Top Stories
-
Memilih Waktu Terbaik untuk Trading!
-
Trader Pemula Yang Masih Belajar Beli Saham Lpis-1 Dulu Ya!
-
Yang Belum Jelas Cari Cuan di Fair Valuae Gap (FVG)
-
Perbedaan Smart Money dan Bandar Dalam Konteks Investasi Saham.
-
Cara Menghadapi Market yang Sedang Kacau!
-
Menyikapi Market Hari Senin
-
Dalam Scalping Jangan All-in, Tapi Entry Pertama 30% Saja Dulu.
-
Trik Menghindari Boncos!
-
Jangan Average Up!
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 727
Foto: Sampingan
Sampingan, startup lokal yang menyediakan pekerja sampingan ini mengumumkan telah meraih suntikan dana segar USD 1,5 juta atau sekitar 21 miliar yang bersumber dari Golden Gate Ventures, Antler, dan juga beberapa angle investor.
"Saat ini, kita fokus untuk mengembangkan produk dan teknologi yang akan semakin mempermudah penggunaan aplikasi Sampingan," ujar Wisnu Nugrahadi, CEO dari Sampingan.
Read more: Startup Sampingan Kantongi Dana Segar dari Golden Gate
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 687
Aswin Tanu Utomo, VP of Engineering Tokopedia, memberikan pesan kepada generasi muda yang ingin bikin start up. (Suara.com/Firsta Nodia)
Mendirikan start up tampaknya kini menjadi cita-cita bagi generasi mudasaat ini. Kisah sukses pendiri start up seperti Nadiem Makarim dengan bisnis Go-Jek, Ferry Unardi selaku pendiri Traveloka, serta William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pendiri Tokopedia berhasil membuat para generasi muda saat ini berlomba-lomba untuk mendirikan start up.
Namun di tengah persaingan yang ketat, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika berencana mendirikan perusahaan rintisan berbasis internet ini. Disampaikan Aswin Tanu Utomo selaku VP of Engineering Tokopedia, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui permasalahan yang akan dipecahkan melalui bisnis tersebut.
Read more: Ingin Bikin Start Up, Generasi Muda Harus Perhatikan Hal Ini
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 864
Kantor WeWork. Foto: Reuters
California - Kejatuhan spektakuler startupWeWork membuat sorotan mengarah ke startup sejenis di Amerika Serikat yang punya pola yang sama, yaitu punya nilai valuasi sangat tinggi tapi belum jelas kapan menghasilkan untung dan terus saja 'membakar' uang.
Pada masa puncak, valuasi WeWork pernah bernilai USD 47 miliar atau di kisaran Rp 667 triliun. Sayang seiring berjalannya waktu, praktik bisnis WeWork banyak dipertanyakan. Pada tahun 2018, diketahui mereka mengalami kerugian masif hingga USD 2 miliar.
Read more: Terus Rugi Besar, Hobi Startup Bakar Uang Dipertanyakan
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 799
Foto: Pedagang menjajakan dagangannya dengan sistem pembayaran cashless di Pasar PSPT Tebet Jakarta Selatan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, Keinginan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar Indonesia punya startup unicorn ke-5 tahun ini ternyata sudah kesampaian. Startup unicorn ke-5 Indonesia adalah OVO.
Dalam laporan CB Insights bertajuk The Global Unicorn Club disebutkan OVO memiliki valuasi US$2,9 miliar. Unicorn merupakan julukan bagi startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar atau Rp 14 triliun. Meski nilai perusahaan tinggi, startup ini masih masih mencatatkan kerugian.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 940

Harga minyak melonjak secara besar-besaran usai terbakarnya fasilitas minyak raksasa milik Arab Saudi, Saudi Aramco, akibat serangan drone pada Sabtu (14/9/2019). Sejalan dengan meningkatnya harga minyak, harta kekayaan miliarder asal Amerika Serikat (AS), Harold Hamm juga melesat.
Read more: Harga Minyak Melesat Tanpa Henti, Kekayaan Miliarder Ini Nambah Rp28Triliun Setiap Hari
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1908
Anterin, Ojol baru pesaing Grab dan Gojek/Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta, - Platform Anterin akan jadi kompetitor Grab dan Gojek di transportasi online tanah air. Bahkan manajemen Anterin sudah siapkan sejumlah strategi untuk menghadapi dua raksasa ride hailing ini.
CEO sekaligus Founder Anterin, Imron Hamzah, mengaku, banyak perbedaan Anterin dengan aplikator 'status quo' yang justru bisa dimanfaatkan sebagai senjata dalam bersaing. Salah satunya mengenai pendanaan.
"Kita masih pendanaan lokal, belum besar, tapi kita ini hadir dengan memang ingin berbisnis bukan bakar uang," ujarnya di Kantor Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Selasa (17/9/2019).
Read more: Mampukah Anterin Taklukkan Grab & Gojek Tanpa Bakar Uang?