Top Stories
-
Rahasia Cuan Saat IHSG Merah dan Harga Saham pada Nyungsep
-
Untuk Menjadi Kaya, Ada 5 Tahap yang Harus Anda Lalui
-
Mas Didit ke Solo ada apa?
-
Sikap Mentalmu Hari ini akan Menentukan apakah Kelak Hidup Kaya atau Miskin!
-
Miskin Dulu Boleh, Jangan Miskin Permanen
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
-
Apapun Kata MSCI Pagi Ini, Jangan Ada yang Panic Selling!
Search
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1894
?ASAL USUL NAMA ORANG BALI
?Asal Usul dan Arti Nama Orang Bali
Jika Anda sedang berada di Bali,Anda tentu sering mendengar nama-nama khas Bali mulai Wayan,Made,Nyoman,Ketut,dan sebagainya.Semua nama itu ternyata ada artinya.
✍️Kita mulai dulu dengan sebutan I dan Ni pada nama-nama orang Bali. Huruf I di depan nama Wayan misalnya,adalah kata sandang yang bermakna laki-laki.Sementara kata sandang penanda kelamin perempuan adalah Ni.I dan Ni juga bermakna seorang lelaki dan wanita dari keluarga masyarakat kebanyakan,tidak berkasta atau biasa disebut orang jaba.Jika ia terlahir di keluarga penempa besi,maka orang Bali ini bernama Pande. Bila di depan Wayan gelarnya Ida Bagus,ia tentu terlahir di keluarga Brahmana.Ida Bagus berarti yang Tampan atau Terhormat.Jika saja ia digelari Anak Agung,maka ia lahir di keluarga bangsawan.
✍️Nama Wayan berasal dari kata “ wayahan " yang artinya yang paling matang.
✍️Titel anak kedua adalah Made yang berakar dari kata " Madia " yang artinya tengah.
✍️Anak ketiga dipanggil Nyoman yang secara etimologis berasal dari kata " uman " yang bermakna “ sisa ” atau “ akhir ”.
Jadi menurut pandangan hidup orang Bali,sebaiknya sebuah keluarga memiliki tiga anak saja. Setelah beranak tiga,kita disarankan untuk lebih “ bijaksana ”.Namun zaman dahulu,obat herbal tradisional kurang efektif untuk mencegah kehamilan,coitus interruptus tidak layak diandalkan, dan aborsi selalu dipandang jahat,sehingga sepasang suami istri mungkin saja memiliki lebih dari tiga anak.
✍️Anak keempat gelarnya Ketut.Ia berasal dari kata kuno " Kitut " yang berarti sebuah pisang kecil di ujung terluar dari sesisir pisang.Ia adalah anak " bonus " yang tersayang. Karena program KB yang dianjurkan pemerintah,semakin sedikit orang Bali yang bernama Ketut.Itu sebabnya ada kekhawatiran dari sementara orang Bali akan punahnya sebutan kesayangan ini.
♥️Wayan, Made, Nyoman, Ketut♥️
?Menurut situs balirustique com,orang Bali memiliki sebuah tabu atau pantangan bahwa petani tidak boleh menyebut kata tikus,yang di Bali disebut bikul,jika sedang ada di sawah.Menyebut tikus di sawah,dipercaya bagai mantra yang bisa memanggil tikus. Untuk itu jika sedang di sawah,orang memanggilnya dengan julukan spesial ” Jero Ketut ”.Ia bermakna tuan kecil.Ini berangkat dari pandangan bahwa tikus bagimanapun juga adalah bagian dari keseimbangan alam.
✍️Bila keluarga berencana gagal,dan sebuah keluarga memiliki lebih dari empat anak,maka mulai dari anak kelima,orang Bali mengulang siklus titel di atas.Anak kelima bergelar Wayan,keenam Made,dan seterusnya.
✍️Namun jika bicara lebih rinci,ketiga titel hirarki kelahiran orang Bali memiliki sinonim;
?untuk Wayan:Putu,Komang,atau Gede;
?untuk Made:Kadek atau Nengah; ?untuk Nyoman:Komang.
?Sementara nama Ketut yang istimewa tak bersinonim.
✍️Seperti orang Jawa,orang Bali tidak memiliki nama marga atau nama keluarga ( family name ).Jadi kalau dilihat dari kaca mata orang barat,orang Bali hanya memiliki first name tanpa family name.Konon ini memudahkan orang untuk menyamar di waktu perang.Bahkan bila terpaksa,setelah kekalahan militer,seorang bangsawan bisa mengaku sebagai orang kebanyakan.Dan seluruh keturunannya pun terpaksa memakai titel I atau Ni.
✍️Meski tidak mengenal nama marga atau fam,ada juga orang Bali yang yang turun temurun dengan jelas menambahkan nama marga atau sub marga sepeti Dusak, Pendit,dan lain lain di belakang nama depan .Misalnya saja ( hanya rekayasa ),Wayan Sujana Pendit.Di jaman modern ketika nama keluarga jadi penting untuk urusan paspor atau kalau tinggal di luar negeri, beberapa keluarga Bali yang progresif membuat nama marga baru yang biasanya diambil dari nama seorang ayah yang berpendidikan tinggi dan “ sukses ”.
✍️Banyak hal yang berubah di Bali sejak kemerdekaan IndonesiaBila di zaman dulu orang menamai anaknya sekehendak hati,sering tanpa arti,atau hanya onomatope,di zaman sekarang ini,orang-orang mulai ramai memakai nama yang berasal dari bahasa Sanskerta.Ada juga nama orang Bali kini yang sudah 'bernuansa' barat seperti misal I Ketut Bobby atau Ni Luh Ayu Cindy.
?Dikutip dari berbagai sumber
Kiranglangkung ampure...?
Semoga bermanfaat..?
Rahayu..??
Copas: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3145110985580265&id=803774136380640
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 831

Mumi Agat Mamete Mabel yang dirawat oleh Eli Mabel (kiri) di desa Pumo, Distrik Wogi, Silakarmo Doga, Wamena, kabupaten Jayawijaya, Papua, 9 Agustus 2017. Eli Mabel merupakan keturunan ke -13 yang menjaga mumi tersebut, kemungkinan usia mumi itu berumur lebih dari 200 tahun. Tempo/Rully Kesuma
Jakarta - Pada masa prasejarah Suku Dani di Lembah Baliem, Papua, memiliki dua tradisi penguburan yaitu jenazah dibakar atau disimpan dalam bentuk mumi.
Penanganan mayat dengan cara dikremasi umumnya dilakukan untuk seluruh anggota Suku Dani.
Read more: Cerita Tradisi Mumi Prasejarah di Papua, Begini Prosesnya
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1548
Seluruh Manajemen Sitindaon News
Mengucapkan
SELAMAT HARI NATAL 25 DESEMBER 2019
DAMAI SUKACITA KIRANYA SELALU ADA DALAM HATI DAN JIWA KITA SEMUA.
Dari seluruh manajemen :
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 978

Uni Emirat Arab (UEA) makin fokus untuk menggencarkan toleransi di kalangan masyarakatnya. Fasilitas tempat ibadah tiga agama samawi, Islam, Krisitiani, dan Yahudi, akan diakomodasi lewat pembangunan proyek Abrahamic Family House.
Dilaporkan VOA Indonesia, Minggu (15/12/2019), kompleks itu tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah namun juga berbagai kegiatan yang menekankan pada dialog antar agama
Read more: Dukung Toleransi, Uni Emirat Arab Tambah Gereja dan Sinagoge
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 802
Ilustrasi sapi. (Pixabay/Kamil Slusarczyk)
Perayaan Hari Natal tinggal hitungan hari, semua orang telah bersiap tak terkecuali bagi masyarakat Batak Toba. Tahukah travelers, bahwa masyarakat Batak Toba memiliki tradisi Natal yang serupa dengan kurban saat Idul Adha?
Nah, tradisi menyembelih hewan ternak ini kerap disebut warga masyarakat sekitar dengan marbinda. Tradisi ini sekilas sangat mirip dengan yang dilakukan oleh umat Muslim ketika Idul Adha tiba lho.
Read more: Marbinda, Tradisi Natal Khas Masyarakat Batak Toba yang Serupa Kurban
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 842

Puji Tuhan Hari ini Masayarakat Desa Fadoro Kec. Gunungsitoli Idanoi merayakan Hari Raya Natal,Setelah 22 Tahun lamanya Perayaan Natal Desa Tidak dirayakan.
Read more: Masyarakat Desa Fadoro Nias Merayakan Natal Setelah 25 Tahun Tidak Merayakannya