Top Stories
-
Mulyono, Pegawai Pajak, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK
-
Kakak Kandung Tega Bunuh Adiknya Demi Klaim Asuransi
-
Trading Mulai Ramai, Jangan Salah Pilih Saham Lagi!
-
Pilih KUMON Atau SAKAMOTO?
-
Suami Istri Cari Uang
-
Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya
Search
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1641

Pesawat Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/7/2017). - KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Kapasitas Bagasi Lion Air Alami Perubahan dari 20 kg Bakal Menjadi 10 Kg, Jika Kelebihan Bayar Lagi
TRIBUNKALTIM.CO -
Pelanggan Lion Air grup dipastikan tidak bisa membawa barang dalam koper sampai 15 kilogram.
Manajemen akan menerapkan kapasitas bagasi Lion Air menjadi 10 kg.
Selain itu, bagasi untuk Wings Air menjadi 5 kilogram.
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1125
Veny Rossa - d'travelers
Bali merupakan destinasi yang sangat populer didunia, bagi saya Bali tidak pernah membosankan sedikitpun, selalu ada yang baru di Bali, selalu menyenangkan dan berkesan berlibur ke Bali. Pada liburan kali ini saya berkesempatan mengunjungi Bali untuk kesekian kalinya. Destinasi pilihan saya jatuh kepada Nusa Penida. Nusa Penida adalah salah satu pulau yang berada disebelah tenggara Bali. Berbekal dari hasil pengetahuan mbah gugel saya memulai perjalanan kali ini. Untuk menuju Nusa Penida saya memilih menyebrang melalui Pelabuhan Sanur.
Jam 06.30 pagi saya sudah sampai Pelabuhan Sanur dan menuju booth tempat penukaran tiket fast boat yang sudah saya pesan sebelumnya secara online. Saya menaiki Idola Fast Boat, dengan tujuan Sanur-Sampalan, perjalanan menuju Sampalan kurang lebih memakan waktu sekitar 30 menit, Idola Fast Boat berangkat pukul 07.30. Harga tiket Fast Boat Idola pp Sanur-Sampalan dijual seharga Rp 150.000,- cukup murah menurut saya, namun bagi turis harganya dijual dua kali lipat. Sedikit informasi, saya salah membeli tiket fast boat, seharusnya saya membeli tiket fast boat yang menuju Toyapakeh bukan Sampalan, karena destinasi tujuan saya lebih dekat diakses melalui Pelabuhan Toyapakeh.
Alhasil, saya menempuh perjalanan lebih jauh ke destinasi tujuan saya yaitu Pantai Kelingking & Broken Beach karena saya membeli tiket fast boat ke Sampalan. Tips dari saya, sebelum memulai perjalanan selalu sedia Tolak Angin, kapanpun dan dimanapun. Apalagi pada perjalanan kali ini saya menaiki kapal laut, yang memungkinkan saya terkena paparan langsung angin laut, sebelum mual dan masuk angin menghadang saya minum Tolak Angin agar dapat Mencegah dan Mengatasi Masuk Angin. Sesampainya di Sampalan, saya langsung bertemu dengan agen dari rental motor yang saya sewa, saya menyewa sebuah sepeda motor untuk menjelajahi Nusa Penida dengan harga Rp 60.000,- per hari diluar bahan bakar. Uniknya agen rental motor tersebut menyuru saya menaruh motor ditempat semula dengan kuncinya jika saya sudah selesai memakai motor tersebut tanpa bertemu dengan agen itu lagi, di Nusa Penida motor tidak akan hilang walaupun kuncinya masih menyantel dimotor tersebut.
Sebelum memulai perjalanan saya mengisi perut disebuah warung milik warga lokal, saya memesan mie instan lengkap dengan telor dan sayur, entah mengapa rasanya berkali-kali lipat lebih nikmat daripada biasanya. Setelah perut terisi penuh, saya dan teman saya memulai perjalanan kali ini. Kami hanya mengandalkan aplikasi navigasi untuk mencapai destinasi tujuan kami, yaitu Pantai Kelingking, sedikit nekat memang. Pada awalnya perjalanan kami lancar, menurut aplikasi navigasi tersebut kami akan tiba dalam waktu kurang lebih 1 jam, ya memang jaraknya sangat jauh. Di pertengahan jalan sinyal kami mulai melemah bahkan hilang sekalipun, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya arah pada warga sekitar. Bukannya sampai lebih cepat, kami malah nyasar tak karu-karuan, belum lagi jalanan di Nusa Penida banyak yang rusak, berkali-kali kami bergantian turun dari motor ketika ada turunan atau tanjakan dengan jalanan yang rusak. Akhirnya perjalanan kami menemukan titik terang ketika kami bertemu sesama wisatawan yang berasal dari jakarta, kami sepakat untuk mencapai Pantai Kelingking bersama dengan mengandalkan aplikasi navigasi yang ia miliki. Singkat cerita, akhirnya kami sampai juga di Pantai Kelingking. Rasa takjub ketika melihat keindahan Pantai Kelingking menghampiri saya, lautan yang cantik berwarna biru terang, pasir putih yang bersih, serta tebing yang kokoh menjadi pemandangan yang membuat saya tidak dapat berkata-kata, sungguh luar biasa ciptaan Tuhan.
Setelah puas berfoto ria di Pantai Kelingking, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir yaitu Broken Beach & Angel Billabong yang lokasinya berdekatan. Seharusnya menurut rencana kami, kami ingin mengunjungi satu destinasi lagi, yaitu Crystal Bay, namun karena keterbatasan waktu kami hanya dapat mengunjungi Broken Beach & Angel Billabong. Perjalanan menuju Broken Beach & Angel Billabong tak kalah menantang dari perjalanan sebelumnya, jalanan Nusa Penida masih tidak bersahabat dengan kami. Seperti sebelumnya, berkali-kali kami bergantian turun dari motor ketika ada turunan atau tanjakan dengan jalanan yang rusak. Hari semakin sore, akhirnya kami sampai di Broken Beach & Angel Billabong yang tak kalah menakjubkan dari Pantai Keliling.
Hembusan angin yang kencang, deburan ombak yang tak tenang, dan air laut yang biru bening disuguhkan oleh tempat ini. Pada saat kami datang air laut sedang pasang, sehingga tidak memungkinkan kami untuk turun kebawah Angel Billabong, jadi kami hanya berfoto ria dan menikmati hembusan angin selama disana. Tak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat, berat hati rasanya meninggalkan pulau seindah Nusa Penida, kapal kami akan berangkat pukul 15.30 sore, mau tak mau kami bergegas untuk kembali ke Pelabuhan Sampalan. Saya harus kembali mengunjungi dan mengexplore Nusa Penida†kata-kata itu terucap didalam hati saya selama perjalanan pulang menuju pelabuhan. Jadi tunggu apalagi, segera kunjungi Nusa Penida dan jangan lupa membawa Tolak Angin. Salam Traveler!
(Veny Rossa)
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1016
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 395
Pawai Ogoh-ogoh di Surabaya diiringi Reog Ponorogo dan Barongsai (Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Hari Raya Nyepi 2022 akan diperingati besok, Kamis 3 Maret 2022. Pada perayaan Nyepi, biasanya identik dengan adanya ogoh-ogoh.
Lantas apakah itu ogoh-ogoh? Melansir laman resmi ISI Denpasar, sejak 1980-an, umat Hindu memanfaatkan ogoh-ogoh sebagai atribut acara mengelilingi desa dengan membawa obor.
Umumnya, ogoh-ogoh diarak menuju sema, yakni tempat persemanyaman umat Hindu, sebelum dibakar dan pada saat pembakaran mayat. Kemudian, ogoh-ogoh yang sudah diarak mengelilingi desa tersebut dibakar.
Karena bukan sarana upacara, ogoh-ogoh diarak setelah upacara pokok selesai diiringi irama gamelan khas Bali, Bleganjur Patung. Alat musik ini biasanya berbahan dasar bambu, kertas, dan kain.
Benda-benda sederhana tersebut merupakan kreativitas dan spontanitas masyarakat demi memeriahkan upacara. Seiring waktu, ogoh-ogoh lekat dengan berbagai perayaan demi menyemarakkan suasana, termasuk saat Nyepi.
Ogoh-ogoh sendiri umumnya berbentuk boneka raksasa yang merupakan manifestasi Bhutakala. Dalam ajaran Hindhu Dharma, Bhutakala merupakan kekuatan Bhu (alam semesta) dan Kala (waktu) yang tak terukur dan tak terbantahkan.
Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk hidup di mayapada, surga, dan neraka, seperti naga, gajah, garuda, widyadari, serta dewa. Ogoh-ogoh biasanya dibuat dari styrofoam, bambu, koran bekas, kain, cat, kawat besi, dan kayu.
Makna Ogoh-Ogoh
Patung ogoh-ogoh diarak saat pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 yang dihadiri Presiden Jokowi di Bali (23/6). Acara ini dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandi, Lapangan Puputan Niti Mandala. (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)
Ogoh-ogoh melambangkan pengakuan manusia akan kuasa alam semesta dan waktu dengan kekuatan yang dapat dibagi dua. Pertama, kekuatan Bhuana Agung (alam semesta) dan kedua, Bhuana Alit (kekuatan dalam diri manusia).
Kedua kekuatan ini dapat digunakan untuk menghancurkan atau membuat dunia lebih baik. Masyarakat Bali percaya bahwa ogoh-ogoh mempresentasikan sifat buruk di dalam diri manusia. Karenanya, mereka membuat ogoh-ogoh sebelum perayaan Nyepi.
Setelah ogoh-ogoh selesai dibuat, lalu diarak berkeliling kota atau desa, ogoh-ogoh dibakar sebagai simbol telah hilangnya sifat buruk di dalam diri manusia. Sehingga, mereka pun siap melakukan tapabrata pada Hari Raya Nyepi keesokan harinya.