Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 64
Foto: Suasana gerai ponsel di PGC jelang Lebaran 2024. (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Industri perangkat elektronik konsumen tengah menghadapi tekanan akibat kelangkaan chip memori global. Kondisi ini berdampak langsung pada berbagai produk, mulai dari komputer, ponsel, hingga peralatan rumah tangga, dengan kenaikan harga komponen yang diperkirakan mendorong lonjakan harga jual ke konsumen hingga sekitar 20%.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, kenaikan harga perangkat elektronik yang tidak diiringi peningkatan fitur dan kualitas dinilai berpotensi menekan minat beli masyarakat. Konsumen cenderung menahan pengeluaran, terutama untuk produk yang siklus pembaruannya semakin panjang.
Lembaga riset IDC sebelumnya memproyeksikan adanya risiko kontraksi pasar ponsel global pada 2026. Dalam skenario pesimistis, pasar diperkirakan menyusut hingga 5%, seiring naiknya harga jual rata-rata dan semakin lamanya konsumen mengganti perangkat mereka.
Secara lebih rinci, laporan IDC pada 9 Desember 2025 menyebutkan bahwa pengapalan ponsel konvensional non-lipat diproyeksikan turun 1,4% pada 2026. Penurunan ini mencerminkan kejenuhan pasar serta perubahan preferensi konsumen terhadap inovasi perangkat.
Di saat bersamaan, HP lipat yang lebih inovatif justru diprediksi akan tumbuh signifikan mencapai 29,7% di 2026, dikutip dari laman resmi IDC.
Pertumbuhan ini didorong kemunculan iPhone lipat pertama yang sudah dinanti-nanti, serta kehadiran Samsung Galaxy Z TriFold yang menandai inovasi lebih lanjut berupa HP lipat tiga.
"Tahun 2026 akan bergairah untuk kategori HP lipat dengan pertumbuhan tahunan diproyeksikan hampir 30%, dibandingnya patokan 6% pada proyeksi sebelumnya," kata Nabila Popal, direktur riset senior IDC.
"Samsung akan memulai 2026 dengan Galaxy Z TriFold yang, memperkenalkan HP lipat tiga ke pasar mainstream secara global, dan membangun momentum dari kesuksesan Galaxy Z Fold7 di 2025. HP lipat Huawei dengan sistem operasi HarmonyOS Next juga akan memperlihatkan pertumbuhan yang kuat, dengan pengapalan diprediksi hampir dobel di 2026. Namun, game-changer untuk kategori HP lipat akan muncul di akhir 2026 ketika Apple masuk ke sektor ini," ia menambahkan.
VP untuk perangkat klien IDC, Francisco Jeronimo, mengatakan HP lipat pertama dari Apple akan menandai babak baru pada segmen HP lipat.
"Langkah Apple akan mendorong minat pada kategori HP lipat. Apple cenderung berperan sebagai katalis untuk adopsi kategori produk baru bagi pasar mainstream. Meskipun HP lipat akan tetap menjadi segmen khusus dari perspektif volume, HP lipat akan menjadi pendorong nilai yang relevan bagi sebagian besar vendor yang menawarkannya, karena harga jual rata-ratanya akan 3 kali lebih tinggi daripada HP standar," ia menuturkan.
Sikap konsumen di 2026 yang cenderung menggunakan HP mereka lebih lama, mendorong siklus penggantian menjadi kian sulit bagi para produsen HP. Dengan demikian, HP lipat menjadi sangat penting bagi industri yang telah mencapai titik jenuh dan membutuhkan inovasi yang berarti untuk memotivasi peningkatan dan mendorong nilai.
Kategori HP lipat diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR sebesar 17% hingga tahun 2029, dibandingkan dengan kurang dari 1% untuk segmen HP konvensional.
Lebih lanjut, IDC melaporkan bahwa di 2026, sistem operasi yang akan mendominasi pasar HP lipat adalah Android, yakni sebesar 61%. Selanjutnya Apple akan mengambil porsi 22%, dan HarmonyOS Next sebesar 17%.
Perlu dicatat, proyeksi ini masih bisa berubah sewaktu-waktu, seiring dinamika kondisi pasar
Sumber: CNBC Indonesia https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260131093907-37-706922/hp-mulai-ditinggalkan-di-2026-ramai-ramai-beralih-ke-penggantinya
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 72
Jakarta, CNBC Indonesia — Pegawai PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (BMI) diduga melakukan penggelapan dana senilai Rp1,4 miliar milik CV New Cahaya Ujung (NCU) pada 2011 lalu. Tidak hanya itu, bank syariah tertua RI itu mengambil alih 9 dump truck dan pabrik senilai kurang lebih Rp20 miliar milik perusahaan pertambangan yang berbasis di Kendari itu.
Pemilik NCU, Muhammad Bakti Arias membawa kasus ini saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (27/1/2026). Ia menjelaskan perusahaan miliknya itu sebenarnya sudah menjadi nasabah BMI sejak 2006, setelah ditawari berulang kali.
NCU juga sudah beberapa kali menerima pembiayaan dan telah melunasinya. Hingga pada tahun 2010, ia memperoleh proyek dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) untuk mendirikan pabrik pengolahan limestone dengan anggaran senilai Rp20 miliar.
Untuk proyek jangka panjang tersebut, Bakti menjelaskan bahwa NCU membutuhkan dump truck sebanyak 10 unit. Awalnya, perusahaan ingin membeli di Toyota Makassar, tetapi seorang pimpinan di BMI menawarkan ke NCU untuk membeli di kenalannya dari PT Tugu di Jakarta.
Karena lebih murah Rp350 juta dari Toyota Makassar, Bakti mengatakan pihaknya mengkonfirmasi ke Toyota Makassar terkait hal ini. Pihak Toyota Makassar mengatakan bahwa tidak mungkin ada penjualan dump truck dengan harga murah tersebut.
Menurut PT Tugu, harga tersebut bisa murah karena mereka mendapatkan diskon khusus karena melakukan pemesanan 200 unit hingga 300 unit setiap bulan. Namun, hasil penelusuran tidak ada pembelian dari PT Tugu di PT Tunas.
Bakti lantas membatalkan untuk memesan lewat PT Tugu dan hendak menarik simpanan NCU dari Bank Muamalat.
"Setelah saya print out, ternyata uang dalam rekening hilang Rp1,4 miliar sekian," kata dia saat RDPU dengan Komisi XI DPR RI, Gedung DPR, Selasa (27/1/2026).
Setelah ditanyakan ke BMI, dijelaskan bahwa pimpinan BMI dihubungi oleh PT Tugu yang mengatakan Bakti tidak menjawab panggilan perusahaan itu. Lantas, pimpinan BMI tersebut menarik uang tersebut untuk melakukan pembayaran, agar dump truck tidak dijual ke pihak lain.
Bakti kemudian meminta agar uang NCU dikembalikan dan pihak Muamalat cabang Kendari kemudian pergi ke kantor pusat BMI di Jakarta untuk meneruskan kasus ini. Tetapi saat pihak BMI kembali, uang itu disebut tidak dapat dikembalikan.
"Karena PT Tugu sudah membayar Toyota juga selanjutnya mungkin 3 minggu atau 4 minggu mobil akan dikirim tinggal saya disiapkan untuk diminta untuk menyiapkan pelunasan mobil itu. Nah mobil itu pak tidak pernah datang sampai hari ini," ujar Bakti.
Ia juga menduga pimpinan BMI memalsukan slip RTGS dari transaksi.
Akibat dump truck tersebut tidak pernah datang, NCU tidak bisa memenuhi kebutuhan di proyek ANTM. Akhirnya, NCU terkena blacklist oleh ANTM pada pertengahan tahun 2tahun20l
"Karena saya tidak mampu mensuplai sesuai kebutuhan dalam kontrak. Karena mobil saya tidak pernah datang, Pak. Tidak cukup mobil saya untuk saya pakai buat material dari tambang yang jaraknya 140 km ke produksi dari ke Aneka Tambang 8 km," ucap Bakti.
Ia melanjutkan, BMI lanjut melakukan auto debet untuk pembayaran angsuran untuk utang yang kini mencapai Rp9 miliar. Bakti mengatakan, setelah NCU di-blacklist, otomatis pihaknya tidak bisa melakukan pembayaran.
Kemudian BMI mengambil aset-aset NCU berupa 9 unit dump truck dengan konstruksi pabrik proyek ANTM.
"Setelah mereka bongkar, itu tidak melalui pengadilan Pak. Mereka bongkar dengan alasan diamankan karena tidak berproduksi karena di-blacklist oleh Aneka Tambang," ujar Bakti.
Maka, ia "mengejar" BMI untuk melakukan perhitungan dan selalu dijanjikan untuk melaksanakannya di kantor pusat di Jakarta. Bakti diberitahu bahwa perhitungan BMI pusat akan disampaikan ke NCU.
Bakti mengatakan pihaknya menunggu dari tahun 2012, namun tak kunjung mendapatkan laporan tersebut.
Selanjutnya, pada tahun 2018, BMI membentuk tim investigasi untuk kasus ini dan hasilnya, aset-aset NCU itu sudah tidak ada lagi di bank itu.
"Hilang, entah siapa yang menghilangkan," tutur Bakti.
Tidak berhenti sampai di situ, BMI menyurati NCU pada tahun 2022, mengatakan sisa utang perusahaan sebesar Rp1,7 miliar. Bank itu juga meminta NCU untuk menyerahkan BPKB 10 dump truck dan surat pabrik yang menjadi jaminan di BMI.
"Tetapi ternyata Bank Muamalat, hilang pula dokumen itu di tangannya," kata Bakti.
Ia mengaku sudah melapor kepolisian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disebut tidak pernah memberikan perhatian positif.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi XI Fauzi Amro menyatakan bahwa pihaknya akan menyurati OJK selaku mitra kerjanya tentang kasus ini.
"Untuk kawan yang sudah berjuang lama, New Cahaya Ujung kami juga membuat surat ke OJK dan meminta OJK untuk memanggil Bank Muamalat, seperti itu proses penyelesaiannya seperti apa, dan harus mendapatkan report, ya minimal satu bulan sekali," kata Fauzi.
CNBC Indonesia sudah menghubungi Direktur Utama BMI, Imam Teguh Saptono dan Corporate Secretary BMI Hayunaji terkait hal ini, tetapi tidak segera mendapat tanggapan.
Sumber: CNBC INDONESIA
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 72
Ilustrasi steer-by-wire(Dok. Carnewschina.com)
Teknologi steer-by-wire pada mobil menawarkan banyak keuntungan. Untuk itu, Pemerintah China akan segera memberlakukan wajib penggunaan teknologi tersebut pada semua mobil.
Dikutip dari Carnewschina.com, Selasa (27/1/2026), pada tanggal 26 Januari, Pemerintah China menerbitkan standar nasional wajib berjudul “Persyaratan Dasar untuk Sistem Kemudi Kendaraan Bermotor”, yang akan berlaku secara resmi pada tanggal 1 Juli.
Standar ini menjelaskan persyaratan teknis dan metode pengujian untuk sistem kemudi elektronik steer-by-wire, serta persyaratan keselamatan fungsional untuk sistem kemudi tradisional dan perangkat bantu kemudi.
Ilustrasi berkendara dengan Jetour Dashing rute Bandung-Jakarta(KOMPAS.com/DIO DANANJAYA)
Berbeda dengan sistem kemudi tradisional yang menggunakan teknologi mekanik dan hidraulik untuk mengoperasikan kendaraan, steer-by-wire mengandalkan teknologi elektronik secara utama untuk mengontrol operasi kendaraan.
Seiring dengan perkembangan teknologi cerdas yang menjadi tren utama dalam pengembangan otomotif, mobil pintar tidak hanya mewakili kemudi otonom dan elektrifikasi, tetapi juga konektivitas cerdas.
Steer-by-wire merupakan komponen penting dalam kendaraan pintar dan otonom berkat presisi yang lebih tinggi, manuverabilitas, dan fleksibilitas desainnya.
Interior Geely EX2(ilhamkarim/kompas.com)
Untuk diketahui, ada beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh steer-by-wire, seperti respons kemudi lebih presisi, rasio kemudi bisa adaptif, getaran dari jalan berkurang drastis, dan lainnya.
Standar nasional China untuk setir kemudi mobil terdiri dari empat bagian utama. Pertama, peningkatan jaminan keamanan. Kedua, peningkatan mekanisme peringatan. Ketiga, menjamin operasi yang andal. Lalu, keempat, memperkuat implementasi standar.
Namun, teknologi steer-by-wire saat ini masih menjadi teknologi yang mahal. Kemungkinan harga mobil juga akan meningkat jika teknologi tersebut disematkan.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By admin
- Hits: 171
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 301
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 341