Top Stories
-
Sikap Mentalmu Hari ini akan Menentukan apakah Kelak Hidup Kaya atau Miskin!
-
Miskin Dulu Boleh, Jangan Miskin Permanen
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
-
Apapun Kata MSCI Pagi Ini, Jangan Ada yang Panic Selling!
-
Kenapa 90% Trader Saham Boncos?
-
Tipuan Support Tebal Cara Bandar untuk Akumulasi dan Distribusi
-
Saya Tidak Mengajak Anda Trading!
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 705
Janda terkaya di Indonesia diidentikkan dengan sosok wanita kuat yang mampu berdikari meski tanpa disokong secara materi oleh siapa pun, salah satunya Yuni Shara. Foto/Instagram Yuni Shara
SitindaonNews.Com, || Janda terkaya di Indonesia diidentikkan dengan sosok wanita kuat yang mampu berdikari meski tanpa disokong secara materi oleh siapa pun.Tercatat beberapa wanita yang menyandang status janda tetap moncer kekayaannya.
Ada banyak wanita yang ketika menyandang status janda, entah faktor perceraian ataupun ditinggal suami yang wafat, tidak membuat mereka menjadi lemah. Hal tersebut jelas tercermin dari para janda berikut.
Menjalani hidup sendiri tanpa adanya pasangan yang membersamai secara langsung, para wanita ini punya penghasilan melimpah sehingga bisa dibilang sebagai sosok janda terkaya di Indonesia .
Siapa saja mereka? Berikut ini daftarnya, dirangkum dari berbagai sumber pada Sabtu (22/1/2022).
1. Ayu Ting Ting
Sejak bercerai dengan Henry Baskoro Hendarso pada 2014, selebriti bernama asli Ayu Rosmalina ini masih menjanda sampai sekarang.
Ayu Ting Ting harus membesarkan sendiri anak semata wayangnya, buah cinta dengan sang mantan suami, yakni Bilqis Khumairah Razak. Meski menjadi single parent, kekayaan Ayu Ting Ting tetap melimpah ruah.
Sebagai salah satu selebriti wanita dengan follower Instagram terbanyak di Indonesia, jasa endorsement Ayu untuk sekali posting ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Itu belum termasuk job di dunia hiburan sebagai musisi atau menjadi pengisi acara. Sudah begitu, Ayu Ting Ting juga diketahui memiliki sejumlah lini bisnis seperti karaoke hingga kontrakan.
Dengan demikian, rasanya pantas apabila nama Ayu Ting Ting dimasukkan dalam daftar janda terkaya di Indonesia!
2. Yuni Shara
Jauh sebelum Ayu Ting Ting, Yuni Shara telah lebih dulu menjanda sejak bercerai dengan suami keduanya, yakni Henry Siahaan, di tahun 2008.
Namun, kakak kandung Krisdayanti ini juga bisa dibilang sebagai salah seorang selebriti bahkan wanita yang menyandang status janda terkaya di Indonesia.
Sumber cuannya begitu banyak. Meskipun belakangan tak terlalu aktif di dunia hiburan, Yuni Shara diketahui memiliki sejumlah bisnis di berbagai bidang mulai kuliner, fashion, hingga menjadi produsen panci antilengket.
Tak puas, Yuni Shara juga merambah lini usaha yang mungkin lebih banyak digeluti oleh kaum pria, yakni bisnis konstruksi dan batu bara.
Terbayang dong betapa tajirnya dia?
3. Arini Saraswati Subianto
Gelar sebagai janda terkaya di Indonesia sudah pasti digenggam oleh wanita karier satu ini.
Bagaimana tidak, Arini Saraswati Subianto bahkan termasuk dalam jajaran wanita paling tajir di Tanah Air.
Di balik kesuksesannya, Arini merupakan janda dengan dua anak sejak ditinggal wafat sang suami pada 2012.
Di tahun 2019, ia ditaksir oleh majalah Forbes memiliki kekayaan sebesar USD600 juta atau sekitar Rp8,5 triliun.
Sumber cuan melimpah itu ia dapatkan dari statusnya sebagai presiden direktur dari tiga perusahaan sekaligus, yakni PT Persada Capital Investama, PT Tri Nur Cakrawala, dan PT Pandu Alam Persada.
Lewat perusahaan yang bergerak di bidang jasa investasi dan konstruksi itu, Arini menggenggam saham salah satu perusahaan batu bara besar di Indonesia, yakni PT Adaro Energy Tbk. Maka tak heran apabila ia begitu tajir melintir.
Sumber: sindonews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 641
President Joe Biden melepas masker masker saat berbicara di depan media tentang upaya menangani pandemi Covid-19 usai bertemu dengan Dewan Penasihat Transisi COVID-19 di Wilmington, Delaware, 9 November 2020. Pada kesempatan kali ini Joe Biden memohon kepada orang Amerika untuk memakai masker di tengah pandemi. REUTERS/Jonathan Ernst
SitindaonNews.Com | Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Kamis, 13 Mei 2021, menyatakan orang-orang yang telah mendapatkan dosis vaksin lengkap tidak perlu menggunakan masker di luar ruangan, juga di ruang tertutup di banyak tempat.
Saran itu menjadi pedoman terbaru, yang menurut CDC bakal memungkinkan kehidupan normal sudah bisa kembali berjalan.
CDC juga mengatakan penerima vaksin penuh tidak perlu menjaga jarak fisik di banyak tempat.
CDC berharap pedoman itu dapat mendorong lebih banyak warga Amerika untuk divaksin.
Panduan yang direvisi itu merupakan langkah besar menuju kehidupan sebelum pandemi.
Namun, CDC masih merekomendasikan orang-orang yang sudah divaksin untuk tetap memakai masker di dalam pesawat dan kereta api, di bandara, di pusat transit, transportasi umum, dan berbagai tempat lainnya seperti rumah sakit dan kantor dokter.
CDC mengatakan orang-orang penerima dosis vaksin lengkap harus tetap menggunakan masker di lokasi-lokasi yang diwajibkan oleh undang-undang federal, negara, daerah, kesukuan dan teritorial.
Mereka juga diharuskan mematuhi aturan-aturan yang dikeluarkan, misalnya dari bisnis setempat dan pedoman di tempat kerja.
Pada akhir April, CDC mengatakan bahwa mereka yang telah divaksin lengkap dapat mengikuti kegiatan di luar ruangan secara aman, seperti berjalan-jalan dan mendaki gunung tanpa penggunaan masker. Tetapi, mereka disarankan agar terus memakai masker di tempat-tempat umum yang mewajibkan penggunaannya.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 642
Warga India mandi dengan kotoran sapi
SitindaonNews.Com | India saat ini tengah dihadapkan pada ledakan kasus COVID-19. Kasus COVID-19 di India diketahui tercatat sebanyak 23,7 juta kasus.
Sebaran kasus COVID-19 tertinggi terdapat di Maharashtra sebesar 5,23 juta kasus. Disusul Karnataka sebesar 2,05 juta kasus, Kerala mencatat 2,01 juta kasus, Uttar Pradesh tercatat ada 1,56 juta kasus.
Di tengah kasus COVID-19 yang meningkat di India, orang-orang di sana berinisiatif melumurkan kotoran sapi ke tubuh mereka untuk mencegah COVID-19.
Dilansir dari laman Dailystar, dilaporkan bahwa beberapa di negara bagian Gujurat barat telah berbondong-bondong ke tempat penampungan sapi untuk melumuri tubuh mereka dengan kotoran sapi.
Mereka percaya itu akan membantu meningkatkan kekebalan mereka dan menghentikan mereka tertular virus. Jika mereka sudah terjangkit virus corona, mereka percaya bahwa praktik tersebut akan membantu pemulihan mereka.
Tetapi tindakan warga India itu dibantah oleh presiden nasional Asosiasi Medis India, Dr JA Jayala. Dia menyebut tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi berfungsi untuk meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19.
"Ada juga risiko kesehatan yang terlibat dalam mengolesi atau mengonsumsi produk ini, penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia," kata dia.
Meskipun sapi tidak dianggap sebagai dewa dalam agama Hindu, sapi dianggap sebagai simbol suci kehidupan dan bumi yang harus dilindungi dan dihormati. Mereka mengeringkan kotoran tersebut sebelum dicuci bersih dengan susu atau buttermilk.
Untuk diketahui, orang-orang telah menggunakan kotoran sapi selama berabad-abad untuk membersihkan rumah mereka. Karena menurut mereka kotoran tersebut memiliki manfaat terapeutik dan antiseptik. Tetapi dokter mengatakan tidak ada bukti apa pun bahwa kotoran hewan akan bermanfaat dalam memerangi virus pembunuh
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 613
Ilustrasi kamar pasien Covid-19
SitindaonNews.Com | Jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Aceh sejak awal Mei 2021 terus bertambah, sehingga ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh nyaris penuh.
Rata-rata pasien yang dirujuk di RSUZA merupakan pasien COVID-19 yang memiliki gejala berat disertai penyakit komorbid.
“Tingginya kasus positif yang dirujuk ke rumah sakit menunjukkan meningkatnya kasus COVID-19 dengan gejala berat dan disertai penyakit komorbid,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Senin 10 Mei 2021.
Saat ini kapasitas perawatan penderita COVID-19 di Aceh sebanyak 747 tempat tidur, termasuk rumah sakit lapangan RSUZA Banda Aceh, yang diresmikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjend TNI Doni Monardo pada 20 April 2021 lalu.
Kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 yang mencapai 747 tempat tidur itu, meliputi 82 tempat tidur Ruang Intensive Care Unit (RICU), dan 665 tempat tidur isolasi rumah sakit, yang menyebar di seluruh Aceh. Paling banyak di RSUZA Banda Aceh, yakni 15 tempat tidur RICU, dan 70 tempat tidur isolasi.
Untuk kapasitas RICU RSUZA yang saat ini terpakai sudah mencapai 11 tempat tidur, atau 73,3 persen dari 15 kapasitas yang ada. Sedangkan kapasitas ruang isolasi yang sedang terisi sebanyak 53 tempat tidur, atau 75,7 persen dari kapasitas tempat tidur yang tersedia.
Menurut Saifullah, tingkat pengisian tempat tidur rumah sakit rujukan utama, RSUZA Banda Aceh, perlu mendapat perhatian Satgas Penanganan COVID-19 kabupaten/kota, khususnya dalam manajemen rujukan pasien COVID-19.
Sebelum merujuk pasien, ia meminta harus memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan utama tersebut, agar pasien dapat ditangani dengan baik.
“Pasien COVID-19 yang kondisi medisnya dapat ditangani di RSUD kabupaten/kota sebaiknya tidak dirujuk ke RSUZA. Rujukan pasien Covid-19 harus dilakukan secara selektif,” katanya.
Ia memprediksi kasus baru positif COVID-19 diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan, dan perlu diantisipasi dengan ketersediaan tempat perawatan atau ruang isolasi di RSUD kabupaten/kota. Kata dia optimalisasi fungsi ruang perawatan yang ada merupakan solusi jangka pendek yang perlu dipertimbangkan.
“Jangan menantang virus corona, dan segera disiplinkan diri dan keluarga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” katanya.
Jumlah kasus COVID-19 secara akumulatif di Aceh telah mencapai 11.830 kasus. Para penyintas, yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 10.061 orang. Pasien masih dirawat 1.295 orang, dan penderita yang meninggal dunia sudah mencapai 474 orang
Sumber: viva.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1068

SitindaonNews.Com | Sebuah penelitian baru memperingatkan bahwa pria botak dua kali berisiko mengalami COVID-19 yang parah. Penelitian itu menyimpulkan bahwa para pria botak menghabiskan waktu dua kali lebih lama di rumah sakit selama COVID-19, dibandingkan para pria yang berambut lebat.
Selain itu, para pria botak juga menjalani perawatan intensif dalam jumlah yang lebih tinggi.
Dilansir laman The Sun, para peneliti mengatakan, kerentanan pria terhadap COVID-19 sebagian besar dipengaruhi oleh hormon seks pria yang disebut dengan androgen. Pria yang lebih sensitif terhadap androgen lebih berisiko mengalami COVID-19 yang parah.
Mereka juga kemungkinan besar mengalami kerontokan rambut, yang disebut dengan androgenetic alopecia, yang mempengaruhi sekitar setengah pria di usia lebih dari 50 tahun.
Kondisi umum ini juga mempengaruhi wanita tapi dengan cara berbeda, yaitu menyebabkan penipisan di mahkota kepala di atas usia 65 tahun.
Androgenetic alopecia sebelumnya dikaitkan dengan beberapa kondisi meliputi penyakit jantung dan diabetes.
Sebuah tim dari para dokter Amerika Serikat mengukur sensitivitas pria terhadap androgen dengan menghitung zat kimia yang disebut dengan CAG. Kadar yang tinggi mengindikasikan bahwa pria lebih berisiko mengalami kerontokan rambut.
Dari 65 pria yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19, mereka dengan kadar CAG tinggi mengalami akibat lebih buruk dari COVID-19 dalam 60 hari setelah masuk rumah sakit.
Mereka menghabiskan waktu 45 hari di rumah sakit, dan 70,6 persen masuk ICU. Sebagai perbandingan, pria dengan kadar CAG rendah menghabiskan rata-rata 25 hari di rumah sakit, dan 45,2 persen masuk ICU.
Peneliti utama Dr Andy Goren, kepala petugas medis di Applied Biology, Inc, California, mengatakan bahwa kadar CAG bisa digunakan untuk mengetahui pria yang berisiko masuk ICU.
Dia mengatakan, studi ini menambah bukti bahwa variasi pada gen AR dan kerentanan terhadap androgen pada tingkat tertentu mengimplikasikan keparahan pada infeksi COVID-19.
Androgen dipercaya bertindak sebagai gerbang untuk meningkatkan kemampuan virus menyerang sel. Ini juga bisa menjelaskan kenapa lebih banyak pria meninggal karena COVID-19 dibanding wanita.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 791
Bill Gates dan Melinda Resmi Bercerai
Dunia dikejutkan dengan pengumuman perceraian pasangan suami istri terkaya di dunia, Bill Gates dan Melinda Gates.
Keduanya telah menjalani pernikahan selama 27 tahun dan memiliki tiga orang anak. Mereka juga memiliki sebuah yayasan swasta bernama Gates Foundation.
Perceraian akan menimbulkan pertanyaan baru tentang nasib kekayaan Bill Gates, yang sebagian besar belum disumbangkan ke Gates Foundation. Bill Gates, seorang pendiri Microsoft, merupakan salah satu orang terkaya di dunia dengan uang dimilikinya sebesar US$124 miliar atau Rp1.785 triliun.
Kekayaan yang melimpah memberi mereka akses ke tingkat tertinggi di pemerintahan, bisnis, dan sektor nirlaba.
Yayasan Bill dan Melinda Gates memiliki dana abadi sekitar US$50 miliar atau Rp722 triliun, yang mana memiliki pengaruh besar dalam berbagai bidang. Mulai dari kesehatan global hingga pendidikan anak usia dini.
Selama satu tahun terakhir, Bill dan Melinda Gates terlihat teratur mengomentari perjuangan di seluruh dunia melawan pandemi COVID-19, karena yayasan mereka menghabiskan lebih dari US$1 miliar atau Rp14 triliun untuk memerangi wabah tersebut.
"Gates Foundation adalah entitas filantropi paling penting dan berpengaruh di dunia saat ini karena Gates Foundation adalah yayasan keluarga. Perceraian mungkin berdampak besar bagi yayasan dan pekerjaannya di seluruh dunia," ujar Rob Reich, profesor ilmu politik di Universitas Stanford, Amerika Serikat (AS).
Yayasan itu menampung 1.600 staf di seluruh dunia, memberikan sekitar US$5 miliar atau Rp72 triliun setiap tahun di bidang-bidang seperti kesehatan dan pembangunan masyarakat global, menurut situs New York Times, Selasa, 4 Mei 2021.
Gates Foundation juga memanfaatkan keahlian dan hubungannya untuk memainkan peran penting dalam merumuskan tanggapan global terhadap pandemi COVID-19, berinvestasi sejak dini pada kandidat vaksin dan membantu membentuk Covax, inisiatif global yang mengorganisir pembelian vaksin untuk 92 negara miskin dan lusinan negara lainnya.
Sumber: viva.co