Top Stories
-
Miskin Dulu Boleh, Jangan Miskin Permanen
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
-
Apapun Kata MSCI Pagi Ini, Jangan Ada yang Panic Selling!
-
Kenapa 90% Trader Saham Boncos?
-
Tipuan Support Tebal Cara Bandar untuk Akumulasi dan Distribusi
-
Saya Tidak Mengajak Anda Trading!
-
4 Kesalahan Keuangan yang Membuat Gagal menjadi Kaya!
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 25
4 Kesalahan Keuangan yang Membuat Gagal menjadi Kaya!
1) Pendapatan terus saja habis bahkan defisit, tetapi tidak bisa track, tak bisa dilacak, habisnya kemana saja. Catat semua pengeluaran walau kecil agar bisa diaudit oleh dirimu sendiri setiap bulan, untuk dibetulkan dan dicoret yang tidak perlu. Pelan-pelan, cashflow akan membaik.
2) Hanya fokus pada pendapatan saja, tidak pernah bekajar bagaimana cara investasi agar uangnya bisa bertumbuh kembang.
3) Malah menambah Kewajiban (Liabilitas) yang tidak perlu bukannya menambah Aset. Menukar Motor, mobil yang lebih bagus dengan cara mencicil, leasing, KPR agar nampak sukses. Ini langkah salah. Lebih baik membangun rumah kos, rumah petak,.mulai dari 3 -5 pintu. Hentikan banyak membantu saudara yang bukan kewajibannya, hanya agar kelihatan orang baiik. Ingat, ketika nanti Anda jatuh terpuruk, tidak akan ada yang membantumu.
4) Tergantung hanya Satu Sumber Pemasukan, tidak mau berusaha mencari banyak sumber pemasukan (multisources income). Berusaha cari Income dari segala penjuru: selain gaji, mengajar, private, ada panen hasil pertanian, perkebunan, sewa rumah petak. Jualan on line, coffee shop, Salon kecantiksn, barber shop, laundry, sewa mobil, dll..
R Noto Widjojo. https://www.facebook.com/share/17nxJnWGJH/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 32
JANGAN MISKIN PERMANEN!
Miskin permanen biasanya terjadi karena tercipta dari buruknya literasi finansial dari orang tua. Mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan tentang uang sejak anak-anak hingga dewasa.
Hidup dengan gaji atau penghasilan pas-pasan, harus membiaya kedua orang tuanya yang menganggur, sudah tidak produktip lagi, karena faktor usia atau malas, membiaya anak-anaknya, bahkan ada yang harus membiaya saudaranya yang menganggur.
Kondisi seperti ini biasanya ditopang dengan hutang untuk menutupi defisit keuangannya, yang akan semakin membebani hidup menjadi lebih berat.
Untuk lebih meringankan beban hudupnya agar bisa mengumpulkan uang, harus berani cut off semua bantuan yang bukan menjadi tanggung jawabnya, harus berani dikatakan pelit atau bahkan ada resiko dikatakan anak durhaka dengan cara ini. Dengan keberanian bertindak, maka akan bisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk melunasi hutang-hutangnya, dan mengumpulkan modal untuk memulai usaha mengubah hidupnya, menolak miskin
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/1E2mDBXoAL/