapatkan 5 manfaat berikut ini.
1. Bantu Jaga Kesehatan Kulit
Manfaat buah alpukat memang tak hanya bisa diambil melalui proses konsumsi langsung. Tetapi bisa dimanfaatkan sebagai masker. Dengan memanfaatkannya maka kesehatan kulit akan terpelihara dengan baik. Sebab ada banyak kandungan seperti vitamin K, E, zinc, serta senyawa lain yang akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit.
2. Melembabkan Kulit
Alpukat akan membantu melembabkan kulit. Sehingga tak harus menggunakan make up demi dapatkan kelembaban kulit. Cukup gunakan masker alpukat yang bersifat alami. Sebab kandungan mineral pada buah ini akan membantu mencegah kulit kering dan menutrisinya dari dalam. Kulit pun akan jadi sehat dan berseri usai gunakan masker alpukat.
3. Mencegah Penuaan Dini
Kandungan kolagen pada buah alpukat akan sangat baik dimanfaatkan untuk merawat kulit wajah. Dengan rutin mengaplikasikan masker alpukat maka akan mencegah proses penuaan dini. Kolagen membantu meremajakan kulit, kulit jadi kencang dan pastinya mencegah kerutan-kerutan di bagian wajah.
4. Perawatan Kulit Kepala
Perlu diketahui bahwa nutrisi pada buah alpukat ini memiliki peran penting dalam membantu merangsang pertumbuhan rambut. Selain itu, vitamin dan asam lemak omega 3 alpukat bisa memberikan dampak rambut berkilau dan lembut. Maka dari itu alpukat bisa dimanfaatkan sebagai masker alami rambut.
5. Mengurangi Kerut Kelopak Mata
Mata menjadi satu bagian yang sering kali diperhatikan. Jadi tidak heran bila banyak yang sangat sensitive dengan kondisi area kelopak mata. Apalagi saat menemukan banyak kerutan di sana. Tenang, manfaat buah alpukat bisa diperoleh dengan menjadikannya sebagai masker. Kandungan vitamin E, hydratingfats dan fatty acids dalam alpukat akan bantu melembabkan dan mengencangkan kulit kelopak mata.
Sederet khasiat dan manfaat buah alpukat di atas tentunya akan membuat Anda semakin yakin dan gemar mengonsumsi. Tunggu apalagi, segera saja hubungi kontak RegoPantes untuk mendapatkan buah alpukat terbaik dengan harga pantas juga.
Sumber: regopantes.com/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1122

INFORMASI PENTING dari UNICEF (PBB)
1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.
2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda, sehingga penularannya tidak melalui udara.
3. Apabila menempel di permukaan logam, virus corona dapat hidup selama 12 jam. Mencuci tangan dengan sabun dan air sudah cukup.
4. Apabila menempel di kain, virus corona dapat hidup selama 9 jam, sehingg mencuci pakaian atau menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup untuk membunuhnya.
5. Apabila menempel di tangan, virus corona dapat hidup selama 10 menit, sehingga menyediakan _sterilizer_ berbahan dasar alkohol cukup untuk berjaga-jaga.
6.Apabila berada di udara bersuhu 26-27 °C, virus corona akan mati sehinga tidak hidup di daerah panas . Di samping itu, minum air panas dan berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup sebagai pencegahan.
Menghindari makanan dan minuman dingin termasuk ice cream sangat penting.
7. Berkumur sampai dalam dengan air hangat dan garam akan membunuh virus corona di sekitar anak tekak (telak - Jw.) dan mencegahnya masuk kedalam paru-paru.
Dengan mengikuti petunjuk ini cukup untuk mencegah virus corona.
UNICEF
Tolong sebarkan informasi ini untuk mencegah timbulnya ketakutan yang tidak perlu.semoga bermanfaat ????
"Copas"
Selalu jaga kebersihan kawan ?
Sumber: Copas dari FB
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 999

SitindaonNews.Com | Sering merasa nyeri di daerah persendian? Awas, mungkin ini pertanda Anda menderita asam urat. Asam urat merupakanpenyakit yang menyerang persendian.
Dilansir Hello Sehat, asam urat disebabkan oleh uric acid alias asam urat, produk yang dihasilkan tubuh ketika memecah purin yang menumpuk di persendian.
Asam urat merupakan salah satu penyakit tertua dan sudah dikenal manusia lebih dari 2.000 tahun.
Penderita asam urat, 90 persen laki-laki berusia di atas 40 tahun dan sebagian adalah wanita yang sudah menopouse.
Baca juga: Makan Daging Entok Sebabkan Asam Urat, Mitos atau Fakta?
Normalnya, asam urat larut dalam darah dan kemudian hilang melalui urin. Namun, kadang tubuh menghasilkan asam urat dalam darah, atau ginjal hanya mampu melepaskan asam urat ke dalam urin dalam jumlah sedikit.
Akibatnya adalah, asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal asam urat pada persendian dan mengelilingi jaringan, menyebabkan nyeri, peradangan, dan bengkak.
Asam urat merupakan produk sampingan dari purin. Purin dapat ditemukan di berbagai jenis makanan.
Ada beberapa makanan yang mengandung purin tinggi, misalnya jeroan, daging unggas, beberapa makanan laut (kerang, udang, kepiting), ikan sarden dan ikan makerel, juga alkohol. Makanan inilah yang harus dihindari oleh penderita asam urat.
Purin sendiri merupakan zat yang secara alami terbuat dari protein.
Pemicu asam urat
Dilansir Mayo Clinic, ada dua kemungkinan mengapa orang dapat terkena penyakit asam urat.
Pertama, tubuh yang terlalu banyak memproduksi asam urat. Kedua, tubuh terlalu sedikit membuang asam urat melalui urine.
Penyebab kedua inilah yang paling banyak menjadi faktor pemicu seseorang terkena asam urat. Setidaknya hal ini dialami oleh hampir 90 persen penderita asam urat.
Asam urat biasanya menyerang ibu jari kaki, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa asam urat dapat menyerang anggota tubuh lain seperti persendian di pergelangan kaki, lutut, dan siku.
Faktor Risiko
Faktor risiko yang berperan pada munculnya penyakit asam urat adalah mengonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, mengonsumsi alkohol, berat badan berlebih, kadar kolesterol dan darah tinggi, diabetes, dan meminum obat-obatan tertentu seperti diuretik golongan thiazid yang dapat memicu asam urat.
Dosis rendah aspirin setiap hari juga dapat meningkatkan kadar purin dalam darah dengan menurunnya pembuangan cairan tubuh (eksresi).
Stres akibat cedera, misalnya patah tulang atau prosedur operasi, juga dapat memicu munculnya asam urat.
Gejala
Asam urat juga ditandai dengan tanda-tanda berikut:
- Nyeri hebat secara tiba-tiba, terutama pada pangkal ibu jari kaki.
- Jaringan sekitar sendi membengkak, merah, dan hangat.
Diagnosis yang biasa diberikan oleh dokter biasanya melalui pengambilan cairan dari sendi yang terkena untuk melihat adanya kristal purin dalam sel darah putih.
Selain itu, dokter juga memeriksa kadar asam urat melalui darah. Pemeriksaan darah juga kadang kurang akurat dikarenakan pada serangan akut, kadar asam seseorang terlihat mendekati kadar normal.
Pengobatan
Serangan akut asam urat dapat ditangani dengan obat-obatan antiradang nonsteroid (NSAIDs) dan obat-obatan lain untuk mencegah asam urat kambuh kembali. Selain itu, beberapa hal berikut dapat membantu Anda.
1. Obat-obatan
Obat-obatan NSAIDs yang mengandung zat ibuprofen, naproksen, merupakan obat pilihan untuk mengatasi penyakit asam urat.
Obat colchicine juga telah digunakan selama berabad-abad untuk mengurangi nyeri dan bengkak pada fase serangan akut. Tetapi, obat ini menimbulkan gangguan perut dan toksisitas dibanding dengan NSAIDs.
Pilihan obat lainnya adalah kortison, baik dalam bentuk pil maupun suntikan. Setelah itu, dokter akan menyarankan pencegahan agar asam urat tidak kambuh lagi. Biasanya berupa obat yang mengandung allopurinol selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
2. Pengobatan Mandiri
Walaupun dokter tidak menganggap makanan dan minuman sebagai penyebab utama asam urat, tapi tidak ada salahnya jika Anda mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat.
Jika menderita asam urat, batasi alkohol, menjaga pola makan, dan hindari makanan tinggi purin.
Selain itu, penghentian konsumsi obat yang mengandung allopurinol juga dapat memicu bahkan memperparah kondisi penyakit asam urat.
Baca juga: Halo Prof! Bagaimana Cara Mengatasi Sakit karena Asam Urat?
Sebenarnya, jika Anda telah terkena serangan asam urat, biasanya setelah beberapa saat sendi yang terkena akan normal kembali.
Namun, kemungkinan ini tidak dapat diprediksi. Sebab jika Anda tidak mengobati atau mencegah agar penyakit asam urat tidak kembali, masalah ini akan merusak sendi Anda secara permanen dan timbunan purin tersebut juga dapat memicu timbulnya batu ginjal. (Hana Nushratu)
Sumber: kompas.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 883
Ilustrasi kaki bengkak akibat asam urat.(Thinkstock)
SitindaonNews.Com | Asam urat dapat menyebabkan rasa sakit di sekitar sendi, yang kerap kita sebut sebagai encok. Saat kondisi darah mengandung asam urat tinggi, kristal terbentuk dan menumpuk di dalam dan di sekitar sendi. Hingga akhirnya berakibat menimbulkan radang sendi atau encok.
Asam urat diproduksi ketika tubuh memecah bahan kimia yang disebut purin. Sebenarnya purin terjadi secara natural oleh tubuh, namun purin juga ditemukan pada beberapa makanan.
Oleh karena itu, melakukan diet asam urat dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah. Diet ini bukan untuk menyembuhkan, namun dapat mengurangi risiko encok serta memperlambat kerusakan pada sendi.
Baca juga: Asam Urat, dari Penyebab, Gejala, hingga Pengobatan
Melansir Mayo Clinic, orang yang memiliki encok tetap harus menjalani pengobatan medis meskipun telah menerapkan diet ini.
Diet asam urat dirancang untuk membantu Anda mendapatkan berat badan serta pola makan yang sehat. Selain itu juga membantu Anda menghindari makanan yang mengandung purin dan merekomendasikan beberapa makanan yang dapat mengontrol kadar asam urat dalam darah.
Makanan yang baik untuk orang dengan asam urat tinggi
1. Karbohidrat kompleks
Anda dapat memakan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian yang mengandungkarbohidrat kompleks. Hindari makanan dan minuman dengan sirup jagung fruktosa tinggi serta batasi konsumsi jus buah dengan pemanis alami.
2. Air mineral
Perbanyak minum air mineral agar tetap terhidrasi dengan baik
3. Protein
Protein dapat diperoleh dari daging dan unggas tanpa lemak, susu rendah lemak, dan berbagai sumber protein lainnya.
4. Sayuran dengan purin tinggi
Penelitian menemukan bahwa sayuran dengan kandungan purin tinggi, seperti asparagus dan bayam, tidak memberikan risiko asam urat.
5. Vitamin C
Vitamin C mungkin dapat membantu mengurangi risiko asam urat. Konsultasikan dengan dokter Anda terkait pengonsumsian suplemen vitamin C 500 miligram dalam rencana diet atau pengobatan Anda.
6. Kopi
Sebagian penelitian menunjukkan mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang, khususnya kopi dengan kafein biasa, dapat mengurangi risiko asam urat. Akan tetapi, kopi mungkin tidak dianjurkan jika Anda memiliki masalah kesehatan lainnya. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai jumlah kafein yang baik untuk Anda.
Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat, Mungkinkah Cegah Kerusakan Otak di Masa Tua?
7. Buah ceri
Beberapa penelitian menemukan buah ceri baik untuk mengurangi risiko asam urat.
Makanan yang harus dihindari oleh orang dengan asam urat tinggi
1. Makanan dengan jumlah kalori tinggi
Memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko encok. Oleh karena itu, para peneliti merekomendasikan untuk mengurangi jumlah kalori dan kurangi berat badan, meskipun tidak melakukan diet purin, agar kadar asam urat berkurang sehingga risiko encok juga berkurang.
Menurunkan berat badan juga dapat mengurangi stres pada sendi.
2. Lemak jenuh
Anda harus mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, khususnya pada daging merah, unggas, dan produk susu berlemak tinggi.
3. Daging merah
Batasi jumlah konsumsi daging sapi, domba, dan babi.
4. Organ dalam hewan dan grandular
Hindari organ dalam seperti hati dan ginjal serta makanan grandular seperti roti manis yang memiliki kadar purin tinggi dan berkontribusi terhadap kadar asam urat darah tinggi.
5. Seafood
Beberapa jenis seafood seperti ikan teri, kerang, sarden, dan tuna mengandung purin yang tinggi. Akan tetapi, secara keseluruhan manfaat dari ikan lebih banyak daripada risikonya. Porsi ikan dalam jumlah sedang dapat menjadi bagian dari diet asam urat.
6. Alkohol
Bir dan minuman keras yang disuling dapat memicu peningkatan risiko asam urat dan serangan encok yang berulang. Hindari mengonsumsi alkohol saat merasa sakit dan batasi jumlah konsumsi alkohol, khususnya bir.
7. Makanan dan minuman manis
Batasi atau hindari konsumsi makanan tinggi gula seperti sereal manis, roti, dan permen, serta minuman manis seperti jus buah pemanis alami.
Sumber; .kompas.com