Top Stories
-
4 Kesalahan Keuangan yang Membuat Gagal menjadi Kaya!
-
Kehancuran Moral Bangsa: "Saat Elit pun Pragmatis, Idealisme Mati"
-
Trader yang Sukses Bukan Menebak!
-
Terjebak Dalam Kebencian
-
Kecewa Kepada Pendeta Tidak Dapat Dijadikan Alasan Seseorang Meninggalkan Gereja
-
3 Pilihan Hidup Anak Muda, Jika Usiamu 26-30 Tahun.
-
Aturan Main Crypto di Indonesia Resmi Berubah Total!
-
Singapura Sabotase Ekonomi Kita Balas Dengan Tunda Ekspor Energi Listrik Sampai Mereka Gelap
-
Saatnya Menjemput Revolusi Indonesia
Search
- Details
- Category: Sukacita & Dukacita
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1957
Almarhum Op. Lamtiur Sitindaon dan Marthin Sitindaon di rumah duka RSPAD Jakarta.
Turut Berdukacita Atas Meninggalnya Op. Lamtiur Sitindaon Br. Sinaga
Seluruh Pomparan Raja Sitindaon dimana saja berada sangat berduka atas meninggalnya salah seorang tokoh besar marga Sitindaon. Semua merasa sangat kehilangan tokoh tersebut. Beliau adalah Op. Lamtiur Sitindaon Br. Sinaga, istri dari B.Sitindaon yang sudah lebih dahulu almarhum yang selama hidupnya lebih dikenal dengan Ama ni Artha Sitindaon.
- Details
- Category: Sukacita & Dukacita
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2274
Berita Duka Cita
"Telah dipanggil Tuhan ke sisiNya dgn damai Abang kami tercinta Pdm Hoklin Sihombing di RS Cikini jam 20.10 wib ???," demikian info fari Ferry Siburian di grup WA Pangambittua Sitindaon kemarin Minggu. 20 Oktober 2019.
Read more: Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Pdm Hoklin Sihombing
- Details
- Category: Sukacita & Dukacita
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1817
Selamat Kepada Drs. P. Lumbanraja, Kordinator Liputan Sitindaon News atas Pernikahan Putranya Bontor Mangalap Tua Lumbanraja dengan Febriani Florentin Br. Sinaga
Read more: Selamat Berbahagia Bontor Mangalap Tua Lumbanraja dan Febriani Florentin Br. Sinaga
- Details
- Category: Sukacita & Dukacita
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1131
Pembina/Penasehat Sitindaon News, Saur Sitindaon, SH, MHum dan Pemred Zul Abrum Sitindaon mengunjungi Op. Nicolas boru (Istri dari bapak Maringan Sitindaon) saat masih sakit di Pematang Siantar bulan Oktobet 2018 yl.
Pematang Siantar - Keluarga Besar Sitindaon News, mengucapkan Turut Berdukacita atas meninggalnya ibu Siti Apul br. Sibarani (Op. Nicolas Boru), istri dari Bapak Maringan Sitindaon, Pembina dan Penasehat Media Online Sitindaon News.
Almarhum tutup usia 78 Tahun. Alamat rumah duka Jl. Tenggiri no 15 P.Siantar.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 10
KEHANCURAN MORAL BANGSA: "SAAT ELIT PUN PRAGMATIS, IDEALISME MATI"
Ini pola klasik keruntuhan peradaban. Dari Romawi sampe Majapahit sama saja.
1) ELIT JADI PEDAGANG, BUKAN PEMIMPIN: Kebijakan dijual kepada penawar tertinggi. UU dibuat bukan buat rakyat, tapi buat sponsor bagai di saham, itu emiten gorengan. Listing IPO cuma buat jual saham untuk mengeduk uang ke ritel, bukan untuk bangun bisnis. Akibatnya, Rakyat jelata & ritel jadi "tumbal likuiditas".
2) HUKUM TUMPUL KE ATAS, TAJAM KE BAWAH: Maling ayam kena 3 tahun penjara, Korupsi 300 Milyar cuman kena 1 tahun + diskon remisi.
Dalam saham, klu kita beli Lot besar, Rp. 500jt langsung di-shake out, ditenggelamkan sampai cut loss. Sebaliknya Bandar bebas leluasa menggoreng ratusan Mlyar.
Akibatnya: Kepercayaan publik runtuh. "Ngapain jujur kalau yang curang malah kaya?"
3) KEBENARAN DIKALAHKAN VIRALITAS
Yang benar tapi sepi, dianggap salah. Yang salah tapi rame, viral, dianggap benar! Dalam saham: Saham busuk dipompa terus oleh influencer melambung harganya. Saham bagus jika gak ada yang membahas, dibilang "ampas. "Akibatnya:" Masyarakat males mikir, Asal ikut yang rame saja, yang banyak kerumunan cari aman.
4) PENDIDIKAN JADI LADANG BISNIS:
Gelar bisa dibeli, skripsi pakai joki, kampus banyak yang mengutamakan laba. Akibatnya;; SDM kosong. Pinter ngomong, pinter memaki, merendahkan orang lain tanpa adab, otak kosong, mudah ditipu dijadikan kaki tangan Oligarki untuk menyerang kebijakan yang merugikan bisnis oligarki. Yang penting duit mengalir deras ke rekeningnya.
5) AGAMA & IDEOLOGI JADI TOPENG
Ayat & nasionalisme dipake buat nutupin maling. Akibatnya, Sinisme massal. Orang yang beneran punya idealis malah ditertawakan dan diserang oleh buzzer. Oligarki ternak buzzer, penguasa juga ternak buzzer.
6) HEDONISME MENJADI AGAMA BARU. Flexing diutamakan. Mobil Sport, Tas Mahal = tolak ukur sukses.
Akibatnya: Gaya hidup gali lubang. Tutup lubang. Utang bukan untuk membeli Aset tapi untuk Nafsu konsumtif yang meledak-ledak agar dilihat Sukses.
7) APATISME MASSAL = "NGAPAIN PEDULI" Banyak yang berpikir "Negara sudah rusak, ngapain gue bener sendiri". Akibatnya: Lingkaran setan. Jaman Edan, karena semua curang, akhirnya banyak yang ikut curang demi survive. Yen ora melu edan ora kebagian.
8) FEODALISME GAYA BARU
Jabatan & proyek diwariskan ke anak-kroni. Meritokrasi mati, gak adalagi yang namanya prestasi. Bapak Bupati, Emaknya Bupati, Anaknya Ketua DPRD muter saja disitu. Dalam Saham informasi Rebound hanya muter dikalangan Elit, Ritel hanya kebagian ampasnya doang.
R Noto Widjojo.https://www.facebook.com/share/p/1c9kAkoCgg/
Pict: ngopi bersama Prof.Dr. Sudjito Atmorejo UGM, dan Ketua PBNU Prof.DR. Abdul Muhaimin
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 78
Strategi Singapore Sabotase Ekonomi kita "Sell Indonesia" , adalah Kegoblokan fatal!
Singapore negeri kecil terkaya di Asia Tenggara. Gedung-gedung pencakar langit yang menyala sepanjang malam. Pusat keuangan yang memproses triliunan dolar setiap detik. Server-server raksasa milik Google, Amazon, Microsoft yang berdengung tanpa henti. Hotel-hotel bintang lima yang ACnya tidak pernah mati. MRT yang beroperasi dari subuh hingga lewat tengah malam. Tapi waspada. Singapura mengandalkan gas alam untuk sekitar 95 persen pembangkitan listriknya. Sembilan puluh lima persen, Bro! Dari total 12,3 miliar meter kubik gas alam yang dikonsumsi Singapura setiap tahunnya, sekitar 6 miliar meter kubik diimpor melalui pipa dari Indonesia. Ini bukan dependensi kecil-kecilan. Ini ketergantungan eksistensial. Ada dua pipa utama yang menjadi urat nadi energi Singapura dari Indonesia.
Pertama, pipa dari Lapangan Suban di Sumatera Selatan — mengalir ratusan kilometer ke bawah laut, masuk ke sistem pembangkit Singapura.
Kedua, pipa dari Lapangan Natuna — ladang gas raksasa di tengah Laut China Selatan, yang gasnya juga sebagian dialirkan ke Singapura.
Enam kontrak gas antara Singapura dengan Indonesia dijadwalkan berakhir antara 2028 dan 2029, tanpa jaminan perpanjangan.
Industri Apa yang Bergantung pada Listrik Itu?
1. Data Center.: Di Singapura, 7 persen dari total konsumsi listrik nasional mengalir ke data center. Singapura kini menjadi tuan rumah lebih dari 100 data center, 1.195 penyedia layanan cloud, dan 22 jaringan koneksi internet — menjadikannya hub digital terbesar di Asia Tenggara. Google ada di sini. Amazon Web Services ada di sini. Microsoft Azure ada di sini. Meta ada di sini. Semuanya membutuhkan listrik yang tidak pernah boleh padam, 24 jam sehari, 365 hari setahun.
II. Sektor Keuangan dan Perbankan.
Sektor keuangan dan asuransi menyumbang 14,3 persen dari total GDP Singapura yang mencapai 731,4 miliar dolar Singapura pada 2024.
Bank-bank terbesar dunia beroperasi dari sini. DBS, OCBC, UOB — bank-bank regional raksasa. Citibank, JPMorgan, HSBC, Goldman Sachs — semua punya kantor regional di sini. Transaksi derivatif senilai miliaran dolar diproses setiap menit. Semua butuh listrik. Semua butuh server. Semua butuh pendingin.
III. Industri dan Komersial.
Data EMA Singapura 2024 menunjukkan: sektor komersial dan jasa mengonsumsi 23 terawatt. Hotel-hotel Orchard Road. Mal-mal Marina Bay.
Jadi Bad Campaign tentang Indonesia, "Sell Indonesia" .yang menghancurkan rupiah dan Saham-saham Indonesia, ekonomi Indonesia adalah suatu kegoblokan total dan Kesalahan stratrgi yang fatal Negara kecil itu. Mereka tidak sadar bahwa jika negeri kita ini diserang, maka rakyat ini malahan menjadi bersatu!
Adalah langkah benar, jika kita membatalkan export listrik ke Singapore sebagai balasan atas Serangan oleh Singapore mengacaukan ekonomi kita. Jangan nanti dirayu, di sogok. Memble lagi! "Sampai sekarang belum ada kesepakatan soal manfaat apa yang kita. dapatkan kalau kita mengekspor listrik ke Singapura."
Belum ada kesepakatan. Tunda saja!
Penundaan ekspor listrik kali ini untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan energi kedua negara, Indonesia berani menentukan syaratnya! Jangan kasih kendor, apapun rayuannya!
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/18qq5KuX7W/