Search
Bedah BUKU TAROMBO marga SITINDAON pada Bagian Kelima yang menceritakan asal mula Marga Sitindaon yang disebut sebagai Situnggar Nageduk yang mempunyai anak 3 orang yaitu: Passsalaut, Pangahuraja dan Pangambittua.
Dalam naskah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON yang ditulis oleh Abner Sitindaon, tidak menjelaskan tentang Passalaut dan keturunannya, demikian juga tentang Pangahuraja dan keturunannya.
Yang diketahui hanya Passalaut tinggal di Sibual-bual dan Pangahuraja pergi ke daerah Dairi, Pakpak dan Barus. Sementara Pangambittua pergi ke Lontung.
Karena penulis naskah adalah keturunan dari Pangambittua maka dalam buku ini hanya menceritakan jejak Pangambittua dan belum meneliti dan menelusuri jejak Passalaut dan Pangahuraja.
Karena itu, untuk melengkapi tulisan ini diharapkan Pomparan Passalaut dan Pangahuraja yang mengetahui kisahnya kiranya dapat melengkapi tulisan ini.
Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON Bagian Ketujuh, menceritakan tentang Pomparan Sitindaon Raja Mangambit berasal dari Lontung, yang pada akhirnya berserak ke daerah lainnya, berikut kisahnya:
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 4709
Foto Tugu Raja Tunggar Nageduk Sitindaon di Sibual-bual, Onanrunggu, Pulau Samosir.
Oleh: Zul Abrum Sitindaon
Sitindaon News.com - Medan - Marga² suku Batak Toba pada umumnya memakai awalan "Si" seperti Simanjuntak, Simanihuruk, Sitanggang, Sinaga, Siburian, Simatupang dll. termasuk Sitindaon.
Sitindaon sendiri awalnya berasal dari kata "Tandaon" yang artinya kenal atau dikenal atau diketahui orang lain.
Seiring dengan perkembangan jaman Tandaon menjadi Tindaon dan akhirnya menjadi Sitindaon.
Sekarang ini pemakaian marga keturunan Raja Tunggar Nageduk ada yang memakai "Sitindaon" dan ada juga yang memakai "Tindaon".
Bagi orang Batak sendiri pasti sudah mengetahui kalau Tindaon itu adalah Sitindaon, tetapi bagi suku lain ada anggapan bahwa Tindaon itu tidak sama dengan Sitindaon, bahkan ada yang menganggap bahwa Tindaon itu adalah Tandean yang berasal dari Manado, Sulawesi.
Untuk menghindari kesalah pengertian secara Nasional maupun International, ada baiknya kita seluruh keturunan Raja Tunggar Nageduk sepakat terutama untuk generasi berikutnya yang yang belum mempunyai identitas diri seperti anak yang baru lahir untuk menyebut dan menulis identitas marga kita di akte lahir, Kartu Keluarga, KTP, Ijazah, dll dengan SITINDAON.
Bagi yang sudah terlanjur menulis Tindaon di KTP, Ijazahnya dll tidak perlu diganti atau dirubah, yang penting adalah untuk generasi atau anak berikutnya yang belum memiliki identitas seperti akte lahir, KTP dll. supaya ditulis marganya "Sitindaon".
Demikian juga ada kemungkinan keturunan Raja Tunggar Nageduk masih ada yang memakai marga lain seperti Sihombing atau Naibaho, jika memang adalah keturunan Raja Tunggar Nageduk sebaiknya anak-anaknya nanti yang baru lahir yang belum ada identitas, sebaiknya diberi atau ditulis marganya Sitindaon di akte lahir.
Dengan demikian diharapkan ada keseragaman dalam pemakaian atau penulisan Marga Sitindaon pada generasi berikutnya dikemudian hari, dan hal ini tidak lepas dari peran serta kita sebagai orangtua untuk mengingatkan anak-anak kita tentang hal ini.
Supaya penyebutan atau pemanggilan SITINDAON ini lebih familiar ditengah-tengah masyarakat, sangat diharapkan terutama generasi muda agar penyebutan atau penulisan SITINDAON jangan dipelesetkan dalam bentuk apapun seperti dalam bahasa lain ( Sit In Down, City n Down dan lain sebagainya), yang bisa mengakibatkan suatu saat kelak kata SITINDAON bisa hilang dalam catatan ensiklopedia maupun wikipedia nomenklatur Indonesia dimasa ,mendatang.
Marga itu sangat sakral, tidak boleh sembarangan dipelesetkan atau supaya keren kata orang, biarlah kapan saja, dimana saja. SITINDAON tetap SITINDAON., karena memang itulah adanya.
#SITINDAONHEBAT
#SITINDAONJAYA
#SITINDAONKOMPAK
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 11452
Jansen Sitindaon di Tambak Op. Ambarita Sanggar Mealeal Sitindaon di desa Mungkur, Kec. Siempat Rube, Pakpak Barat. Dok. Pribadi Jansen Sitindaon.
Penulis: Jansen Sitindaon
Ketua DPP Partai Demokrat
#edisitulisansejarah
--PAKPAK BHARAT DAN SEJARAH SITINDAON
SitindaonNews. Beberapa waktu lalu saya ke Pakpak Bharat ("PPB"). Setelah selesai melaksanakan beberapa agenda politik di PPB dalam kapasitas saya selaku Plt Ketua DPC Demokrat Pakpak Bharat, saya melanjutkan kegiatan bersilaturahmi dengan keluarga besar kami Sitindaon yang ada di PPB.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 3162
Para Caleg Sitindaon yg diperkirakan lolos menjadi anggota DPRD Tk.II
SitindaonNews.com - Medan. Dari Daerah Bersama SITINDAON Membangun Negeri.
Dalam pesta demokrasi tahun ini ada beberapa orang keluarga besar Sitindaon ikut sebagai peserta calon legislatif dari berbagai partai politik di berbagai daerah hingga pusat.
Semua sudah berusaha dan berjuang maksimal untuk mendapatkan dukungan suara rakyat disertai dengan doa restu dari keluarga besar Sitindaon.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1905
Krisman Sitindaon/ Profile FB
SitindaonNews. Satu lagi dari keluarga besar Sitindaon masuk daftar caleg terpilih dalam Pemilu lalu di Kota Tj. Balai Sumatera Utara, yaitu Krisman Sitindaon yang maju sebagai caleg dari PDIP,.
Hal tersebut dapat dipastikan setelah KPU Tanjungbalai merampungkan rapat pleno rekapituasi perhitungan suara Pemilu Serentak 2019. Dari hasil rapat pleno tersebut sudah diketahui nama-nama 25 caleg yang diprediksi akan duduk di DPRD Tanjungbalai 2019-2024.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1610
Tugu Marga Sitindaon (sebelum di renovasi) di Pulau Samosir. Foto dokumentasi Sitindaon News.
Pro Kontra Turi-turian Atau Sejarah Marga Sitindaon
Oleh: Sudin Maurid Sitindaon
Editor: Tim Sitindaon News
Sitindaon News - Jika muncul turi-turian marga Sitindaon di grup maupun diwall facebook umumnya:
1. Menjadi perdebatan pro dan kontra bahkan disesama yang bermarga Sitindaon
2. Keluar umpama
"Ansimun so bola on
Hotang-hotang so dohonon
Naniida sitongka paboa-boa on
Nabinoto sitongka padohon-dohonan".
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1788
Sakti Roni Maruli Sitindaon bersama Op. Tarida Sitindaon, mewakili Pangambittua membawa saring2 Pangambittua pada Peresmian Tugu Tunggar Nageduk Sitindaon di Sibual-bual, Pulau Samosir. Tahun 1997. Dokumentasi Sitindaon News
Oleh: Sakti Sitindaon
Horas, salam kompak buat seluruh keluarga besar Sitindaon dimanapun berada.
Akhir2 ini sering saya perhatikan perdebatan di medsos turi2an/sejarah Sitindaon, terutama oleh para generasi muda.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1972
Setiap Generasi SITINDAON Berhak Punya "Rumah" Masing-masing.
Menyambut 74 tahun kemerdekaan tanah air, tapi kita belum sepenuhnya "merdeka", karena masih menumpang di rumah orang.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1065
Penggalian makam Tunggar Nageduk Sitindaon Juni 1997 di Sibualbual, Pulau Samosir.
SEJARAH YANG DIKUBUR OLEH GENERASINYA SENDIRI
SitindaonNews.Com | Semangat renovasi tugu Tunggar Nageduk begitu meng-gebu² dalam jiwa dan semangat para generasi penerus Sitindaon.
Namun sangat disesalkan tidak mau menampung aspirasi dan pendapat dari pihak² yang dianggap berbeda pendapat sebagai sikap tidak mendukung bahkan dianggap sebagai provokator yang menghambat renovasi dan harus disingkirkan layaknya seekor anjing yang suka menggonggong kena disiram air panas langsung "kainggg,,,, kainnggg,,,,kainnnggg...."
Konsep dan ide harus jalan terus demi mengejar sebuah target dan ambisi, karena konsep dan ide sudah mendapat restu dari na-tua² huta yang dianggap sebagai sebuah kebenaran dan pengesahan atas semua program tsb.dan jadilah sebuah "proyek huta.".
Yang lebih menyedihkan lagi, yang mempunyai pendapat yg kritis diancam dengan kata² "jangan bangunkan singa tidur" yang lagi lapar.
Parahnya lagi yg berbeda pendapat dianggap sebagai " anjing menggonggong, kafilah berlalu", dianggap sebagai seekor anjing tua yang tidak lama lagi akan mati dan yang lain dipasak kepalanya lalu dipanggang atau disakksang untuk tambul, kata seorang penggemar yang bangga merasa macam Mario Teguh dengan kasus keluarga yang membelitnya.
Sifat dan karakter egoisme dan diktatorisme masih terus dipertahankan dan dipelihara, barisan dirapatkan, kelompok dibentuk, akhirnya wajah tugu Tunggar Nageduk dibedah sesuai keinginan tertentu yang merasa sudah mempunyai pola pikir luar biasa dan hebat dari yang lainnya dan hasil akhirnya di-puji² sebuah hasil karya yang baik, indah dan modern.
Tetapi sesungguhnya renovasi tersebut telah menghancurkannya karena hasil akhirnya telah menghilangkan atau menghapus makna dan nilai² seni, budaya, sosiologi, arkeologi dan antropologi dari tugu tersebut sebagai situs purbakala.
Keaslian dari wajah tugu itu sudah berubah total layaknya seperti hasil operasi plastik wajah seseorang. Tugu itu berubah menjadi sebuah bangunan modern yang dibangun pada era milenial masa kini dengan material keramik atau granit.
Permukaan dinding tugu yang semula penuh dengan relief dan ornamen batu alam sebagai simbol hubungan manusia dengan alam yang melambangkan persatuan hubungan kekerabatan keturunannya dalam sebuah bentuk bangunan tempo doeloe yang sarat dengan makna dan nilai² seni, budaya, sosiologi, arkeologi dan antrolologi sirna begitu saja secara sengaja atau tidak sengaja karena relief² tersebut telah tertutup atau diganti dengan kepingan kotak² keramik atau granit yang telah menjadi simbol peng-kotak²an keturunannya
Bentuk dan wajah asli Tugu Situnggar Nageduk Sitindaon
Sangat mengecewakan karena renovasi yang di-bangga²kan itu sesungguhnya secara sadar atau tidak sadar telah menghapus 1 dekade atau mengubur jejak sejarah dari tugu itu sendiri.
Rasa ego dan ingin mengubur atau menghapus jejak sejarah sangat jelas terlihat oleh mereka² yang ingin dikenal sebagai orang yang paling berpengaruh di marga ini dengan cara selain merubah tampilan tugu dengan menutup dinding permukaan tugu dengan matetial kekinian, mereka juga dengan sengaja ingin menghilangkan peran dari tokoh² penggagas berdirinya tugu tersebut dengan cara menuliskan nama² mereka yang merehab itu di pagar tugu tersebut seperti ingin menunjukkan bahwa mereka² yg ada namanya di pagar tugu itulah yang punya peran utama dengan keberadaan tugu tersebut.
Saya yakin para penggagas awal tugu tersebut pasti kecewa, sedih dan menangis, mereka tidak bisa berbuat apa² lagi karena generasi muda sebagai generasi penerusnya sudah merasa mempunyai pola pikir luar biasa dan hebat, lebih mengerti, lebih pintar dan merasa lebih mampu dan lebih hebat dalam segala hal.
Candi Borobudur juga mengalami renovasi dan pemugaran, tetapi tidak merubah wajah dan permukaannya, material pengganti diusahakan bentuk, ukuran dan warna yang sama dengan aslinya, sehingga candi tsb tetap terlihat dengan wajah dan bentuk aslinya. Nilai seni, budaya, sosiologi, arkeologi dan antropologi tetap dipertahankan.
Demikian juga halnya dengan Tano Ponggol,sebagai Tano Parhutaan Marga Sitindaon pemberian Naibaho Hutaparik yang digerogoti oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dimana oknum ini berani berbuat karena ijin dan restu dari oknum tertentu dengan mendirikan bangunan permanen dan menerima dana ganti rugi tanah yang dipakai proyek pemerintah untuk kepentingan pribadi.
Sesuai kesepakatan semula, kasus Tano Ponggol merupakan prioritas untuk diselesaikan dan di tuntaskan terlebih dahulu, tetapi faktanya lebih 1 tahun tidak ada kemajuan progres penyelesaian masalah demi mengejar target renovasi dan partangiangan saja.
Dikhawatirkan kasus ini segaja dibuat ter-katung² karena nantinya sisa tanah ini juga akan hilang tanpa jejak dan bekas, sementara oknum² yang tidak bertanggung jawab akan mengharapkan menerima dana ganti rugi lagi dari pemda atas sisa tanah karena ada kemungkinan sisa tanah itu akan di jadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau karena lokasinya persis tepat dipinggir atau dibawah fly over jembatan kanal Tano Ponggol yang dalam proses pembangunan.
Tugu Situnggar Nageduk Sitindaon di Sibualbual dan Tano Parhutaan Sitindaon pemberian Naibaho Hutaparik di Tano Ponggol akan tinggal menjadi kenangan dalam sebuah CATATAN SEJARAH YANG YANG DIKUBUR oleh generasinya sendiri.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2433
Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian ke Delapan) ini menceritakan paska Raja Mangambit diserang marga Situmorang, maka seluruh keturunan Raja Mangambit Sitindaon di Lontung melarikan diri, ada yang berenang menyeberang Danau Toba hingga ke Porsea dan Balige ada juga yang lari arah ke Tomok, yaitu Op. Manjabat dan Op. Barita Lobi, inilah ceritanya:
"OMPU MANJABAT"
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2347
Bagian Kesembilan buku ini.menulis tentang Op. Soranglan dan Ama Ni Gumba, sbb.:
"OMPU SORANGLAN"
Adapun Ompu Soranglan adalah anak dari Ompu Manjabat.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1551
"AMAN TOGA OMPU atau Op. ALEXANDER"
Setelah dewasa A. Toga Ompu menikah tetapi tidak punya keturunan, oleh karena itu dia pergi ke kerumah tulangnya Siallagan untuk melamar putri tulangnya (paribannya).(Op ni si Djimma).
Ternyata paribannya itu sudah menikah dengan Parsakkal, oleh karena itu A. Toga Ompu berusaha membuat paribannya itu cerai dengan Parsakkal.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1310