Top Stories
-
Kakak Kandung Tega Bunuh Adiknya Demi Klaim Asuransi
-
Trading Mulai Ramai, Jangan Salah Pilih Saham Lagi!
-
Pilih KUMON Atau SAKAMOTO?
-
Suami Istri Cari Uang
-
Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya
-
Pemula Dengan Modal Kecil Ingin Investasi Saham?
Search
- Details
- Category: Sukacita & Dukacita
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2207
Berita Duka Cita
"Telah dipanggil Tuhan ke sisiNya dgn damai Abang kami tercinta Pdm Hoklin Sihombing di RS Cikini jam 20.10 wib ???," demikian info fari Ferry Siburian di grup WA Pangambittua Sitindaon kemarin Minggu. 20 Oktober 2019.
Read more: Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Pdm Hoklin Sihombing
- Details
- Category: Sukacita & Dukacita
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1734
Selamat Kepada Drs. P. Lumbanraja, Kordinator Liputan Sitindaon News atas Pernikahan Putranya Bontor Mangalap Tua Lumbanraja dengan Febriani Florentin Br. Sinaga
Read more: Selamat Berbahagia Bontor Mangalap Tua Lumbanraja dan Febriani Florentin Br. Sinaga
- Details
- Category: Sukacita & Dukacita
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1065
Pembina/Penasehat Sitindaon News, Saur Sitindaon, SH, MHum dan Pemred Zul Abrum Sitindaon mengunjungi Op. Nicolas boru (Istri dari bapak Maringan Sitindaon) saat masih sakit di Pematang Siantar bulan Oktobet 2018 yl.
Pematang Siantar - Keluarga Besar Sitindaon News, mengucapkan Turut Berdukacita atas meninggalnya ibu Siti Apul br. Sibarani (Op. Nicolas Boru), istri dari Bapak Maringan Sitindaon, Pembina dan Penasehat Media Online Sitindaon News.
Almarhum tutup usia 78 Tahun. Alamat rumah duka Jl. Tenggiri no 15 P.Siantar.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 92
Stop Memberi Label Pakar Tanpa Rekam Jejak Riset, Sertifikasi Profesi atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya
Banyak media dengan enteng memberi label “Pakar Digital Forensik” kepada Rismon dan “Pakar Telematika” kepada Roy. Masalahnya, label itu tidak pernah dibuktikan secara profesional. Tidak ada asosiasi keahlian forensik digital atau telematika yang secara resmi mengakui keduanya. Tidak ada rekam jejak riset, sertifikasi profesi, atau karya ilmiah yang relevan di bidang tersebut.
Dalam kasus Rismon, persoalannya bahkan lebih serius. Klaim pendidikan S2 dan S3 yang menjadi dasar legitimasi keahliannya telah dipastikan bermasalah, sehingga fondasi akademiknya runtuh. Sementara Roy, jika ditelusuri, tidak memiliki latar belakang teknologi informasi, melainkan hanya komunikasi dan kesehatan, bidang yang jelas berbeda dari telematika maupun forensik digital.
Memberi label “pakar” bukan sekadar soal panggung media, tapi soal tanggung jawab publik. Ketika media mengangkat opini tanpa verifikasi kompetensi, yang terjadi bukan edukasi, melainkan normalisasi pseudo-ahli. Publik akhirnya disesatkan, proses hukum terdistorsi, dan sains dipermainkan.
Sudah waktunya media berhenti memproduksi “pakar instan”.
Keahlian itu diverifikasi, bukan diklaim.
Sumber: FB Josua M Sinambela https://www.facebook.com/share/18Bxksr2fy/