Top Stories
-
Siap-siap Ekonomi Semakin Parah, 5 Tahun Kedepan Secara Keseluruhan Akan Berat!
-
Lingkunganmu Menentukan Hidupmu
-
HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya
-
Nasabah Menjerit di DPR: Bank Muamalat Diduga Gelapkan Dana Miliaran
-
China Berlakukan Wajib Steer-By-Wire Untuk Semua Mobil
-
Medan Perang Durian di Tiongkok
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By Sakti Sitindaon
- Hits: 194

Ilustrasi jam ngopi. Foto: Lokana/shutterstock
Read more: Ahli Ingatkan Waktu Minum Kopi yang Paling Buruk bagi Kesehatan
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 395
Daging sapi dan kambing setelah disembelih. Sumber : Viva Jatim/Madchan Jazuli
Surabaya, VIVA Jatim – Salah satu penyakit yang tak boleh dianggap sepeleh adalah asam urat. Kondisi kesehatan yang terjadi ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau tidak dapat mengeluarkannya dengan efisien.
Dikutip dari VIVA, Selasa, 28 November 2023, tingginya kadar asam urat dalam tubuh dapat menyebabkan pembentukan kristal asam urat yang menumpuk di sekitar sendi, menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Bagi penderita asam urat, mengelola pola makan menjadi kunci utama untuk mengendalikan gejala dan mencegah flare-up. Berikut adalah lima jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat.
Read more: Bagi Penderita Asam Urat, Hindari 5 Jenis Makanan Ini
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 248
Di Amerika Serikat, sebuah penyakit kuno mendadak muncul lagi di sebagian wilayahnya. Penyakit itu dikenal dengan nama scurvy atau skorbut. Foto: Wikimedia Commons
Di Amerika Serikat, sebuah penyakit kuno mendadak muncul lagi di sebagian wilayahnya. Penyakit itu dikenal dengan nama scurvy atau skorbut atau lebih dikenal dengan kudis.
Pada zaman dahulu, para bajak laut, penjelajah hingga pelaut mengalami penyakit ini. Saat itu, kudis masih misterius sehingga banyak yang meninggal dunia karena kondisinya tidak diobati dengan baik.
Melansir IFL Science, scurvy atau kudis adalah penyakit langka yang terjadi karena kekurangan vitamin C selama kurang lebih tiga bulan. Tubuh tidak bisa memproduksi vitamin C sehingga butuh mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin itu
Gejala awal dari kudis antara lain kelelahan, mual, nyeri sendi hingga gusi membengkak, memar parah, kerusakan rambut, pendarahan di sendiri dan otot-otot. Pada anak-anak, ini bisa mempengaruhi tulang sehingga menyebabkan stunting.
Untuk kasus yang parah, scurvy bisa menyebabkan pendarahan pada internal dan komplikasi lain sehingga bisa mengarah pada kematian.
Untungnya, kudis terbilang mudah untuk diobati. Anda hanya harus meningkatkan konsumsi vitamin C dalam diet sehari-hari.
Scurvy pertama kali didokumentasikan pada tahun 1550 SM oleh orang Mesir kuno. Namun, kejadian paling dikenal adalah yang menimpa para pelaut abad ke-18. Berada di laut dalam waktu yang lama membuat pelaut kekurangan buah-buahan segar dan sayuran untuk dimakan.
Selain pada pelaut, scurvy juga berdampak buruk pada Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Faktanya, penyakit ini diperkirakan merupakan penyebab kematian terbesar di laut melebihi badai dahsyat, kapal karam, pertempuran, dan penyakit lainnya.
Saat ini, penyakit kudis banyak ditemui di negara-negara berkembang, di mana malnutrisi paling umum terjadi. Akan tetapi, penyakit ini tampaknya muncul kembali di negara-negara di mana masyarakatnya seharusnya memiliki akses terhadap banyak makanan kaya vitamin C. Ini disebabkan pola makan yang tidak sehat dengan absennya kebutuhan buah dan sayur yang harus dipenuhi.
Dokter Eric Churchill, yang berpraktik di Springfield, Massachusetts, menjelaskan bahwa timnya sendiri telah mendiagnosis antara 20 dan 30 kasus penyakit ini selama enam tahun terakhir.
"Banyak orang yang kesulitan membeli makanan cenderung memilih makanan yang tinggi lemak, berkalori tinggi, dan sangat mengenyangkan," kata Churchill dalam film dokumenter Vitamania.
"Jika Anda memiliki anggaran makanan yang terbatas, makanan itulah yang akan membuat Anda kenyang dan lebih memuaskan Anda daripada makan buah dan sayur," lanjutnya.
Oleh karena itu, mereka yang berstatus sosial-ekonomi rendah di negara-negara kaya adalah mereka yang terkena dampak penyakit gizi ini.
Sumber: https://inet.detik.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 326
Dr. Prasna Pramitha, Sepesialis Penyakit Dalam Dan Konsultan Alergi Imunologi RS Premier
Banyak orang tahu bahwa buah-buahan baik untuk kesehatan karena kandungan serat, air, dan vitamin yang tinggi. Maka, jus buah merupakan salah satu variasi cara memakan buah agar lebih segar.
Tapi, kamu harus tahu bahwa jus buah tak boleh disimpan lebih dari satu jam walaupun dalam kulkas dengan suhu yang rendah.
Jus buah tidak boleh disimpan lebih dari satu jam. Harus dikonsumsi kurang dari satu jam walaupun disimpan di dalam kulkas, kata dr. Prasna Pramitha, Sepesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Imunologi RS Premier, kepada AkuratHealth baru-baru ini.
Lantas, apa yang terjadi jika jus buah disimpan terlalu lama? Menurut dr. Prasna, kalori yang terdapat didalam buah akan terurai, bahkan hanya tinggal kalori gula saja. Vitamin yang terkandung dalam buah akan hilang.
Kalau jus disimpan terlalu lama, kandungan kalorinya hanya tinggal gula saja, vitamin sudah tidak ada. Harus langsung dikonsumsi, lanjutnya.
Maka sebaiknya jika ingin makan buah, makanlah langsung dalam bentuk buah. Ini memastikan agar semua kandungannya tak kemana-mana. Termasuk seratnya, yang jelas tetap dibutuhkan tubuh
Sumber: akurat-co


