Top Stories
-
Suami Istri Cari Uang
-
Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya
-
Pemula Dengan Modal Kecil Ingin Investasi Saham?
-
Siap-siap Ekonomi Semakin Parah, 5 Tahun Kedepan Secara Keseluruhan Akan Berat!
-
Lingkunganmu Menentukan Hidupmu
-
HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya
Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1298
Arsul Sani (Ari Saputra/detikcom)
Minggu 30 Desember 2018, 09:07 WIB
Jakarta - PPP mengatakan bakal mendukung rencana KPK dalam memberi efek jera kepada tersangka korupsi, termasuk memborgol para tahanan. Namun KPK diminta tidak diskriminatif dalam memborgol tahanan tersebut.
"Soal pemborgolan ini kita lihat dulu bagaimana KPK akan mengaturnya. Tidak bisa langsung kita reaksi dengan setuju atau mendukung. Prinsipnya dalam konteks pemberantasan korupsi harus kita dukung upaya mencegah, efek jera, sepanjang tidak diskriminatif," kata Sekjen PPP Arsul Sani kepada detikcom, Sabtu (29/12/2018).
Read more: KPK akan Borgol Tahanan, PPP: Kita Dukung Sepanjang Tak Diskriminatif
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1382
Foto: Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah. (Lamhot Aritonang-detikcom)
Minggu 30 Desember 2018, 07:56 WIB
"Apakah pemborgolan tersebut cukup mengatasi maraknya tindak pidana korupsi? Nah, itu yang harus dikaji juga, karena yang harus dikejar bukan efek malunya, melainkan efek menurunkan jumlah pelaku tindak pidana korupsi," kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah kepada detikcom, Sabtu (29/12/2018) malam.
Read more: Hanura Harap Pemborgolan Tahanan KPK Bisa Kurangi Korupsi
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1438
Jakarta - Golkar mengatakan boleh saja KPK memborgol para tahanan korupsi. Tapi, pemborgolan itu harus dilakukan dengan memperhatikan status hukum tahanan tersebut.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1126
Yogyakarta - Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY menggelar kemah konstitusi di halaman Kantor DPD RI Perwakilan DIY dari tanggal 26-28 Desember 2018. Kegiatan ini untuk merespon pemecatan sementara GKR Hemas dari keanggotaan DPD RI.
"Jadi acara kemah konstitusi ini kita gelar untuk merespon dinamika politik yang terjadi di DPD RI," ujar Ketua Panitia Kemah Konstitusi, Widihasto Wasana Putra kepada detikcom di Kantor DPD RI DIY, Rabu (26/12/2018).
Widihasto menjelaskan, dinamika politik di DPD RI sebenernya bermula dari manuver Oesman Sapta Odang (OSO) yang mengkudeta Irman Gusman tahun 2017 lalu. Dinamika ini berlanjut ke pemberhentian GKR Hemas beberapa waktu lalu.
"Jadi acara kemah konstitusi ini kita gelar untuk merespon dinamika politik yang terjadi di DPD RI," ujar Ketua Panitia Kemah Konstitusi, Widihasto Wasana Putra kepada detikcom di Kantor DPD RI DIY, Rabu (26/12/2018).
Widihasto menjelaskan, dinamika politik di DPD RI sebenernya bermula dari manuver Oesman Sapta Odang (OSO) yang mengkudeta Irman Gusman tahun 2017 lalu. Dinamika ini berlanjut ke pemberhentian GKR Hemas beberapa waktu lalu.
Read more: GKR Hemas Melawan Pemecatan dari DPD, Warga Yogya Ikut Melawan
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1015

Drajad Wibowo (Lamhot Aritonamg/detikcom)
Loyalis Amien Rais Balas Surat Terbuka Goenawan Mohamad dkk
Rabu, 26 Desember 2018
Jakarta - Surat terbuka lima pendiri dan penggagas PAN yang meminta Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Raismundur dibalas oleh Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo. Dradjad, yang dikenal sebagai loyalis Amien Rais, mengkritik para pendiri PAN yang membuat surat terbuka.
Lima tokoh pendiri PAN, yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin, meminta Amien Rais mundur dari jagat perpolitikan ataupun dari PAN. Amien selama ini dinilai telah melenceng dari prinsip pendirian partai berlambang matahari putih itu dan sebagai tokoh bangsa malah justru ikut mengeruhkan suasana dalam negeri. Selain itu, Amien disebut terkesan berat mengestafetkan tongkat kepemimpinan PAN.
Lima tokoh pendiri PAN, yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin, meminta Amien Rais mundur dari jagat perpolitikan ataupun dari PAN. Amien selama ini dinilai telah melenceng dari prinsip pendirian partai berlambang matahari putih itu dan sebagai tokoh bangsa malah justru ikut mengeruhkan suasana dalam negeri. Selain itu, Amien disebut terkesan berat mengestafetkan tongkat kepemimpinan PAN.
Read more: Loyalis Amien Rais Balas Surat Terbuka Goenawan Mohamad dkk