Top Stories
-
3 Pilihan Hidup Anak Muda, Jika Usiamu 26-30 Tahun.
-
Aturan Main Crypto di Indonesia Resmi Berubah Total!
-
Singapura Sabotase Ekonomi Kita Balas Dengan Tunda Ekspor Energi Listrik Sampai Mereka Gelap
-
Saatnya Menjemput Revolusi Indonesia
-
Korupsi di Indonesia Sudah Jadi Bencana Luar Biasa
-
Jangan Miskin Permanen
-
Jangan Sampai Salah, Sebelum Entry Amati Dulu IHSG Sampai Pukul 09.¹⁵ Merah atau Hijau
-
Banyak yang Menyerang Saya, Hahahaha
-
Asing Ingin Hancurkam Ekonomi Indonesia dengan Kampanye "Sell Indonesia" oleh Singapore
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 809
Zal sedang berada di sebuah kios tempatnya bekerja dan melihat sejumlah orang berkerumun mendatangi beberapa kios, termasuk ke kios tempatnya bekerja.
Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua menjadi kisah kelam bagi seluruh warga perantau yang berada di daerah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Tak terkecuali, Erizal (42) yang berasal dari Sungai Rampan, Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Erizal menjadi salah satu penyintas yang selamat saat kerusuhan di Wamena karena berpura-pura mati.
Read more: Kisah Pilu Erizal yang Kehilangan Anak dan Istri dalam Kerusuhan Wamena
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1427
Bila kisah tertangkapnya mafia bola di PSSI, dipicu dari Banjarnegara, Kamis (3/10/2019) juga ada berita terbaru dari Banjarnegara yang dapat membuka mata seluruh rakyat Indonesia. Berita terbaru tersebut adalah tentang beredarnya slip gaji bupati yang bila di bandingkan dengan kinerja akan sangat memiriskan hati.
Namun, juga bukan rahasia publik Indonesia lagi bahwa, gaji-gaji pejabat di Indonesia berdasarkan slip resminya memang kecil, tetapi pendapatan sripilan (sampingan) nya yang besar. Entah ada maksud apa, sehingga slip gaji bupati Banjarnegara tersebut sengaja di share ke media sosial oleh Pemkab Kabupaten Banjarnegara.
Read more: Mengapa Jabatan Bupati Masih Diperebutkan Bila Gajinya Kecil?
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 856
ENAM JAM BERSAMA NINOY
Oleh: Birgaldo Sinaga
Kamis, 3 Oktober 2019.
"Saya tunggu di depan mesjid. Sekarang bang", ucap Ninoy di seberang handphone.
Saya segera meluncur dari Bandara Soetta. Usai mengantar seorang teman. Menuju tempat yang sudah ditentukan. Di bilangan Sudirman. Jam menunjukkan pukul 16.30 WIB.
Tidak sulit mencari lokasi itu. Persis di depan mesjid berwarna krem itu seorang pria berkaos oblong warna abu-abu padu celana jeans biru melambaikan tangannya.
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2624

Sentimen anti polisi diawali di Wales pada akhir abad 18 ketika wewenang hakim banyak mengalami tekanan dalam memutus perkara yang melibatkan keluarga kerajaan - dilakukan oleh beberapa organisasi liar mengatasnamakan kehendak rakyat.
Selanjutnya sentimen ini bergerak ke Amerika ketika tindakan diskriminatif terhadap kaum kulit berwarna (colored people) sedang meninggi. Gerakan anti polisi terutama disuarakan oleh kelompok kulit hitam selaku korban perlakuan rasisme. Mereka menyuarakan itu melalui musik (Blues, Hip-Hop, Rap) dan gerakan kebudayaan lainnya. Berbagai gerakan ini bergulir semakin besar, seiring merebaknya berbagai organisasi penguatan masyarakat sipil. Sentimen ini sengaja dibangun untuk membentuk sekat perlawanan politik dalam suatu negara.
Read more: Hanya Orang Berjiwa Penjahat Yang Tidak Suka Terhadap Polisi
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 796
" Modus di Dzalimi "
Tahun 2013, Indonesia dikejutkan ketika KPK menangkap Presiden PKS karena diduga terlibat suap impor daging sapi. Kemudian disikapi dengan sangat massif bahwa itu adalah fitnah dan konspirasi untuk menjatuhkan partai dakwah. Bahkan ada yang menyebutnya konspirasi Zionis. Massa pendukungnya berkumpul di banyak tempat, berteriak histeris, mengapa LHI didzalimi KPK.
Penyidik dan sekaligus yang menangkap, waktu itu adalah Novel Baswedan, nama yang relatif baru bagi masyarakat. Kemudian Novel diulik-ulik, dicari kehidupan pribadinya, foto dengan istrinya diumbar, dan mendapat berbagai tuduhan keji.
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 856
Wartawan Indonesia Veby Mega Indah menerima tindakan medis darurat ketika matanya ditembak peluru karet polisi Hong Kong, Ahad (29/9).
HONG KONG -- Jurnalis Indonesia Veby Mega Indah harus kehilangan penglihatan mata kanannya. Pengacaranya mengatakan mata kanan Veby buta permanen akibat tembakan peluru karet polisi saat ia meliput aksi protes Hong Kong.
Dia saat itu meliput demonstrasi yang terjadi Ahad lalu ketika peluru merusak kacamata pelindungnya. Video insiden itu menunjukkan polisi menembakkan peluru karet ke sekelompok peserta aksi dan wartawan di kaki jembatan di wilayah Wan Chai.
Read more: Jurnalis Indonesia yang Ditembak Peluru Karet Buta Permanen