Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 554

"Peraturan BPOM itu dengan tegas melarang visualisasi kental manis yang disetarakan dengan pelengkap gizi layaknya produk susu pertumbuhan."
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siap mendukung pelaksanaan Peraturan BPOM No 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang waktu penyesuaiannya akan berakhir pada April 2021 mendatang.
“Semua jenis produk makanan termasuk kental manis aman dikonsumsi selama produk tersebut digunakan sesuai peruntukan golongan umurnya,” ujar Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, dr Rr Dhian Probhoyekti, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.
Dia menambahkan kental manis secara komposisi mengandung gula yang cukup tinggi sementara kandungan gizi seperti vitamin dan mineralnya sangat rendah dibandingkan susu bubuk atau susu formula lainnya.
“Jadi untuk anak-anak yang masih memerlukan zat gizi untuk pertumbuhannya dan perkembangannya secara optimal, maka makanan yang tepat adalah yang kandungan gulanya sesuai dengan usia anak tersebut, bukan kental manis. Hal itu untuk mencegah terjadinya obesitas,” tambah dia.
Peraturan BPOM itu dengan tegas melarang visualisasi kental manis yang disetarakan dengan pelengkap gizi layaknya produk susu pertumbuhan, termasuk yang diseduh dan disajikan sebagai minuman tunggal.
Peraturan BPOM juga mewajibkan produsen Kental Manis untuk mencantumkan tulisan “Tidak untuk menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan, dan tidak untuk menjadi satu-satunya sumber asupan gizi” dengan teks warna merah pada kemasannya. Namun yang tak kalah penting adalah, tayangan di televisi tidak boleh menampilkan anak di bawah usia lima tahun sebagai pemeran tunggal dalam iklan komersil produk kental manis.
Dia mengaku selalu bergandengan tangan dengan BPOM, termasuk untuk penegakan PerBPOM No.31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, utamanya terkait gizi anak.
“Itu sudah kita lakukan dan kita dukung. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa iklan dan label kental manis dilarang menampilkan anak di bawah lima tahun, kemudian dilarang menggunakan visualisasi bahwa kental manis disetarakan dengan susu lain atau sebagai pelengkap gizi. Dilarang memvisualisasi kental manis dalam air di gelas yang disajikan sebagai minuman tunggal. Untuk iklan dilarang ditayangkan pada jam anak-anak. Ini sebenarnya sudah menjadi komitmen kita bersama dengan BPOM untuk melakukan hal ini,” terang dia.
Dia menjelaskan kandungan gula pada kental manis itu lebih dari 50 persen, sedang anak berusia satu hingga tiga tahun itu cuma membutuhkan 13-25 gram atau setara dengan dua sendok makan sehari.
Kemenkes mendorong masyarakat untuk tetap menerapkan standar emas pemberian makan bayi dan anak-anak yaitu, inisiasi menyusui dini (IMD) segera setelah bayi lahir dalam satu jam pertama, dilanjutkan dengan rawat gabung.
Kemudian memberikan makanan pendamping ASI kepada anak di atas 6 bulan, dan terus melanjutkan pemberian ASI sampai usia anak dua tahun atau lebih.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 758

SitindaonNews.Com | Hampir semua orang mungkin pernah mengalami diare, tapi yang lebih sering mengalaminya adalah anak-anak. Anak yang sedang diare mengalami frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat hingga lebih dari 3 kali dalam sehari. Tekstur tinja pada anak yang sedang diare pun menjadi lebih cair atau encer.
Setiap orangtua tentu khawatir saat anak diare. Namun ada beberapa fakta penting mengenai diare pada anak yang perlu diketahui orangtua. Dengan begitu ayah dan ibu bisa memberikan penanganan yang tepat pada Si kecil. Lantas, apa saja fakta penting diare pada anak?
1. Berbagai Macam Penyebab Diare pada Anak
Banyak orangtua yang mungkin bertanya-tanya, kok bisa ya Si Kecil diare? Penyebab diare pada anak sangat beragam, bu. Namun, sebagian besar diare yang dialami anak balita disebabkan oleh infeksi virus. Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri dan parasit. Nah, kondisi yang bisa memicu anak mengalami infeksi ini adalah karena kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk. Selain karena infeksi, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan, alergi, gangguan penyerapan makanan, dan efek samping obat.
2. Selain Mencret, Diare Pada Anak Juga Bisa Disertai Gejala Lainnya
Selain BAB lebih sering dan mencret, diare pada anak juga bisa disertai dengan gejala lainnya seperti perut kembung, mual, muntah, demam, nyeri perut, dan lemas.
3. Waspada Gejala Dehidrasi pada Anak Saat Ia Mengalami Diare
Diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit secara cepat. Hal ini karena saat diare, saluran cerna sulit menyerap cairan dan elektrolit. Akibatnya, orang yang mengalami diare berisiko tinggi mengalamidehidrasi.
Nah, dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi. Bila tidak segera ditangani, dehidrasi pada anak bisa semakin parah dan menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.
Karena itu, ibu perlu tahu gejala dehidrasi pada anak saat mengalami diare berikut:
- Raut wajahnya tampak lemas dan pucat.
- Mata cekung.
- Mulut dan bibir kering.
- Sangat kehausan.
- Badannya terasa dingin.
- Jumlah urine sedikit atau warnanya kuning pekat kecokelatan.
- Saat menangis, air mata yang keluar hanya sedikit atau tidak ada sama sekali.
- Mengantuk terus-menerus.
4. Memenuhi Kebutuhan Cairan Anak Saat Diare Sangat Penting
Saat anak mengalami diare, hal paling penting yang perlu orangtua lakukan adalah memastikan kebutuhan cairan anak tercukupi. Bila usia Si Kecil masih di bawah 6 bulan, ibu bisa memberinya ASI atau susu formula setiap kali ia muntah atau diare. Bila Si Kecil sudah berusia di atas 6 bulan, berikanlah ia minuman rehidrasi, seperti oralit. Ibu juga bisa memberikan air kelapa pada Si Kecil yang mengalami diare.
5. Berikan Makanan yang Lembut pada Anak yang Diare
Para orangtua sering bingung tentang jenis makanan apa yang cocok untuk dikonsumsi Si Kecil yang sedang diare. Sebenarnya kuncinya adalah makanan tersebut harus lembut dan mudah dicerna. Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk anak yang diare, antara lain nasi, telur matang, sup ayam hangat, sereal, sayur-sayuran yang dimasak, daging sapi atau ikan.
6. Makanan yang Tidak Baik untuk Anak yang Diare
Selain memerhatikan makanan yang baik untuk dikonsumsi, ibu juga perlu tahu jenis makanan apa yang sebaiknya dihindari oleh Si Kecil yang sedang diare. Hal ini penting untuk mencegah diare semakin parah. Beberapa pantangan makanan untuk anak yang diare, antara lain makanan berminyak dan berlemak, sayur-sayuran yang mengandung gas (brokoli, sayuran hijau, paprika, jagung, dan kacang polong), makanan yang pedas, makanan olahan, junk food, dan minuman bersoda.
Nah, itulah beberapa fakta penting tentang diare pada anak yang mesti ibu tahu. Jika Si Kecil mengalami diare, segera hubungi doktermelalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan. Yuk, segera downloadaplikasi Halodoc sekarang juga!
Sumber: .halodoc.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 537

SitindaonNews.Com | Sarapan menjadi salah satu kebutuhan yang kerap diabaikan oleh banyak kalangan, termasuk anak-anak.
Bukan itu saja, kebutuhan serat yang penting saat sarapan pun seringkali dilupakan oleh orangtua untuk dikonsumsi buah hatinya.
Data PERGIZI Pangan Indonesia pada tahun 2012, terdapat 9 dari 10 anak usia sekolah 6-12 tahun di Indonesia mengalami kekurangan serat saat sarapan. Kekurangan serat dapat berdampak buruk mulai dari membuat tubuh tidak bersemangat, merasa lesu, hingga sulit konsentrasi.
"Sarapan sehat bergizi lengkap dan mengandung serat itu juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Diantaranya, lanjut dia dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, meningkatkan energi dan dapat berkonsentrasi lebih baik serta menjaga berat badan yang sehat," ujar Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS, dalam acara virtual bersama Energen, baru-baru ini.
Tak hanya itu, kekurangan serat saat sarapan dapat membuat anak menjadi kurang produktif. Bahkan, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, menyebut serat bermanfaat bagi imunitas tubuh.
"Dengan serat, maka penyerapan makanan lebih baik. Kebutuhan gizi bisa dipenuhi, sehingga menjaga imunitas tubuh," kata Daeng di kesempatan yang sama.
Untuk itu, keduanya sepakat sumber serat bisa didapat di mana saja, pun harga yang terjangkau. Tak melulu aneka buah, nyatanya serat bisa ditemukan dalam umbi-umbian seperti ubi atau jagung, dan kacang-kacangan.
Sumber serat alami misalnya, gandum, oatmeal, beras, jagung, dan sorgum. Apalagi, sumber serat itu bisa ditanam di sekitar rumah, khususnya yang tinggal di pedesaan. Untuk sumber serat alami, Daeng menyebut, mungkin agak sulit didapatkan bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan.
"Selain sumber serat alami, masyarakat perkotaan bisa memiliki makanan kemasan dengan sumber gandum atau biji-bijian juga. Tentu dengan melihat labelnya," jelas Daeng.
Senada, Brand Manager Energen, Cynthia Ruslan, mengajak penduduk Indonesia menerapkan kebiasaan sarapan sehat yang bergizi lengkap dan kaya serat. Kampanye itu dalam rangka memperingati Pekan Sarapan Nasional yang jatuh pada tanggal 14 – 20 Februari 2021.
"Menu sarapan bergizi dan berserat menghasilkan berbagai manfaat untuk tubuh, salah satu manfaat sarapan berserat adalah baik untuk pencernaan dan juga memberikan efek kenyang lebih lama. Karena itu, mengkonsumsi sarapan bergizi, berserat dan sehat setiap hari adalah modal penting agar tubuh sehat dan siap beraktivitas," kata Cynthia
Sumber: https://www.viva.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 545

SitindaonNews.Com | Alpukat salah satu buah yang disukai banyak orang karena rasanya lezat.
Alpukat bisa dijadikan untuk santapan, campuran es buah, hingga di jus.
Enggak hanya itu aja, alpukat mempunyai kandungan yang baik untuk tubuh, lo.
Tahukah kamu? alpukat mempunyai vitamin B6 yang baik untuk sistem imun.
Enggak hanya itu, alpukat juga mengandung vitamin E yang baik untuk perkembangan otak.
Nah, Kids, sayangnya masih banyak orang salah dalam cara mengonsumsi buah tersebut.
Jangan Mengupas dengan Sendok
Masih banyak orang yang salah dengan mengupas alpukat dengan menggunakan sendok.
Ternyata mengupas alpukat dengan sendok bukan cara yang tepat.
Menurut American Chemical Society, mengupas alpukat dengan sendok bisa membuat nutrisinya jadi enggak masuk ke dalam tubuh secara sempurna.
Lalu, bagaimana cara yang benar?
Cara Mengolah dengan Benar
Coba perhatikan! di dekat kulit alpukat ada bagian berwarna hijau.
Nah, bagian ini ternyata mengandung nutrisi yang paling penting untuk kesehatan kita.
Di bagian ini terdapat kandungan serat, potasium, lemak baik, antioksidan, dan vitamin B12 yang baik untuk tubuh.
Sayangnya, bagian itu sering terbuang karena cara mengupas atau mengambil daging alpukat yang salah.
Langkah memotong yang benar
Pastikan ambil alpukat yang sudah matang dengan tanda warna buah yang lebih gelap.
Lalu potong alpukat menjadi dua bagian dan pisahkan bijinya.
Potong masing-masing alpukat menjadi dua bagian, sehingga terpotong jadi empat bagian.
Selanjutnya, lepas kulit alpukat secara perlahan dari dagingnya dengan menggunakan tangan. Alpukat yang sudah matang pasti akan lebih mudah dikupas.
Setelah itu, kita sudah bisa memakannya atau mengolahnya.
Seperti yang sudah dibilang tadi, pastikan alpukat sudah matang dulu, baru kita bisa memotongnya seperti tadi.
Sumber: kids.grid.id
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 679

Telur adalah salah satu sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Telur juga merupakan makanan yang mudah diolah.
Telur dapat disiapkan dengan berbagai cara, mulai dari di orak-arik hingga direbus. Banyak pilihan yang bisa Bunda coba untuk menikmati sajian telur.
Berikut ini beberapa kesalahan saat memasak telur yang sebaiknya Bunda hindari :
1. Memasak telur dengan api besar
Untuk telur orak-arik, jangan memasaknya di api yang besar, Bunda. Dalam api besar, hasil telur orak arik akan terlalu kering dan kurang sedap.
Sebaiknya gunakanlah api sedang. Caranya, panaskan wajan dengan api sedang lalu kecilkan menjadi sedang-kecil setelah Bunda memasukkan telur ke wajan.
Memasak dengan api sedang-kecil memungkinkan Bunda mengontrol kecepatan memasak telur, sambil membantunya matang secara merata.
2. Memecahkan telur langsung di wajan
Beberapa orang yang membuat telur orak-arik berpikir untuk memecahkan telur langsung ke dalam wajan untuk menghemat waktu saat memasak. Logikanya mungkin karena nanti kita bisa mengocoknya di panci dan semua akan baik-baik saja.
Mungkin memang berhasil, namun hasilnya tidak bagus. Cara pintas ini akan membuat telur orak-arik tidak menarik karena antara putih dan kuning telur tidak tercampur rata. Jadi silahkan gunakan mangkuk, aduk telur dalam mangkuk sebelum memasaknya di wajan.
3. Merebus telur dengan air mendidih
Orang biasanya merebus telur dengan memasukkannya ke air mendidih. Ini langkah alami yang sepertinya benar karena kita sering menambahkan bahan lain ke dalam air mendidih.
Namun, telur dingin dari lemari es lebih cenderung pecah jika terkena air panas, Bunda. Jadi sebaiknya hindari untuk langsung memasukkan telur dalam air mendidih. Sebaiknya, pastikan suhu telur menjadi suhu ruang sebelum direbus.
4. Membiarkannya lama dalam air mendidih
Membiarkan telur matang berlama-lama dalam air mendidih adalah cara yang pasti untuk membuatnya sangat matang. Untuk menghindari kuning telur berwarna abu-abu karena terlalu matang, pastikan untuk mengangkat panci dari api setelah air mendidih.
Meskipun tidak panas, airnya tetap panas. Biarkan terendam dalam air selama sekitar 10 menit untuk telur rebus dan sekitar 5 menit untuk hasil rebus lembut
Sumber: haibunda.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 884

SitindaonNews.Com | Asam Lambung atau gastritis merupakan masalah pencernaan yang paling umum dialami orang dewasa. Kenali 15 makanan yang dilarang untuk penderita asam lambung.
Asam lambung yang tinggi akan menyebabkan berbagai keluhan. Mulai dari perut kembung yang membuat tidak nyaman hingga sensasi seperti terbakar pada jantung yang cukup menyakitkan.
Naiknya asam lambung sebagian besar disebabkan karena konsumsi bahan makanan yang dapat memicu kenaikannya. Makanan yang dengan mudah memicu naiknya asam lambung mayoritas merupakan jenis makanan asam dan atau pedas.
Berikut ini 15 makanan yang dilarang untuk penderita asam lambung, seperti dikutip dari The Daily Meal (10/11):
1. Daging Merah
Daging merah tergolong bahan makanan tinggi lemak. Daging sapi, domba dan babi masuk ke dalam jenis daging merah. Ketiganya bahkan memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dari jenis daging lain.
Daging merah bisa saja tetap dikonsumsi, namun pembatasan pada porsi yang tepat perlu dilakukan agar tidak memicu naiknya asam lambung.
2. Keju
Beberapa produk olahan susu mengandung lemak yang cukup tinggi. Misalnya keju, susu, sour cream dan masih banyak lagi.
Produk olahan susu cukup berisiko membuat asam lambung naik. Bahkan bagi mereka yang sangat rentan terhadap refluks asam tidak seharusnya memilih es krim sebagai dessert.
3. Mentega
Foto: iStock |
Alasan lemak harus dihindari adalah karena lemak akan lama dicerna tubuh dan bertahan lebih lama di dalam perut. Adanya makanan yang tertinggal seperti ini akan menghasilkan asam lambung lebih banyak lagi.
Mentega menjadi salah satu produk olahan susu yang juga tinggi kandungan lemak. Karenanya lebih baik membatasi penggunaan mentega atau menggantinya dengan minyak yang lebih sehat.
4. Kopi atau Teh
Kopi dan teh mengandung cukup banyak kafein. Konsumsinya yang berlebih juga bisa memicu kenaikan asam lambung
Untuk mengatasi hal itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya dengan mengganti kopi atau teh dengan minuman lain atau mengganti kopi menjadi kopi decaf (rendah kafein).
5. Minuman Bersoda
Foto: iStock |
Makanan yang dilarang untuk penderita asam lambung selanjutnya adalah soda. Sama seperti kopi dan teh, minuman bersoda juga mengandung kafein yang dapat memicu asam lambung. Gelembung pada minuman bersoda bahkan dapat menciptakan rasa sakit yang lebih parah.
6. Buah-buahan Asam
Beberapa orang percaya menambahkan irisan buah dalam air, yang biasa disebut infused water, akan bisa membantu orang minum air lebih banyak. Namun pilihan buah yang salah dapat menyebabkan naiknya asam lambung.
Buah yang biasanya dipilih untuk ditambahkan pada infused water adalah lemon, jeruk nipis, dan buah-buahan segar yang cenderung asam. Pemilihan buah dengan kandungan asam seperti ini bisa memicu naiknya asam lambung.
7. Tomat
Foto: Getty Images/iStockphoto/silvae |
Tanpa disadari, tomat ternyata memiliki kandungan asam yang cukup tinggi layaknya lemon. Bagi mereka yang rentan terhadap asam, tomat akan dapat memicu naiknya asam lambung.
Selain tomat segar berbagai olahan tomat juga seharusnya dikurangi atau bahkan dihindari. Olahan tomat tersebut termasuk marinara, saus, dan salsa.
8. Bawang Putih
Bawang putih menjadi bumbu dapur utama di seluruh dunia. Bawang putih juga dipercaya baik untuk kesehatan jantung.
Nyatanya rasa bawang putih yang kuat dapat menyebabkan mulas. Jika terlalu banyak dikonsumsi, bawang putih juga akan berdampak pada naiknya asam lambung.
9. Bawang Bombai
Foto: iStock |
Bawang bombai juga tergolong makanan yang dilarang untuk penderita asam lambung. Serupa dengan bawang putih, bawang bombai juga masuk dalam bahan makanan yang mengandung asam. Terutama bawang bombai mentah.
Penggunaan bawang bombai pada masakan bisa disiasati dengan mengganti bahan. Hal ini bertujuan untuk menghindari konsumsi bawang bombai berlebihan.
10. Merica
Merica ditemukan hampir di setiap dapur. Sama halnya dengan bawang putih, bawang bombai dan berbagai bahan pokok masakan lainnya. Ternyata rasa merica yang cenderung pedas tidak baik untuk lambung. Merica juga dapat memicu naiknya kadar asam lambung yang menyebabkan beberapa keluhan pada perut.
11. Makanan Pedas
Makanan pedas mengandung capsaicin. Selain lemak, capsaicin juga termasuk senyawa yang lama dicerna oleh tubuh.
Capsaicin ini akan memicu naiknya kadar asam lambung dengan cepat. Bahkan capsaicin bisa mengiritasi atau secara langsung menyebabkan inflamasi pada tenggorokan.
12. Coklat
Foto: iStock |
Coklat adalah salah satu makanan yang baik dikonsumsi setiap hari karena banyak manfaat sehatnya. Namun, jika kamu rentan dengan refluks asam harus sangat membatasi konsumsi coklat.
Coklat mengandung banyak lemak dan kafein. Dua kandungan ini merupakan pemicu asam lambung paling utama.
13. Keripik Kentang
Makanan tinggi garam tidak hanya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, tetapi juga dapat memicu refluks asam. Camilan asin seperti keripik kentang dan pretzel harus dihindari.
14. Makanan yang Digoreng
Kentang goreng, tots, atau onion ring adalah beberapa makanan cepat saji yang paling digemari. Namun, ternyata makanan yang digoreng adalah salah satu penyebab terbesar pemicu asam lambung.
Menurut University of Pittsburgh Medical Center, orang yang rentan mulas atau refluks asam harus menghindari makanan yang digoreng dan membatasi konsumsi lemak dan minyak mereka tak lebih dari tiga porsi per hari.
15. Alkohol
Foto: Istimewa |
Alkohol menjadi makanan yang dilarang untuk penderita asam lambungselanjutnya. Alkohol tidak hanya mengendorkan katup sfingter pada tenggorokan, tetapi juga merangsang produksi asam di perut.
Sumber: detik.com/
Foto: iStock
Foto: iStock
Foto: Getty Images/iStockphoto/silvae
Foto: iStock
Foto: iStock
Foto: Istimewa