Top Stories
-
Sikap Mentalmu Hari ini akan Menentukan apakah Kelak Hidup Kaya atau Miskin!
-
Miskin Dulu Boleh, Jangan Miskin Permanen
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
-
Apapun Kata MSCI Pagi Ini, Jangan Ada yang Panic Selling!
-
Kenapa 90% Trader Saham Boncos?
-
Tipuan Support Tebal Cara Bandar untuk Akumulasi dan Distribusi
-
Saya Tidak Mengajak Anda Trading!
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 396
Pria Berkeringat Sumber : vstory
SitindaonNews.Com, || Mencium bau badan orang lain bisa memberikan efek menenangkan yang membantu mengatasi kecemasan sosial, menurut peneliti Swedia, yang dikutip dari situs Metro, Selasa, 28 Maret 2023.
Ini mungkin terdengar menjijikan tapi temuan di baliknya mengklaim bahwa bau keringat orang lain mengaktifkan jalur otak yang terkait dengan emosi, menawarkan efek menenangkan
Para peneliti menyarankan bahwa bau badan kita mungkin mengomunikasikan keadaan emosional seperti kebahagiaan atau kecemasan, bahkan membangkitkan respons serupa pada orang lain yang menciumnya.
Sebagai bagian dari penelitian, para relawan diminta untuk menyumbangkan keringat ketiak saat mereka menonton film horor atau film bahagia.
Sebanyak 48 wanita dengan kecemasan sosial setuju untuk mengendus beberapa sampel ini, di samping menerima terapi mindfulness konvensional, di mana pasien didorong untuk lebih sadar akan pikiran, perasaan, emosi, dan lingkungan mereka untuk mengurangi respons otomatis.
Beberapa wanita diberi bau badan asli untuk diendus, sementara yang lain diberi udara bersih. Mereka yang terkena keringat tampaknya melakukan terapi dengan lebih baik
"Keringat yang dikeluarkan saat seseorang bahagia memiliki efek yang sama dengan seseorang yang takut dengan klip film.
Jadi mungkin ada sesuatu tentang sinyal kemo manusia dalam keringat secara umum yang memengaruhi respons terhadap pengobatan," kata ketua peneliti Elisa Vigna, dari Institut Karolinska di Stockholm. Vigna menambahkan mungkin ini ada hubungannya dengan kehadiran orang lain, tapi mereka masih perlu memastikannya.
Temuan awal penelitian ini dipresentasikan pada konferensi medis di Paris pada minggu ini. Ada lebih banyak penelitian yang diperlukan untuk subjek ini sehingga terapis mungkin tidak akan meresepkan keringat dalam waktu dekat.
Bau adalah indera yang penting karena dapat mengingatkan kita akan bahaya seperti kebocoran gas, api, atau makanan busuk. Ini juga terkait erat dengan ingatan. Itulah mengapa beberapa bau dapat membangkitkan ingatan tertentu. Selain itu, penciuman juga berperan dalam tingkat ketertarikan antara dua orang.
Penelitian telah menunjukkan bahwa bau badan kita, yang dihasilkan oleh gen yang membentuk sistem kekebalan dapat membantu secara tidak sadar dalam memilih pasangan kita.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 362

4 Kebiasaan Makan Ini Ganggu Kesehatan Mental.
Cara makan dan asupan makanan ternyata berpengaruh terhadap kesehatan mental, sehingga wajib dihindari!
1. Terlalu banyak gula
Otak memang menyukai gula sebagai sumber energi. Akan tetapi apabila terlalu banyak mengkonsumsi gula bisa menimbulkan rasa depresi.
Efek buruk terlalu banyak minuman manis di usia remaja mempengaruhi masalah psikologis. Kondisi ini berdampak negatif pada kesehatan mental saat dewasa.
2. Terlalu banyak junkfoof
Makanan junkfood yang dikonsumsi terlalu banyak juga bisa menimbulkan efek depresi. Junkfood tetap boleh dikonsumsi sesekali saja, dan dalam porsi yang cukup.
3. Menghitung kalori
Menghitung kalori makanan kerap dilakukan orang yang ingin menurunkan berat badan. Namun hal ini tidak baik apabila dilakukan jangka panjang karena akan menimbulkan obsesi yang tidak sehat.
4. Tidak konsumsi makanan antiinflamasi
Inflamasi di dalam tubuh bisa meningkatkan resiko depresi. Mengkonsumsi makanan antiinflamasi bisa menurunkan resiko depresi.
Infografis Kebiasaan Makan yang Ganggu Kesehatan Mental

- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 521
Ilustrasi antar anak ke sekolah
Pendidikan menjadi salah satu hal terpenting yang akan mendukung tumbuh kembang anak.
Usia 0 hingga 6 tahun otak anak berkembang dengan sangat cepat hingga 80 persen sehingga mereka dapat menyerap informasi dengan cepat dan baik.
Di usia dini, faktor fisik, mental, dan spiritual anak juga mulai terbentuk dan akan berpengaruh pada kelanjutan hidupnya. Oleh karena itu, masa-masa tersebut sering disebut sebagai masa emas anak atau golden age.
Banyak orang tua yang ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik sejak usia dini dengan mengajarkannya banyak hal. Tidak sedikit dari para orang tua yang mengirim anaknya ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan se-segera mungkin. Tetapi, apakah hal tersebut baik untuk anak?
Orang tua perlu memahami kapan usia yang tepat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Pendidikan di usia dini memang sangat penting namun mengirim mereka ke sekolah bukan lah solusi terbaik bagi mereka.
Seperti yang dijelaskan oleh seorang Psikologi anak, Elly Risman, bahwa anak-anak memiliki rentang waktu yang berbeda untuk mulai bersekolah, bermain, dan mendapatkan pendidikan dari orang tua mereka.
Ilustrasi ibu dan anak/parenting/anak bermain. Photo : Freepik/gpointstudio
Hal mendasar yang menyebabkan banyak orang tua mengirim anaknya sekolah di usia yang sangat dini adalah kurangnya edukasi serta prinsip yang kuat sehingga para orang tua dengan mudah mengikuti trend yang ada. Padahal, menurut Elly Risman, yang paling dibutuhkan oleh anak-anak usia dini adalah kedekatan dengan kedua orang tuanya.
"Sebetulnya, yang diperlukan oleh anak pada usia awal-awal itu adalah kelengketan dengan ibu bapaknya," ujar Elly Risman. Kemampuan motorik anak juga dapat dilatih bersama kedua orang tua di rumah.
Sebelum kemampuan tersebut sempurna, menyekolahkan anak justru akan memberikan mereka lebih banyak tekanan bahkan membatasi kreativitas mereka. Orang tua dapat membuat berbagai permainan sederhana di rumah, seperti memakaikan kain kepada anak untuk mereka berimajinasi menjadi superhero atau membuat kerajinan tangan dari barang seadanya. Imajinasi seperti itu sangat membantu cara berpikir anak untuk lebih kreatif dalam berbagai hal.
Banyak orang tua yang tergiur dengan berbagai fasilitas dan permainan yang disediakan oleh sekolah anak usia dini, padahal bermain di rumah bersama orang tua jauh lebih baik bagi tumbuh kembang anak. Orang tua bisa bercerita atau mendongeng sambil melakukan aksi seru bersama anak-anak sekaligus membangun kedekatan dengan mereka.
"Satu hal yang paling banyak orang tidak tahu adalah permainan yang paling bagus buat anak adalah tubuh ibu bapaknya," ujar Elly Risman.
Menurut Elly Risman, waktu yang tepat untuk mengirim anak-anak ke sekolah adalah ketika sel-sel pusat di otak telah saling terhubung, yaitu sekitar usia tujuh tahun. "Kalo kita menyekolahkan usia 7 tahun tinggal mundur ke belakang. SD nya berapa, TK nya berapa, atau kalau mau dimasukin play group juga," lanjutnya.
Menyekolahkan anak terlalu dini dapat membawa berbagai dampak yang negatif bagi perkembangan mereka. Pertama adalah hilangnya masa kanak-kanak atau masa bermain mereka serta kebosanan yang akan muncul di waktu tidak terduga bagi anak-anak.
Elly Risman menjelaskan bahwa anak-anak perlu bermain di usia 0-8 tahun, maka jika waktu tersebut dicuri dengan memberikan mereka pendidikan sekolah yang terstruktur maka akan menyebabkan hilangnya masa bermain mereka sehingga akan menimbulkan kebosanan dini bagi mereka di sekolah
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 709
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
SitindaonNews.Com | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan sejumlah merek kopi yang mengandung bahan kimia obat yakni paracetamol dan obat kuat pria.
BPOM merinci, merek kopi tersebut yakni, Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Belum ada keterangan dari produsen kopi tersebut terkait temuan BPOM.
Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengingatkan soal bahaya penggunaan bahan kimia obat dalam produk pangan olahan. BPOM, kata dia, menemukan kopi yang mengandung Parasetamol dan Sildenafil dalam penindakan di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor.
"Bahan Kimia Obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti Paracetamol dan Sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat," kata Penny dalam keterangannya, Minggu (6/3).
Penny menjelaskan bahwa penggunaan Paracetamol dan Sildenafil yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat bahkan sampai menimbulkan kematian.
Kata Penny, Paracetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah, dan jika digunakan secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang lebih fatal seperti kerusakan pada hati dan ginjal.
Sementara Sildenafil dapat menimbulkan efek samping mulai dari yang ringan seperti mual, diare, kemerahan pada kulit, hingga reaksi yang lebih serius seperti kejang, denyut jantung tidak teratur, pandangan kabur atau buta mendadak, bahkan dapat menimbulkan kematian.
"Jika tidak digunakan sesuai aturan pakai (dosis), bahan kimia obat ini dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan," ujarnya.
BPOM telah menemukan 15 jenis produk jadi atau sebanyak 5.791 pcs pangan olahan mengandung BKO dan 36 jenis atau 18.212 pcs obat tradisional mengandung BKO.
Selain itu, juga ditemukan bahan produksi dan bahan baku. Yakni, 32 Kg bahan baku obat ilegal mengandung Parasetamol dan Sildenafil, 5 Kg produk rumahan atau bahan campuran setengah jadi, cangkang kapsul serta bahan kemas aneka jenis seperti aluminium foil untuk sachet, karton, plastik, dan hologram.
BPOM menyatakan barang bukti pangan olahan dan obat tradisional yang ditemukan seperti Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Produk-produk tersebut diduga mengandung BKO Paracetamol dan Sildenafil.
"Nilai keekonomian barang bukti ini diperkirakan mencapai 1,5 miliar rupiah," ucap Penny.
Diungkapkan Penny, pihaknya telah melakukan pemantauan dan analisis terhadap penjualan online produk pangan olahan mengandung Bahan Kimia Obat dengan merek Kopi Jantan pada periode Oktober-November 2021. Hasilnya, penjualan produk tersebut memiliki nilai transaksi rata-rata sebesar Rp7 miliar setiap bulannya.
Dalam penindakan ini, BPOM juga mengungkap dua pelaku selaku produksi dan peredaran pangan serta obat tradisional ilegal.
Terhadap para pelaku produksi dan pengedar pangan ilegal dapat dikenakan Pasal 136 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Pasal 140 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Sedangkan, para pelaku yang memproduksi dan mengedarkan obat tradisional ilegal mengandung bahan kimia obat dapat dipidana sesuai dengan Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dengan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Penny juga menuturkan bahwa jaringan ini telah memproduksi dan mengedarkan produk ilegal selama dua tahun atau sejak Desember 2019.
"Badan POM akan terus melakukan pengembangan dan identifikasi jaringan lainnya. Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran produk obat dan makanan ilegal serta memberantas peredaran bahan baku obat ilegal di Indonesia," tuturnya. (CNN Indonesia)
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 652
Foto ilustrasi. (iStock/bymuratdeniz)
SitindaonNews.Com | Berbagai epidemiolog mengklaim virus Covid-19 varian Omicron memiliki gejala yang lebih ringan ketimbang varian Delta.
Terbukti, kebanyakan orang yang terpapar Omicron tidak mengalami gejala serius.
Pada umumnya, gejala yang dialami seperti demam, sakit kepala, dan badan lemas. Meski demikian, gejala mirip flu tenggorokan tersebut tak boleh diabaikan begitu saja.
Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com setidaknya terdapat lima gejala Omicron yang kerap diabaikan.
1. Tenggorokan Sakit
Selain pilek, rasa sakit di tenggorokan kerap disepelekan karena sering dirasakan. Padahal, pasien yang terpapar Omicron pada umumnya mengalami sakit tenggorokan. Namun, rasa sakit ini tidak disertai batuk.
2. Pilek
Pilek dan flu merupakan gejala yang biasa dialami banyak orang saat cuaca tidak menentu. Padahal, pilek merupakan salah satu ciri gejala Omicron yang paling banyak terjadi pada pasien Covid-19.
3. Bersin
Bersin juga menjadi salah satu gejala yang sering dirasakan orang yang sedang sakit flu. Namun, bersin juga bisa menjadi gejala Omicron.
Pasalnya, Omicron memiliki afinitas lebih tinggi untuk menginfeksi bagian atas pernapasan dan mengakibatkan orang yang terpapar Omicron sering bersin hingga merasakan sesak napas.
4. Kelelahan Ekstrem
Rasa lelah merupakan gejala yang umum terjadi, terlebih seusai bekerja. Namun, rasa kelelahan ekstrem bisa menjadi gejala Omicron dan kerap diabaikan.
5. Batuk
Batuk merupakan gejala yang kerap dialami seseorang ketika flu. Namun, batuk juga bisa menjadi salah satu gejala Omicron dan kerap diabaikan.
Sumber: cnnindonesia.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 633
Anda pasti pernah merasa kebingungan saat kaki dan tubuh diserang gigitan nyamuk bertubi-tubi tapi teman di sebelah Anda sama sekali tak digigit nyamuk. (iStockphoto/Noppharat05081977)
SitindaonNews.Com | Anda pasti pernah merasa kebingungan saat kaki dan tubuh diserang gigitan nyamuk bertubi-tubi tapi teman di sebelah Anda sama sekali tak digigit nyamuk.
Kok bisa? Karena darah manis?
Secara ilmiah, Ilmu pengetahuan mengungkapkan ada berbagai faktor yang membuat seseorang lebih menarik buat nyamuk
Beberapa orang lebih menarik bagi nyamuk karena jumlah karbon dioksida yang dipancarkan dalam panas hingga warna pakaian (warna lebih gelap lebih mengundang nyamuk dibanding warna terang).
Nyamuk betina yang menggigit manusia dan mereka melakukannya untuk mendapatkan protein darah untuk bertelur.
1. Jumlah karbon dioksida
Mengutip Antara, untuk membantu menemukan mangsanya, nyamuk betina dilengkapi dengan reseptor bau khusus yang mendeteksi karbon dioksida dan aroma manusia. Oleh karenanya orang yang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida, misal karena kelebihan berat badan atau sedang hamil, cenderung lebih menarik bagi nyamuk.
2. Golongan darah
Selain itu, golongan darah juga disebut bisa membantu menentukan preferensi nyamuk. Satu studi menemukan bahwa nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah O hampir dua kali lipat dibandingkan dengan golongan darah A.
Terlepas dari golongan darahnya, penelitian yang sama menemukan bahwa orang yang "sekretor" (mengeluarkan bahan kimia pada kulit mereka yang menunjukkan golongan darah mereka) lebih mungkin digigit nyamuk.
3. Olahraga
Penelitian lain menemukan bahwa olahraga--karena asam laktat yang dikeluarkan dalam keringat dan peningkatan suhu tubuh--juga dapat membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk.
4. Genetika
Jika Anda kurang beruntung dan menjadi magnet bagi nyamuk, itu mungkin karena susunan genetika Anda. Sebuah studi kembar 2015 yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa DNA dapat menjelaskan hampir 67 persen daya tarik nyamuk.
5. Bau badan
Karena penelitian sebelumnya telah menyimpulkan bahwa kembar identik memiliki bau badan yang lebih mirip daripada kembar non-identik, para peneliti menyimpulkan bahwa gen berperan dalam bau badan dan daya tarik nyamuk.
Para peneliti menemukan bahwa kembar identik, yang memiliki gen yang sama persis, memiliki tingkat ketertarikan nyamuk yang lebih mirip dibandingkan dengan kelompok kembar fraternal.
Studi ini mengambil dua kelompok kembar perempuan--satu kelompok identik dan lainnya bersaudara--dan mereka memasukkan tangan mereka ke dalam wadah plexiglas berbentuk Y yang memungkinkan nyamuk untuk mendeteksi bau mereka tanpa diizinkan untuk menggigit. (cnnindonesia)