Top Stories
-
HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya
-
Nasabah Menjerit di DPR: Bank Muamalat Diduga Gelapkan Dana Miliaran
-
China Berlakukan Wajib Steer-By-Wire Untuk Semua Mobil
-
Medan Perang Durian di Tiongkok
-
Pesan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 oleh Ketua DPC Garda Kamtibmas Kota Medan
-
Kasus Gagal Ginjal Meledak di Dunia, Ini Penyebabnya
Search
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 452

*BERTERIMA KASIH*.
Suatu saat saya menemui teman lama warga negara asing yang katanya sudah menetap di Jakarta. Ketika bertemu dengannya, saya terhenyak. Dia nampak lusuh dalam usia menua. Tak terbayangkan dia dulu yang hidup plamboyan namun kini nampak tak seperti dia yang dulu saya kenal. Namun dari pancaran wajahnya , saya liat dia bahagia dan baik baik saja. Dia tinggal di rumah seseorang yang bukan keluarga kandungnya. Entah bagaimana dia bisa tinggal di tempatnya sekarang.
" Broo saya tidak bangkrut. Harta saya masih ada.Namun kini dikuasai anak anak saya.Mereka terlalu sibuk sehingga mereka kirim saya ke rumah Panti. Sejak dirumah panti , mereka tidak pernah mengunjungi saya. " Katanya dengan suara datar.
"Suatu saat datang Wati ke panti dan dia minta agar saya tinggal bersamanya di jakarta. " katanya melirik kepada wanita muda disampingnya. "Itulah sebabnya saya disini"Sambungnya.
" Saya baru tau tahun lalu ketika ada yang bilang bapak tinggal di rumah jompo dan sakit sakitan. Makanya saya minta izin kepada anak anak bapak untuk merawatnya di rumah saya. " Kata Wati.
Saya bengong.
"Maaf saya memang bukan orang kaya tapi saya tidak minta bayaran merawat bapak." kata wati dengan tersenyum. " Ini saya lakukan karena kata ibu saya , sedari kecil bapak lah yang menanggung biaya hidup saya sampai saya selesai kuliah. Padahal ibu saya bukanlah siapa siapa bagi bapak, ketika niat saya ingin merawat bapak,suami saya juga mendukung. Kami bahagia dengan kehadiran bapak disini dan setidaknya saya telah melaksanakan amanah dari almarhum ibu saya untuk mencintai bapak selalu."
*Belakangan saya tahu Wati bersama Suaminya sedang membangun jaringan rumah sakit kelas C. Entah dari mana dia dapat modal. Tapi dari caranya yang pandai berterimakasih maka akan mudah bagi dia bertemu orang baik yang mau bermitra dengan dia. Orang baik akan selalu bertemu orang baik, Orang berprasangka baik akan selalu betemu orang berprasangka baik. Dan ia akan terhindar dari orang pengeluh dan punya prasangka buruk*
moral cerita.
*Jangan pernah ragu untuk berbagi dan berbuat baik. Karena bukan tidak mungkin orang yang sangat kamu harapkan membantumu ketika lemah, justru abai dengan mu.Tapi ada orang lain yang tak pernah kamu harapkan membantumu justru dialah yang menjadi tongkatmu*.
*Bukan apa yang kamu harapkan dari perbuatan baik mu tapi ikhlaslah karena Tuhan. Tuhan maha adil dan tidak pernah tidur. Kebaikanmu akan selalu berbuah baik, entah dari mana datangnya. Mungkin kamu harus berkorban untuk 1000 orang agar mendapatkan satu kebaikan dari orang lain yang pandai berterimakasih dan itu kamu dapat disaat kamu benar benar membutuhkannnya. Disitulah kehadiran Tuhan untuk menjagamu dan agar kamu pandai* *bersyukur..paham ya sayang*..?
Oleh: Wawan Suwandi
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1313717312462445&id=100014725653904
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 592

Mengenal Kartini Muljadi yang masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia pada 2021 dengan harta hampir Rp10 triliun.
SitindaonNews.Com, || Kartini Muljadi yang kini berusia 91 tahun merupakan pemilik Grup Tempo, perusahaan yang menjadi induk dari PT Tempo Scan Pasific Tbk.
Berikut 5 fakta menarik Kartini Muljadi yang dirangkum di Jakarta, Jumat (28/1/2022).
1. Punya Harta Rp10 Triliun
Melansir Forbes, harta kekayaan Muljadi Kartini mencapai USD695 juta atau sekitar Rp10 triliun. Dengan jumlah kekayaanya tersebut, dia menduduki posisi ke-50 orang terkaya di Indonesia.
2. Pemilik Grup Tempo
Kartini Muljadi dan anak-anaknya memiliki grup Tempo. Adapun perusahaan terbesarnya adalah PT Tempo Scan Pasific Tbk. Perusahaan ini membuat obat-obatan dan barang konsumsi.
3. Seorang Pengacara dan Mantan Hakim
Muljadi adalah seorang pengacara dan mantan hakim. Firmanya Kartini Muljadi & Rekan adalah firma hukum korporasi dan komersial Indonesia yang terkenal.
4. Produk Perusahaannya Tak Asing di Indonesia
PT Tempo Scan Pasific Tbk selama ini dikenal sebagai produsen produk farmasi dan consumer goods. Beberapa produknya terbilang sudah tidak asing di Indonesia.
Adapun beberapa produk obat-obatan yang diproduksi Grup Tempo antara lain Bodrex, Vidoran, Hemaviton, Oskadon, Bodrexin, Neo Rheumacyl, Oskadryl, Contrexyn maupun Zevit Grow.
Sementara di lini consumer goods, produk Tempo Scan Group di antaranya Marina, My Baby, S.O.S, Total Care, Claudia maupun Pure Baby. Perusahaan ini berkantor pusat di kawasan Rasuna Said Jakarta Selatan.
Grup Tempo juga merambah ke bisnis kosmetik dengan merilis produk seperti Marina dan Ultima II, Revlon, Estee Lauder, Clinique, MAC, Bobbi Brown, La Mer, dan Jo Malone London.
5. Pernah Meluncurkan Buku
Melansir Forbes, Kamis (27/1/2022), Kartini Muljadi pernah meluncurkan buku tentang batik, gambar tradisional Indonesia di atas kain. Peluncuran itu dilakukan pada hari ulang tahunnya yang ke-87 di tahun 2017.
Sumbet: idxchannel.com
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1642

Permasalahan utama baju putih yang sering kita alami adalah baju mudah dekil.
Apalagi kalau baju putihnya dipakai lalu dicuci dengan sembarangan saja.
Dalam 5 kali cuci saja, warna baju sudah pasti langsung berubah.
Nah, ternyata kita bisa loh mengatasi baju putih dekil cuma modal air panas.
Coba mulai hari ini rendam selama minimal 2 jam.
Hasilnya dijamin gak main-main.
Cara Mencuci Baju Putih Dekil
Ternyata ada trik menjaga baju tetap putih, terutama jika bajunya sudah terlanjut dekil.
Kita cukup mengikuti beberapa trik berikut, dilansir dari Boldsky.com.
1. Tips pertama untuk menjaga baju tetap putih adalah selalu mencucinya secara terpisah.
Sebaiknya, jangan pernah mencampur pakaian putih di mesin atau bak dengan pakaian berwarna.
Engga Perlu Pakai Pemutih, Ternyata Beberapa Bahan Di Rumah Kita Bisa Bikin Baju Putih Seperti Baru Lagi
Engga Perlu Pakai Pemutih, Ternyata Beberapa Bahan Di Rumah Kita Bisa Bikin Baju Putih Seperti Baru Lagi
2. Gunakan pemutih klorin untuk mencuci pakaian putih.
Jangan pernah mencuci kaus kaki dengan pemutih klorin karena elastis mengendur sehingga tidak tahan lama.
Jangan gunakan pemutih klorin pada baju putih secara teratur.
Gunakan pemutih sekali dalam sebulan karena penggunaan yang berlebihan dapat membuat pakaian berwarna putih menjadi kuning atau abu-abu.
3. Campur soda kue dengan cuka untuk menghilangkan noda dari pakaian putih dan merawatnya.
4. Rendam pakaian dalam air panas jika bahan kain bisa menopangnya, sehingga perhatikan label pada baju apakah bahan tersebut baik dicuci menggunakan air panas atau tidak.
Ini membantu menghilangkan noda dari pakaian putih tanpa banyak usaha.
5. Hapus noda dari pakaian putih sebelum dikeringkan.
Jika noda tetap ada bahkan setelah dikeringkan, cuci kembali karena noda menjadi permanen setelah dikeringkan.
Coba gunakan lemon untuk menghilangkan noda.
6. Menggunakan air lemon
Moms bisa menambahkan jus lemon ke air selama pencucian terakhir untuk menghilangkan noda dari pakaian putih dan mempertahankan warnanya.
7. Menggunakan cuka juga bisa menjaga baju tetap putih.
Tambahkan beberapa tetes cuka pada pencucian terakhir untuk menghilangkan noda dari pakaian putih dan menjaganya tetap putih.
Bau cuka hilang setelah dikeringkan dan pakaian bisa bertahan lebih lama.
Bahan dapur yang berguna untuk mengatasi keluhan pakaian bau keringat adalah sabun cuci piring!
Tidak percaya? coba saja oleskan sabun cuci piring pada bagian kerah dan ketiak pakaian.
Diamkan selama 5-10 menit sebelum menguceknya sedikit, kemudian bilas dengan air bersih.
Dijamin, bau keringat akan hilang dan pakaian menjadi bersih kembali.
Tidak hanya itu, sabun cuci piring juga bisa menghilangkan noda membandel pada pakaian, lo!
Cara kerjanya sama. Oleskan gel sabun cuci piring pada bagian yang bernoda dan diamkan selama 15 menit.
Pasti noda akan hilang dan pakaian jadi bersih kembali.
Kemampuan sabun cuci piring untuk hilangkan bau keringat pada pakaian berasal dari sifat sabun yang merupakan peluruh lemak.
Setiap produk sabun cuci piring pasti didesain untuk meluruhkan lemak sisa makanan yang menempel pada alat makan dan alat masak.
Nah, hal ini juga berlaku pada peluruhan noda keringat.
Sumber: sajiansedap.grid.id
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 621

Sitindaonnews.Com | Hama kutu putih acapkali menyerang tanaman cabai. Bintik berwarna putih pada bagian daun itu tampak seperti jamur.
Namun, coba periksa daun tanaman Anda lebih dekat. Apakah ada seperti serat kapas putih atau serangga kecil bergerombol berwarna putih? Jika ya, maka itu adalah kutu putih.
Walau hanya bercocok tanam di rumah, tanaman tetap bisa terserang hama seperti kutu putih, kutu sisik, tungau laba-laba, agas jamur, hingga siput.
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membasmi hama kutu putih tersebut, yakni dengan menggunakan pestisida.
Pestisida pun tidak harus dengan bahan kimia sehingga berbahaya untuk disemprotkan di sekitar rumah.
Mengenal kutu putih
Jenis hama yang merupakan anggota famili serangga Coccoidea ini umum menyerang tanaman hias dan tanaman yang ada di halaman rumah.
Dilansir dari Gardening Know How, ukuran kutu putih berkisar antara 1 hingga 4 milimeter, dengan panjang tergantung usia dan spesiesnya. Pada tanaman di halaman rumah, kutu putih biasanya hidup berkoloni.
Kutu putih betina bisa terlihat seperti kapas kecil, terutama saat bertelur. Kutu putih jantan dewasa berumur pendek menyerupai lalat bersayap dua dan jarang terlihat.
Nimfa yang baru menetas memiliki warna yang bervariasi, dari kuning hingga merah muda.
Kutu putih di halaman mengurangi kekuatan tanaman, terutama ketika populasi besarnya menyedot getah dari daun dan batang tanaman.
Saat makan, kutu putih mengeluarkan melon atau kotoran manis. Jamur jelaga tumbuh di atas melon. Hal ini mengurangi kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis, menyebabkan daun dan bagian tanaman mati.
Cara membuat pestisida alami untuk basmi kutu putih
Anda bisa membuat pestisida alami dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Berikut beberapa cara membut pestisida alami untuk membasmi kutu putih pada tanaman cabai Anda:
1. Campuran Sabun
Campuran sabun dengan sedikit minyak bisa menjadi pilihan untuk mengusir hama dengan tubuh kecil.
Pestisida ini memang tidak terlalu kuat tapi cukup untuk membunuh kutu daun atau kutu putih.
Selain itu, pestisida jenis ini juga lebih aman digunakan di sekitar rumah.
Cara membuatnya cukup mudah, Anda bisa mencampurkan sabun cari ringan dengan sedikit minyak sayur atau kelapa ke dalam air suling.
Teman-teman bisa memberikan satu sendok sabun cair bebas pewangi dan tambahkan dengan lima sendok makan minyak sayur.
Campurkan juga sekitar setengah liter air hangat, lalu kocok cairan sebelum diaplikasikan ke tanaman.
Semprotkan campuran itu pada bagian tanaman yang terinfeksi secara merata. Semprotkan pada bagian atas serta bawah daun, batang, dan setiap cabang.
2. Air Cabai
Air cabai sebagai pestisida alami dapat dibuat dari bubuk cabai yang dicampur dengan sedikit sabun cair lembut.
Untuk membuat semprotan, campurkan satu sendok makan bubuk cabai dengan satu liter air.
Lalu tambahkan juga beberapa tetes sabun cair lembut. Kocok larutan tersebut dan aplikasikan pada tanaman yang terkena infeksi.
Anda juga bisa membuat pestisida ini dari paprika segar.
Pertama, Anda perlu menghaluskan satu setengah cangkir paprika segar dengan satu setengah cangkir air.
Setelah halus tambahkan satu liter air dan didihkan.
Dinginkan larutan paprika. Setelah dingin bisa langsung diaplikasikan ke tanaman yang terinfeksi hama.
3. Bawang Putih
Bawang putih memiliki aroma yang kuat dan menyengat. Dengan aroma kuat itu, bawang putih mampu mengusir hama yang ada pada tanaman.
Untuk membuatnya, Anda bisa menyiapkan bawang putih dan air.
Caranya, siapkan 2 umbi utuh bawang atau sekitar 10 siung bawang putih ukuran segar. Lalu, blender bawang putih dengan sedikit campuran air.
Simpan larutan itu semalaman, lalu saring ke dalam botol.
Sebelum digunakan, tambahkan cairan itu dengan satu setengah cangkir minyak sayur, satu sendok teh sabun cair lembut, dan sedikit air lalu campurkan dengan rata.
Larutan pun bisa diaplikasikan langsung pada daun dan batang tanaman secara merata.
Sumber: kompas
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 701

SitindaonNews.Com | Seorang petani India kini harus menyewa tim keamanan untuk melindungi hasil panen dari pohon mangga termahal di dunia, yang tidak sengaja dia tanam.
Sankalp Singh Parihar mengaku awalnya tidak tahu keistimewaan dari tanaman, yang dibelinya dari seorang pria dalam perjalanan menggunakan kereta empat tahun lalu.
Kini di lahannya, Parihar dan rekannya menanam varietas mangga termahal di dunia, yang diketahui merupakan varietas mangga Miyazaki.
Newsweek pada Rabu (23/6/2021) melaporkan, Parihar sebenarnya sedang mencari benih kelapa hibrida ketika itu.
Tapi dalam perjalanan, dia membeli pohon mangga dari teman seperjalanan seharga 33 dollar AS (Rp 476.683).
"Saya tidak tahu jenis mangga itu apa, tapi saya menamakannya Damini, (sesuai) dengan nama ibu saya, dan menanamnya," katanya kepada Vice.
"Saya menanamnya (pohon anakan) seperti tanaman mangga biasa, tetapi beberapa bulan kemudian, saya melihat bahwa itu mengembangkan (buah berwarna) merah yang indah."
Kabar soal Parihar yang menanam mangga merah yang unik ini tersiar ke seluruh negeri dan menggemparkan kalangan pengusaha India.
Segera, dia mengetahui bahwa dia tampaknya (dan tanpa disadari) memiliki mangga Miyazaki yang didambakan.
Varietas mangga ini terutama ditanam di Jepang, dan dikenal juga sebagai "telur matahari." Setiap buah mangga Miyazaki dilaporkan berharga sekitar 50 dollar AS (Rp 722.422), sehingga menjadikannya barang mewah.
Sejak itu, Parihar dilaporkan telah menerima penawaran setinggi 283 dollar (Rp 4 juta) untuk satu buah mangga Miyazaki yang dia tanam.
Di Jepang pertumbuhan mangga Miyazaki sangat diatur di setiap tahapnya.
Seperti dilansir Miyazaki Local Products and Trade Promotion Center, setiap buah harus memiliki berat minimal 350 gram, dan mengandung kadar gula minimal 15 persen agar dapat sampai ke tangan konsumen.
Tidak seperti kebanyakan buah-buahan, mangga jenis ini dipanen hanya ketika mereka benar-benar matang.
Panennya menggunakan metode "pemanenan bersih" yang memungkinkan buah jatuh secara alami dari pohon pada puncak kematangannya.
Oleh petani Jepang, buah ini tidak dibiarkan jatuh begitu saja ke tanah. Buah yang matang akan ditangkap dengan lembut oleh selubung jaringnya.
Akan tetapi, di India, Parihar dilaporkan mampu menanam mangga seperti yang ia lakukan pada varietas lain.
Varietas mangga satu ini tampaknya juga berkembang pesat di iklim negara itu.
Menurut Vice, Parihar telah menanam sekitar 52 mangga sejauh ini. Tetapi dia belum menjual satu pun.
“Ini adalah bayi kami dan fokus kami saat ini adalah terus mengasuh mereka dan menggunakan biji buah untuk menanam yang baru,” jelas Parihar.
Menurut The Times of India, ia telah menanam 150 pohon mangga Miyazaki di kebunnya. Tetapi hanya empat yang saat ini menghasilkan buah.
Namun, keberhasilan menumbuhkan varietas baru ini memiliki tantangan tersendiri.
"Tahun lalu ada insiden pencurian dan kami memutuskan untuk meningkatkan keamanan di sini," jelas Parihar kepada The Times of India.
"Kami memiliki satu anjing tahun lalu, sekarang kami memiliki sembilan ekor. Ada enam jenis anjing gembala Jerman, dan tiga adalah ras lokal. Dan kami telah mengerahkan tiga penjaga keamanan juga."
Ke depan, Parihar mengatakan kepada Vicebahwa dia berharap tidak hanya memenuhi seluruh kebunnya dengan mangga Miyazaki, tetapi juga ingin berbagi kekayaan dengan petani India di seluruh negeri.
“Visi saya adalah setiap rumah tangga India harus mampu membeli mangga ini,” kata Parihar.
"Di Jepang, itu mahal karena ditanam di lingkungan yang mahal. Di India, kita bisa menanamnya secara alami dan mengurangi pengeluaran."
Sumber: kompas.com