Top Stories
-
Rupiah Hancur kah?
-
Pentingnya Integritas Dalam Bisnis!
-
Menghadapi Masa Sulit!
-
Jemaat Kaya Haus Pujian? Pendetapun Ikut Menikmati?
-
Jangan Sampai Hari Tuamu Menderita!
-
Tetap Tenang, Jangan Takut Kehilangan dan Jangan Takut Ketinggalan Profit
-
Memilih Waktu Terbaik untuk Trading!
-
Trader Pemula Yang Masih Belajar Beli Saham Lpis-1 Dulu Ya!
-
Yang Belum Jelas Cari Cuan di Fair Valuae Gap (FVG)
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 668
SitindaonNews.Com | Pilek ternyata tidak hanya terjadi di hidung tetapi juga di organ intim luar atau alat kelamin luar dan hal itu menjadi salah satu kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebut Gonore (GO).
"Terjadi pilek tetapi bukan dari organ hidung tetapi dari saluran kemihnya," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin, Anthony Handoko dalam virtual media briefing "Gonore (GO): Mungkinkah 'pilek' pada alat kelamin sembuh?", Rabu.
Penyakit ini disebabkan infeksi bakteri infeksi Neisseria Gonorrhoeae dan dapat menular dari orang ke orang ketika melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi atau melakukan kontak dengan cairan tubuh mereka, baik secara vaginal maupun anal.
Anthony yang juga CEO Klinik Pramudia itu mengatakan, tanda atau gejala yang bisa dikenali yakni keluarnya nanah dari organ genital dan muncul rasa sakit saat berkemih. Gejala ini biasanya lebih sering dialami pria ketimbang wanita.
"GO bergejala hanya pada laki-laki, karena secara anatomis laki-laki punya saluran kemih lebih panjang dari kandung kemih sampai penis. Kuman GO akan merusak selaput lendir di saluran itu, akibatnya memungkinkan kelarnya nanah dan itu terlihat. Pada wanita saluran kemih sangat pendek, gejala tidak terlalu nyata," kata dia.
"Keluar nanah, seperti ingus makanya disebut pilek. warnanya putih kehijauan. Akibat nanah, saluran (kemih) tersebut menjadi mampet, saat berkemih ada dorongan air seni, (sehingga) saat kencing rasanya sakit. Ujung penisnya atau lubang kemih akan lebih merah dan bengkak," sambung Anthony.
Lebih lanjut, nanah yang keluar dari organ genital biasanya akan menimbulkan bercak salah satunya di celana dalam dan ini bisa menjadi bagian dari diagnosis dokter. Bercak bisa berwarna putih kekuningan hingga cokelat karena ada bekas darah di sana.
Selain pemeriksaan klinis, diagnosis GO juga bisa berdasarkan pemeriksaan gram dan kultur.
Menurut Anthony, faktor risiko GO antara lain mereka yang berusia produktif (15-49 tahun) memiliki perilaku seksual aktif yang tidak aman, mengobati diri sendiri dengan membeli obat yang tanpa anjuran dokter, sehingga mengalami masa inkubasi yang pendek.
GO bisa disembuhkan namun tetap memiliki risiko berbahaya jika tidak diobati. GO yang tidak terdiagnosis dan tidak mendapat pengobatan secara benar dapat menyebabkan komplikasi dari ringan hingga berat.
Berdasarkan lokasi anatomis, komplikasi GO dapat terjadi pada genital dan sekitarnya (seperti saluran kemih, panggul dan kandungan) dan ekstra genital (faring/saluran menelan, selaput lendir mata/konjungtiva, sendi).
Infeksi GO berat dan lanjut pada wanita misalnya, bahkan dapat menyebabkan penularan infeksi GO ke bayi saat proses melahirkan dan infertilitas (kemandulan). Infertilitas pun bisa terjadi jika GO terjadi pada pria.
Anthony menyarankan, orang-orang dengan gejala GO sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan pengobatan.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 689
Ilustrasi omelet telur. Pexels.com
SitindaonNews.Com | - Screentime atau waktu melihat layar jadi topik yang banyak dibicarakan ketika anak-anak mulai menjalani proses pembelajaran jarak jauh secara online. Itu belum termasuk waktu menonton televisi atau bermain game. Jadi, jangan heran jika banyak orang tua yang khawatir dengan kesehatan mata anak.
Kabar baiknya, ada banyak makanan yang mengandung nutrisi baik buat mata. Berikut adalah daftar lima makanan yang harus Anda sertakan dalam diet anak Anda agar mata sehat, seperti dilansir Times of India.
1. Keju dan telur
Kedua makanan ini kaya akan vitamin A yang dikenal bagus untuk kesehatan mata. Kuning telur kaya akan lutein yang juga baik untuk kesehatan mata. Agar anak mau memakan keduanya, buat omelet dengan sisi kuning cerah di bagian atas, lalu tambahkan keju di atasnya.
2. Ikan
Ikan termasuk salmon dan sarden adalah sumber asam lemak omega 3. Anda dapat mencoba menghidangkan ikan dalam berbagai bentuk menarik dan menambahkan keripik di sisinya.
3. Cokelat almond
Hampir semua anak suka cokelat. Agar tambah bernutrisi, pasangkan dengan kacang almond yang kaya akan vitamin E. Anda bisa memberikannya sebagai sarapan atau sebagai camilan siang hari.
4. Sayuran
Sayuran mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan anak, termasuk vitamin A, vitamin C, dan vitamin K. Semua nutrisi ini baik untuk mata dan kesejahteraan secara keseluruhan.
5. Buah
Sebagian besar anak suka makan buah-buahan musim panas seperti mangga. Buah-buahan ini kaya akan vitamin A. Jadi, ketika anak Anda meminta camilan, beri mereka semangkuk buah musiman yang segar dan manis.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 692
SitindaonNews.Com | Siapa yang tidak suka dengan alpukat? Bukan hanya lezat rasanya, buah alpukat diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Melansir Eatingwell, alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal dalam jumlah tinggi. Asam lemak tak jenuh tunggal ini bermanfaat bagi kesehatan terutama untuk menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.
Sajian minuman berbahan alpukat, bisa kamu pilih sebagai alternatif minuman penurun kolesterol. Berikut ini resep jus alpukat susu kedelai dari Sajian Sedap.
Resep jus alpukat susu kedelai
Bahan:
- 2 buah alpukat, ambil dagingnya
- 300 ml susu kedelai dingin
- 25 gram gula pasir
- 250 gram es batu
- 1 sendok teh cokelat bubuk untuk taburan
Cara membuat jus alpukat susu kedelai
1. Siapkan semua bahan dan blender.
2. Masukkan alpukat, susu kedelai, gula dan es batu ke dalam blender. Nyalakan blender, campur sampai semua bahan menjadi lembut.
3. Matikan blender lalu sajikan jus di dalam gelas. Tambahkan taburan cokelat bubuk di atasnya.
Jus alpukat susu kedelai pun siap disajikan sebagai pendamping setelah makan olahan daging kambing.
Sumber: kompas.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 758
AP/VOA | Penyuntikan Vaksin (ilustrasi). Dokter dan guru di Rusia akan menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19.
SitindaonNews.Com | Rusia sedang mempersiapkan untuk memulai vaksinasi massal Covid-19 pada Oktober. Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan pada media pemerintah RIA, Sabtu (1/8), bahwa dokter dan guru akan menjadi orang pertama yang divaksinasi. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai vaksin yang akan digunakan.
Potensi vaksin Covid-19 pertama Rusia, yang dikembangkan oleh fasilitas penelitian negara, akan mendapatkan persetujuan peraturan lokal pada Agustus. Vaksin akan diberikan kepada petugas kesehatan segera setelah itu.
Dilansir The Moscow Times pada Sabtu (1/8) disebutkan Rusia mengonfirmasi 5.462 infeksi virus corona pada Sabtu sehingga jumlah kasus resmi negara menjadi 845.443. Selama 24 jam terakhir, 95 orang telah meninggal, sehingga total korban menjadi 14.058, angka yang jauh lebih rendah daripada di banyak negara lain yang dilanda pandemi. Sebanyak 8.114 orang pulih dalam 24 jam terakhir.
Jumlah kasus baru tertinggi adalah di Moskow, wilayah Siberia barat Khanty-Mansiysk, dan Sverdlovsk di Ural. Tingkat kematian Rusia tetap rendah dibandingkan dengan negara-negara lain yang dilanda terburuk. Ini meningkatkan spekulasi bahwa lebih banyak kasus yang tidak dilaporkan.
Pihak berwenang Rusia mulai melonggarkan langkah-langkah anti-virus pada Juni menjelang parade militer besar-besaran Perang Dunia II di Moskow dan pemungutan suara nasional mengenai reformasi konstitusi yang sekarang memungkinkan Presiden Vladimir Putin untuk tetap berkuasa hingga 2036. Kedua acara ini awalnya ditunda karena epidemi.
Moskow berencana untuk membuka bioskop dan teater pada 1 Agustus. Di ibu kota, masker wajib di toko-toko dan di angkutan umum tetapi tidak di jalan-jalan.
Beberapa institut di Rusia sedang mengerjakan vaksin virus corona. Pekan lalu Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah mengembangkan vaksin aman setelah uji klinis terhadap sekelompok sukarelawan. Uji coba sedang berlangsung dan Kementerian Pertahanan berharap uji klinis akan sepenuhnya selesai dalam beberapa pekan mendatang.
Sumber: republika.co.id
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 589
Foto: Freepik/mrsiraphol | Ilustrasi daging kambing
SitindaonNews.Com | Saat Idul Adha, olahan daging kambing tersedia di hampir semua meja makan keluarga. Namun, tidak sedikit dari masyarakat yang enggan untuk mengolah atau mengonsumsi olahan daging kambing dengan alasan kesehatan.
Perlu diketahui, daging kambing merupakan jenis daging merah yang lezat dan sehat selama memilih potongan yang tepat dan menyiapkannya dengan cara yang sehat.
"Tidak perlu takut mengonsumsi daging kambing. Daging kambing memiliki kandungan protein baik, berbagai asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh, mengandung berbagai vitamin dan mineral diantaranya zat besi, zinc, selenium, hingga vitamin B komplek," kata Spesialis Gizi Klinik, dr. Feni Nugraha, MARS, M.Gizi dalam program Hidup Sehat, tvOne, Kamis, 30 Juli 2020.
Untuk menjadikan daging kambing yang lebih sehat, penting untuk mengolahnya dengan tepat dan benar. Sebab kata dia, daging kambing tinggi lemak jenuh dan kolekstrol.
"Jadi disarankan dibuat sop, jangan dibuat gulai, tongseng yang menambahkan santan saat proses (memasak). Sebab, hal tersebut akan tambah konsumsi lemak jenuh yang kita makan," jelas Feni.
Selain itu, penting juga untuk mengatur jumlah konsumsi daging kambing agar tetap sehat. Dia menjelaskan, dalam sehari, konsumsi daging merah termasuk kambing maksimal adalah sebesar 100 hingga 110 gram.
"Kalau sate 200-300 gram atau sekitar 3-4 tusuk sehari," jelas Feni.
Selain itu, dia juga menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan saat mengonsumsi daging kambing. Selain mengandung antioksidan, sayu dan buah juga tinggi serat yang berfungsi untuk membantu menurunkan kolesterol.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 687
Ilustrasi minum teh. Shutterstock.com
SitindaonNews.Com | Teh salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang bisa minum teh sebanyak 3-4 cangkir dalam satu hari. Jumlah ini diyakini aman dan tidak berisiko menimbulkan efek samping.
Namun toleransi masing-masing individu dapat berbeda terkait jumlah cangkir teh yang aman. Sebab, efek samping teh bisa saja dirasakan walau pada asupan yang rendah. Apa saja efek samping tersebut?
Berikut efek samping minum teh jika berlebihan
1. Mengganggu penyerapan zat besi
Teh mengandung kelompok senyawa yang disebut tanin. Senyawa yang kita konsumsi berisiko berikatan dengan zat besi memicu gangguan penyerapan mineral penting ini di dalam saluran pencernaan. Apabila penyerapannya terganggu, teh dapat menimbulkan bahaya berupa defisiensi zat besi.
Tanin dalam teh disebutkan lebih berisiko mengganggu penyerapan zat besi dibandingkan dengan tanin dalam makanan hewani. Untuk menghindari risiko ini, Anda bisa mengonsumsi teh bukan saat pada jam-jam makan agar zat besi dari makanan tetap terserap dengan baik oleh tubuh.
BUGARINDO - Hidup Sehat dengan Buah Segar Lokal Indonesia
2. Mual
Tanin dalam teh tak hanya berisiko mengganggu penyerapan zat besi. Senyawa tersebut juga memiliki sifat yang berisiko mengiritasi jaringan organ-organ pencernaan. Apabila berlebihan, teh akan memicu gejala berupa sakit perut dan mual. Tiap-tiap orang juga memiliki toleransi yang berbeda terhadap efek samping teh ini. Pada orang yang sensitif, 1-2 cangkir teh terkadang sudah dapat memicu mual atau sakit perut.
Risiko bahaya minum teh di atas bisa diakali dengan menambahkan sedikit susu. Tanin dapat berikatan dengan protein dan karbohidrat sehingga mengurangi risiko iritasi pada organ pencernaan.
3. Rasa cemas, gelisah, dan stres
Kita sering menyesap secangkir teh hangat untuk menenangkan diri. Namun, teh tetaplah seperti kopi yang mengandung kafein. Berlebihan dalam konsumsi kafein, termasuk dari teh, dapat menimbulkan efek samping berupa rasa cemas, stres, dan gelisah.
Rata-rata secangkir teh mengandung 11-61 mg kafein, tergantung jenis teh yang kita minum. Konsumsi kafein di bawah 200 mg sehari berisiko lebih kecil menimbulkan rasa cemas tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa sensitivitas masing-masing orang terhadap kafein dapat berbeda.
4. Susah tidur
Kafein dalam teh tak hanya berisiko memicu rasa cemas dan gelisah. Jika dikonsumsi berlebihan, bahaya teh lainnya adalah susah tidur karena kandungan kafeinnya. Sebuah riset yang dimuat dalam jurnal Risk Management and Healthcare Policy menyebutkan, kafein dapat menghambat produksi hormon tidur atau hormon melatonin. Kurang tidur juga dapat memicu bahaya lain bagi tubuh, seperti kelelahan, gangguan memori, bahkan obesitas.
5. Heartburn
Heartburn adalah sensasi perih dan terbakar di dada yang bisa terjadi karena naiknya isi lambung ke kerongkongan. Heartburn pun berisiko menjadi efek samping teh pada beberapa orang apabila konsumsinya berlebihan. Efek ini juga disebabkan oleh kafein karena senyawa ini dapat memicu isi lambung yang asam naik lebih mudah menuju kerongkongan.
Kafein juga berisiko merangsang produksi total asam lambung. Apabila Anda terus mengalami heartburn seiring juga terlalu banyak meminum teh, maka mengurangi minuman ini sangat disarankan.
6. Komplikasi kehamilan
Kelebihan kafein dari teh juga berisiko menimbulkan masalah pada kehamilan, seperti keguguran dan berat bayi baru lahir yang rendah. Walau riset terkait efek samping teh ini masih bercampur, konsumsi teh pada ibu hamil tidak lebih dari 3 cangkir per hari.
Anda sangat dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter jika ingin menyesap teh selama kehamilan. Begitu pula jika ingin mengganti teh biasa dengan rebusan-rebusan herbal tertentu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
7. Sakit kepala dan pusing
Secangkir teh di pagi hari membantu membuat diri lebih bersemangat menyambut hari. Namun, apabila berlebihan, kafein dalam teh dapat menjadi bumerang dan menimbulkan sakit kepala dan pusing. Efek samping teh ini juga dapat bervariasi bagi beberapa orang. Misalnya, sebagian individu boleh jadi merasa sakit kepala walau hanya mengonsumsi 100 mg kafein. Apabila Anda banyak minum teh dalam satu hari dan sering merasa pusing atau sakit kepala, maka mengurangkan konsumsi teh sangat disarankan.
8. Ketergantungan terhadap kafein
Tak hanya konsumsi kopi yang menimbulkan seseorang ketergantungan terhadap kafein. Sebagai stimulan, kafein dalam teh juga berisiko menimbulkan efek samping ketergantungan dan menimbulkan gejala jika Anda tidak mengonsumsinya. Gejala henti kafein dapat beragam, seperti sakit kepala, lekas marah, dan rasa lelah. Peningkatan detak jantung juga dapat menjadi gejala henti kafein.
Sumber: cantika.com