Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1077
Para pelaku pembunuh sopir taksi online yang mayatnya ditemukan di hutan pinus saat digiring petugas polisi.(Foto Humas Polresta Bandung)
SitindaonNews.Com | Teka-teki pelaku pembunuhan terhadap Samiyo Basuki Riyanto (61), mantan pegawai negeri sipil (PNS) yang ditemukan tewas di hutan Pinus Jalan Raya Banjaran-Pangelangan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akhirnya terungkap.
Samiyo yang diketahui sebagai sopir taksi online itu ternyata tewas setelah dibunuh oleh empat penumpang wanita dengan menggunakan kunci inggris.
Keempat pelaku yakni berinisial KAS alias Risma (19), KEZI alias Sella (20), AS alias Riska (21) dan IK (16).
Pembunuhan itu terjadi karena pelaku tak dapat membayar ongkos yang telah disepakati sebesar Rp 1,7 juta.
1. Kronologi kejadian
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, pembunuhan berawal dari tersangka berinisial IK dan S yang berasal dari Jakarta memesan angkutan taksi online.
IK memesan jasa korban secara offlinedengan tujuan Pangalengan dengan harga yang disepakati sebesar Rp 1,7 juta.
Sebelum perjalanan ke Pangalengan, korban dan pelaku menjemput pelaku RK di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangalengan menggunakan jalur tol Cipularang yang keluar di Tol Gate Seroja.
Sesampainya di Pangalengan, para pelaku kemudian menjemput pelaku RM.
Di tengah jalan, korban kemudian menagih ongkos yang telah disepakati sebesar Rp 1,7 juta. Saat ditagih, para tersangka ini tak mampu membayar ongkos itu.
"Karena tidak bisa membayar salah satu tersangka sepakat untuk menghabisi korban," ungkap Hendra dalam keterangannya, Selasa (28/4/2020).
2. Korban tewas dipukul dengan kunci Inggris
"Salah satu tersangka memukulkan sebanyak delapan kali ke arah kepala bagian belakang hingga korban meninggal dunia dan korban di buang ke jurang di Pangalengan," kata Hendra.
Hingga jasad korban ditemukan warga di tebing hutan pinus pada Senin 30 Maret 2020.
3. Ditangkap di tempat terpisah, peran masing-masing pelaku
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung AKP Agtha Bhuwana Putra mengatakan, keempat pelaku ini ditangkap di kediaman masing-masing dalam waktu yang berbeda, sejak Jumat (24/4/2020) sampai Minggu (26/4/2020) pagi.
Dikutip dari Kompas TV, Agtha menjelaskan, empat pelaku memiliki peran berbeda-beda dalam melakukan aksi pembunuhan.
Dua pelaku utama yakni Risma berperan membekap dan mencekik korban, IK yang memukul korban dengan kunci inggris..
Sedangkan Riska membantu membuang jenazah korban ke jurang. Sedangkan Sela mengamankan barang bukti.
"Korban dipukul kepalanya sebanyak delapan kali kemudian akhirnya meninggal," kata Agtha.
Setelah dipastikan tewas, korban kemudian dibuang ke jurang. Sedangkan kendaraan milik korban dibawa mereka.
"IK (16) otaknya, yang tersangka anak dibawah umur," katanya saat dihubungi Kompas.com.
4. Para pelaku memiliki hubungan khusus
Agtha mengatakan bahwa empat pelaku pembunuh Samiyo merupakan wanita penyuka sesama jenis.
"Iya (wanita penyuka sesama jenis)," katanya.
Keempatnya berkenalan belum lama ini dari sebuah aplikasi kencan.
"Mereka ini punya hubungan spesial sejak tahun 2020, ketemunya di aplikasi lesbian daring, seperti komunitas," ujarnya.
Menurut Agtha, mereka menyewa taksi onlinetersebut dengan tujuan pertemuan tak lain hanya untuk berkencan.
"Tujuannya ya untuk pacaran," ungkapnya.
5. Terancam 20 tahun penjara
Agtha mengatakan, atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 340 jo Pasal 55 dan atau Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara
"Untuk pelaku di bawah umur akan dikoordinasikan dengan Bapas, untuk penanganan peradilan anak, karena salah satu pelaku masih dibawah umur," kata Agtha.
Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni, satu unit kendaraan roda empat merek Datsun Go warna putih dengan nomor polisi B 1313 KRX, kunci Inggris warna merah, baju warna abu dan jaket sweater warna hitam.
Saat ini polisi masih mengembangkan kasus pembunuhan tersebut.
Sumber: KOMPAS.com (Penulis: Kontributor Bandung, Agie Permadi | Editor: Aprillia Ika, Farid Assifa)/Kompas TV
Sumber: kompas.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 979
Mobil Ambulance
Sang Supir Ambulance
Namanya Firdaus marga Tambunan, anaknya 2 orang, dia masih muda. Tinggal persis di depan rumah kami. Pekerjaannya supir ambulance.
Selama ini mobilnya sering digunakan jika ada orangtua yang meninggal dunia di Medan dan dikubur di kampung atau bona pasogitnya. Jika seperti iu, biasanya pesta adat yang meninggal tersebut dilaksanakan di Medan. Jadi hanya prosesi penguburannya saja di kampung.
Dia tidak pernah takut membawa mayat, walaupun dia sendiri dan mayat itu saja dalam mobil. Dimana para sanak keluarga serta anak yang meninggal naik mobil khusus mengiringi dari belakang.
Minggu yang lalu ada seorang orangtua meninggal dunia di Medan. Selama ini orangtua ini tinggal di kampungnya, tetapi karena sakit lever yang dideritanya, opnamelah orangtuanya tersebut di Medan.
Dua bulan orangtua tersebut opname di rumah sakit. Pada saat awal opname ceritera Corona belum menjadi perhatian, kecuali di daratan Tiongkok sana.
Tetapi, Minggu yang lalu sang orangtua menghembuskan nafas terakhirnya. Ya.....karena penyakit lever akut dan usianya yang sudah tua. Dan semua anaknya sepakat orangtua tersebut akan dikuburkan di kampungnya. Dan kebetulan Firdaus inilah supir ambulance membawa mayat tersebut.
Dalam perjalanan, setiap batas Kabupaten ambulance ini pun harus diperiksa dan dicek surat jalannya dari Rumah Sakit. Dalam surat jalan diberitahu detail riwayat kematian serta mau dibawa kemana. Juga, setiap pos batas wilayah, ambulance bahagian luar dan dalam harus disemprotkan disinfektan. Juga Firdaus sang supir.
Ada beberapa pemeriksaan yang mereka lewati. Aman tidak ada masalah.
Persoalan justru setelah sang orangtua yang telah tenang di sisi Tuhannya itu tiba di kampungnya. Beberapa famili sudah menangisi mayat orangtua tersebut, bahkan si Supir pun sudah berharap mayat akan segera diturunkan dari ambulance, karena sudah lebih setelah jam di depan rumah orangtua itu.
Tapi entah siapa yang memulai, banyak masyarakat kampung menolak mayat tersebut.
Musyawarah pun dilakukan keluarga dengan masyarakat kampung yang menolak mayat teman sekampungnya itu. Pun dengan pihak keamanan dan dari pemerintahan.
Walaupun sudah lebih 1 jam musyawarah, keputusan mereka mayat harus dibawa kembali ke Medan atau kemana sajalah. Mayat itu tidak bisa dikubur di kampung itu.
Akhirnya dengan terpaksa mayat kembali ke Medan. Tapi mau dibawa kemana? Mau dikubur dimana?
Firdaus, menawarkan jasa, bahwa ada dia ketahui tempat orangtua ini bisa dikuburkan walaupun bukan di pekuburan resmi. Di daerah tanah garapan bekas PTP-2. Tapi......harus bayar sekian.
Sang orangtua pun dibawa kembali ke Medan dan tiba sudah malam hari di lahan yang bisa menerima mayat tadi.
Dengan uraian air mata yang tak hentinya dari semua anaknya, malam itu juga orangtuanya dikuburkan tanpa adat dan sakramen apapun sebagai seorang Kristen.
"Kasihan juga mereka" kata Firdaus mengenangnya.
"Apa kau tak kasihan pada dirimu Daus?. Bagaimana kalau mayat yang kau bawa karena Corona?" kataku menyelidik pikirannya.
"Cari makanku dari pekerjaan itulah, mau apalagi. Daripada mati kelaparan masih lebih baik mati karena Covid-19. Jelas kuburannya, jelas siapa menguburkan, dan semua biaya ditanggung negara" dengan enteng dia menjawab pertanyaanku.
Amang tahe, hansitna i ngolu saonari on. Sipata tung so adong be hasoan.
#palambokpusupusu
Copas: https://www.facebook.com/100024361903570/posts/660306638124727/
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 792
Dok Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta
Mobil BMW yang terparkir lebih dari setahun di Bandara Soekarno-Hatta dibawa ke Polres Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (24/4/2020)
SitindaonNews.Com | Polres Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan laporan dari pengelola parkir Bandara Soekarno-Hatta bahwa ada 7 unit mobil di bandara yang terparkir lebih dari setahun lamanya.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan total biaya parkir 7 mobil itu mencapai Rp 893 juta.
"Pertama si parkir inap depan Gedung 600 ada mobil Toyata Avanza dengan nomor polisi F 1043 CV, mobil Grand Max dengan nomor polisi B 1849 NKT, dan mobil Toyota Corona dengan nomor polisi DE 276 CA," ujar dia dalam keterangan pers, Jumat (24/4/2020).
Sedanngkan tempat kedua di area parkir Terminal 1B tepatnya di depan Pos Polisi Bandara Soekarno Hatta yakni mobil BMW dengan nomor polisi B 1845 VJ, mobil Daihatsu Every dengan nomor polisi B 2898 B, dan mobil Honda Freed dengan nomor polisi B 1156 BFX.
Tempat ketiga adalah area parkir inap Kawasan Soewarna dengan satu Mobil Pajero Sport nomor polisi L-1142-EA.
Setelah ditelusuri lebih dalam, Adi mengatakan, ada beberapa mobil yang memang tak bertuan seperti mobil Daihatsu Gran Max warna hitam dengan nomor polisi B 1849 NKT.
Mobil tersebut masuk ke area parkir sejak tanggal 25 April 2018 pukul 07.00 WIB dan sudah terparkir selama 12 bulan dengan estimasi biaya parkir sebesar Rp 96 juta.
"Mobil oleh yang tertera diregistrasi sebagai pemilik, diterangkan bahwa telah dijual dari tahun 2016 dan setelah proses jual beli, tidak lagi berhubungan dengan pembeli," kata Adi.
Kemudian mobil Toyota Corona warna hitam dengan nomor polisi DE 276 CA yang merupakan mobil milik mantan pejabat dari Provinsi Maluku Utara dengan inisial AR.
Mobil yang terparkir dari 20 April 2019 tersebut dikenakan estimasi biaya parkir sebesar Rp 79 juta.
"Mobil sudah diserahkan kepada keluarga di Jakarta untuk kemudian diparkirkan di Bandara Soetta karena keluarga kembali berdomisili di Maluku Utara," ujar dia.
Kemudian untuk mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi F 1043 CV yang masuk area parkir sejak 9 April 2019 pukul 04.13 WIB dikenakan estimasi biaya sebesar Rp 76 juta.
Pemilik dengan inisial AH mengaku menyewakan mobil dan oleh si penyewa ditinggalkan begitu saja di area parkir Bandara Soekarno-Hatta.
"Pemilik mobil telah bertemu dengan pengelola parkir untuk menyelesaikan masalah biaya parkir," ujar Adi.
Mobil keempat merupakan mobil BMW 320i Limited Edition Nomor Polisi B 1845 VJ yang masuk parkir sejak 5 Desember 2018 pukul 08.28 WIB dengan estimasi biaya parkir Rp 115 juta.
Adi mengatakan, pernah ada yang datang ke managemen parkiran dengan inisial JIS.
"Berdasarkan STNK yang dibawa oleh pengurus pemilik dari BMW B 1845 VJ atas nama pemilik AK, akan tetapi tidak pernah diurus kembali untuk pelunasan biaya parkir," tutur Adi.
Sedangkan mobil keenam merupakan mobil Suzuki Every No Pol B 2898 B yang sudah tidak diketahui data masuk area parkir karena pengelolan parkir berbeda.
Pengelola parkir saat ini yaitu PT Angkasa Pura Solusi menyampaikan mobil tersebut paling tidak sudah berada di area parkir selama 36 bulan dengan estimasi biaya Rp 280 juta.
"Berdasarkan data dari Samsat, pemilik dengan inisial AST yang menurut keterangan pemilik telah dijual 3 tahun yang lalu," ujar Adi.
Keenam merupakan mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakkar No Pol L-1142-EA yang terparkir sejak 13 Oktober 2018 pukul 05.00 WIB dengan estimasi biaya parkir Rp 80 juta.
"Berdasarkan data samsat, Pemilik atas nama FA, kendaraan status blokir lapor jual," kata dia.
Mobil terakhir dengan jenis Honda Freed Nopol B 1156 BFX. Petugas parkir tidak bisa memastikan kapan tepatnya mobil tersebut masuk parkiran Terminal 1 C karena pengelola parkiran berganti.
Perkiraan petugas parkir mobil tersebut sudah terparkir kurang lebih 2 tahun dengan estimasi biaya parkir sebesar Rp 170 juta.
"Berdasarkan hasil keterangan dari Samsat Polda Metro Jaya pemilik mobil adalah MHS dan status mobil tersebut telah diblokir atas permintaan pemilik," kata Adi.
Berdasarkan keterangan dari pemilik, mobil Honda Freed tersebut sebelumnya telah dipinjam saudaranya dua tahun yang lalu dan kemudian tidak diketahui keberadaannya.(*)
Sumber: tribunnews.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 860

Shelly, Tempatmu di Surga
DKI berkabung. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Almarhumah Shelly Zeindia Putri, pejuang melawan Covid-19, bertugas di garis depan sebagai AGD (Ambulance Gawat Darurat) Dinkes DKI, telah gugur sebagai kusuma dalam amuk Covid-19.
Sejak hadirnya covid di Jakarta, Maret lalu, Shelly langsung diterjunkan di garda terdepan. Berjuang menjemput orang positif dari rumah hingga membawa ke rumah sakit rujukan, ke RS Persahabatan, RSPI Sulianti serta Wisma Atlet.. silih berganti tanpa kenal lelah. Sembari dengan senyum memberi semangat!
Tapi, sejak pertengahan April ini, ia lelah. Namun terus berjuang. Hingga 16 April terpaksa harus dirawat di RS Tarakan. Ia terus bejuang melawan sakitnya, hingga tak kuat dan menghembuskan nafas terakhir tgl 19 April 2020 di RS itu juga.
Derai air mata menetes dari kawan kawan para perawat. Mengiringi kepergianmu, tapi, mereka tidak lemah tetap tegar. Percayalah Shelly, kawan kawan dan semua masyarakat Jakarta mendoakan kepergianmu sebagai pahlawan bersama para dokter dan perawat lainnya yang telah mendahului kita semua.
Shelly, takkala jenazahmu diangkut perlahan, memasuki ambulan, kawan kawanmu yang tetap memakai pelindung warna biru mereka tegar, begitu juga tunanganmu tetap tegar menganggapmu sebagai kekasih hingga di surga.
Percayalah Shelly, walau kepergianmu tanpa iringan keluarga dan kawan kawanmu hanya mampu berbaris di sisi jalan melepas ambulan mengantarmu
Keperistirahan terakhir, tapi do’a dari seluruh rakyat Jakarta dan Indonesia ini mengiringi kepergianmu, istitahat di surga dengan damai..angin selalu membawa doa untukmu..
Selamat jalan Shelly, engkau adalah pahlawan. Pejuang. kematianmu husnul khatimah. Kami percaya engkau mati syahid dan AllahSwt menempatkamu di Surga-Nya... Aamiin yra..
.
.
.
Mappa Manan
Copas: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3140375249387172/
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 615

Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan, Sat Sabhara dan Polsek Medan Baru mengamankan sekelompok geng motor di Kota Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 5 orang dan 17 unit sepeda motor diamankan.
"Pada saat kami datang ke TKP, banyak dari mereka yang melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, di Medan, Jumat.
Hasil interogasi terhadap 5 orang yang berhasil diamankan, para anggota geng motor ini sengaja berkumpul untuk melakukan penyerangan terhadap anggota geng motor lainnya.
"Kita belum tahu apa nama geng motornya, kita masih mendalami semua. Mereka berkumpul untuk menyerang geng motor lainnya," ujarnya seperti dilansir Antara.
Dia mengimbau, bagi yang merasa kendaraan sepeda motornya diamankan, agar dapat mengambilnya kembali di Sat Lantas Lapangan Merdeka dengan membawa bukti kendaraan tersebut.
"Bagi mereka yang ingin mengambil kendaraan mereka, silakan datang di Sat Lantas Lapangan Merdeka dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan," tutupnya
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 939
Ilustrasi Bandara (Grandyos Zafna/detikcom)
SitindaonNews.Com | Jakarta - Pemerintah memutuskan menghentikan sementara layanan transportasi udara komersial dan carter. Larangan ini merupakan tindak lanjut dari larangan mudik kepada masyarakat.
"Untuk sektor transportasi udara, pertama adalah larangan melakukan perjalanan di dalam negeri maupun ke luar negeri, baik menggunakan transportasi udara berjadwal maupun transportasi udara carter," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2020).
Larangan ini akan berlaku mulai 24 April hingga 1 Juni 2020 mendatang. "Berlaku mulai 24 April sampai dengan 1 Juni 2020," ujarnya.
Namun larangan ini dikecualikan untuk pimpinan atau lembaga tinggi negara RI dan tamu atau wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. Kemudian juga untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang terkena imbas virus Corona (COVID-19).
"Ketiga operasional penegakan hukum ketertiban dan pelayanan darurat serta untuk petugas penerbangan," tuturnya.
Pengecualian juga diberikan untuk angkutan kargo dan operasional lainnya atas seizin pemerintah dalam rangka mendukung penanganan COVID-19. Selain itu, untuk pengangkutan kebutuhan alat kesehatan dan logistik.
"Untuk navigasi ruang udara tetap buka artinya bahwa pelayanan navigasi pesawat yang overflight tetap buka. Buka 100 persen. Bandara juga beroperasi seperti biasa, di mana mereka wajib melayani pesawat yang take off landing dan melintasi bandara tersebut," pungkas Novie.
Sumber: detik.com