Top Stories
-
Jika Indonesia Dipimpin Kim Jong Un, Negara Kuat, Rakyat Diam
-
Refly Minta Berkas, Polisi Nolak Tegas
-
BEI Bekukan 38 Saham Tidak Penuhi Ketentuan Free Float, Banyak Peritel Pada Kejebak
-
Makan Bergizi Gratis Untuk Siapa?
-
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Tolak PSN Food Estate di Merauke: Pembangunan Tidak Boleh Rampas Tanah Adat
-
Rakyat Menuntut Rampas Aset Koruptor, Hasilnya Justru Aset Rakyat Yang Akan Dirampas
Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 513

Mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara yang menjadi terdakwa kasus dugaan peredaran narkotika bersama terdakwa Linda Pujiastuti menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Rabu, 1 Maret 2023. Dalam sidang ini, Dody membacakan surat tulisan tangan yang berisi skenario kasus dari Teddy Minahasa setelah tertangkap. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
SitindaonNews.Com, || Linda Pudjiastuti atau dikenal juga dengan nama Anita Cepu mengatakan pernah bersama Inspektur Jenderal Teddy Minahasa pergi ke Taiwan untuk melihat pabrik sabu di sana.
Kesaksian Anita Cepu itu merupakan jawaban atas pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang kasus sabu ditukar tawas yang kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu, 15 Maret 2023.
“Di dalam BAP saksi Teddy Minahasa dalam berkas terdakwa Linda. Teddy mengatakan kekesalan terhadap ibu Linda ditipu di Brunei dan di Laut China Selatan. Kemudian, izin saya kutip ‘kemudian, kedua saya diajak ke Taiwan dan ditemukan pabrik di sana’ pertanyaannya ke Taiwan dan ke pabrik dalam rangka apa?,” tanya JPU ke Linda.
Linda lantas menjawab singkat, pabrik sabu.
Kemudian, Anita Cepu mengatakan soal kegagalan mengungkap sindikat sabu di Laut China Selatan, ia telah meminta maaf kepada Teddy dan telah dimaafkan.
Setelah kegagalan itu, Anita mempunyai informasi tentang adanya pabrik sabu di Taiwan. Menurutnya, Teddy sempat bertanya soal apakah ia kenal dengan bandarnya dan jika mengenal mantan Kapolda Sumatra Barat itu meminta bagian.
"Ya bilang aja buy 1 get 1, dia bilang begitu,” kata Anita.
Anita mengatakan bandar Mister X mau kirim sabu ke Indonesia seberat 1 ton, maka bandar berikan jatah penangkapan 1 ton ke kepolisian. Meski demikian, hal itu ditolak oleh Teddy.
Teddy meminta uang sebesar Rp 100 miliar untuk pengiriman setiap 1 ton sabu.
“Jadi, saya ke sana ketemu mister X, waktu itu saya ketemu 3 kali di Taiwan dengan Pak Teddy,” tutur dia.
Akan tetapi, karena dianggap terlalu mahal oleh bandar sabu Taiwan. Transaksi itu tidak terjadi.
“Karena terlalu itu terlalu mahal akhirnya nggak jadi,” ucapnya.
Keberangkatan Anita ke Taiwan sebanyak 3 kali hanya dilakukan berdua dengan Teddy Minahasa. Ia mengatakan kesaksiannya tersebut bisa dibuktikan dari paspornya.
Sumbet: metro.tempo.co
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 403

Menko Polhukam Mahfud Md mengungkap ada transaksi janggal senilai Rp300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Transaksi itu sebagian besar berada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.
"Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp 300 T di lingkungan Kementerian Keuangan yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Bea Cukai, itu yang hari ini," kata Mahfud saat ditemui di UGM, Rabu (8/3/2023).
Mahfud mengaku sudah menyerahkan informasi itu kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan PPATK. Dia minta transaksi tiu dilacak.
"Sekarang hari ini sudah ditemukan lagi kira-kira Rp 300 T itu harus dilacak. Saya sudah sampaikan kepada Bu Sri Mulyani, PPATK juga sudah nyampaikan," ujar Ketua Tim Penggerak Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini.
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 378
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 671
Ilustrasi tabrakan
Sepasang kekasih yang bakal menikah mengalami kecelakaan lalu lintas hingga keduanya meninggal dunia.
Sepasang kekasih itu berinisial, DP (29) dan AAP (26). Mereka meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan pada Kamis (5/4/2022) lalu.
Keduanya mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya usai kendaraan sepeda motor yang di kendari DP berbenturan dengan sepeda motor Suzuki Smash yang melintas.
Kapolsek Medan Area Kompol Sawangin menjelaskan, kecelakaan itu bermula saat pasangan kekasih yang dikabarkan akan segera menikah itu berboncengan dengan mengendarai sepeda motor.
"Naik Honda Beat, keduanya mau ke arah Amplas. Dan saat ingin berbelok ada sepeda motor Suzuki Smash datang dari arah lainya dan terjadilah kecelakaan itu. Katanya, memang keduanya pasangan kekasih yang akan menikah," kata Sawangin kepada Tribun Medan, Sabtu (7/5/2022).
Sawangin menyebut, saat itu pengendara sepeda motor Suzuki Smash memang melaju dengan kecepatan tinggi.
Benturan yang sangat keras membuat kedua pasangan tersebut jatuh ke aspal jalan.
Kedua pasangan kekasih itu pun kemudian mengalami luka serius hingga tak sadarkan diri.
Warga pun kemudian membawa keduanya ke rumah sakit terdekat.
"Memang sangat keras karena satu pengendara yang naik Suzuki Smash itu melaju agak kencang. Itu karenanya kedua pasangan itu tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit," kata dia.
Usai menabrak, pengendara Suzuki Smash tersebut kata Sawangin sempat menghantar keduanya ke rumah sakit. Namun dia lantas kabur diduga lantaran melihat kedua korban dalam kondisi luka parah.
"Memang pengendara Smash itu sempat membawa keduanya ke rumah sakit. Tapi kemudian dia melarikan diri," katanya.
Hingga saat ini, polisi pun masih memburu keberadaan pengendara tersebut. Sawangin menyatakan pihaknya sudah mengantongi identitas motor yang digunakan pada kecelakaan tersebut.
"Tapi identitas kendaraan sudah kita kantongi tinggal nanti kita bersama Samsat untuk mengecek pemilik kendaraan tersebut. Muda mudahan bisa segera kita dapat," katanya.
Sumber: tribunnews.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 736
A photo of some personal belongings of the passengers aboard Flight MU5735, a China Eastern Airlines flight that crashed in South China's Guangxi Zhuang autonomous region on March 21, 2022. [Photo/CCTV News]
Some personal belongings of the passengers on a China Eastern Airlines flight that crashed in South China's Guangxi Zhuang autonomous region on Monday were discovered by a search and rescue team.
Flight MU5735 left Kunming, capital of Yunnan province, at 1:11 pm and was scheduled to arrive in Guangzhou, Guangdong province, at 3:05 pm. Air traffic controllers lost track of the plane over Wuzhou, Guangxi. The flight was carrying 123 passengers and nine crew members.
According to video footage released by CCTV around noon on Tuesday, the search and rescue team found wallets, identification cards and bank cards at the crash site in a forest near Tengxian county's Molang village.
No information about the passengers and crew members was available by 1 pm.
Much of the debris from the aircraft is in small pieces, said Li Chenbin, who heard a loud bang caused by the crash echoing across the mountains covered by forest around 2:20 pm on Monday.
"I heard a loud bang while working on the mobile communication network nearby," said Li, a technician with China Mobile's Guangxi branch. "I then rushed to the site with my colleagues and saw the aircraft debris, much of which was in small pieces. It was scattered all over the mountains. The biggest piece I saw is part of a wing with China Eastern's logo."
Without a stable electricity supply, search and rescue teams have been using emergency lights and head lights to work overnight, said Li, who stayed near the site to maintain the mobile communication network that is critical for search and rescue efforts.
As the crash site is surrounded by mountains on three sides with only a narrow road that leads to it, it's been difficult to carry out the search and rescue work. Local villagers have been using motorbikes to carrying supplies, including tents, food and water, to the crash site.
The Civil Aviation Administration of China and the Ministry of Emergency Management have sent task forces to the site to help with the rescue efforts. In addition, Vice-Premier Liu He and State Councilor Wang Yong have instructed relevant officials to guide the rescue efforts, the aftermath and the investigation into the cause of the crash.
Sources: chinadaily.com.cn