Top Stories
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
-
Apapun Kata MSCI Pagi Ini, Jangan Ada yang Panic Selling!
-
Kenapa 90% Trader Saham Boncos?
-
Tipuan Support Tebal Cara Bandar untuk Akumulasi dan Distribusi
-
Saya Tidak Mengajak Anda Trading!
-
4 Kesalahan Keuangan yang Membuat Gagal menjadi Kaya!
-
Kehancuran Moral Bangsa: "Saat Elit pun Pragmatis, Idealisme Mati"
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 889
Kantor WeWork. Foto: Reuters
California - Kejatuhan spektakuler startupWeWork membuat sorotan mengarah ke startup sejenis di Amerika Serikat yang punya pola yang sama, yaitu punya nilai valuasi sangat tinggi tapi belum jelas kapan menghasilkan untung dan terus saja 'membakar' uang.
Pada masa puncak, valuasi WeWork pernah bernilai USD 47 miliar atau di kisaran Rp 667 triliun. Sayang seiring berjalannya waktu, praktik bisnis WeWork banyak dipertanyakan. Pada tahun 2018, diketahui mereka mengalami kerugian masif hingga USD 2 miliar.
Read more: Terus Rugi Besar, Hobi Startup Bakar Uang Dipertanyakan
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 821
Foto: Pedagang menjajakan dagangannya dengan sistem pembayaran cashless di Pasar PSPT Tebet Jakarta Selatan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, Keinginan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar Indonesia punya startup unicorn ke-5 tahun ini ternyata sudah kesampaian. Startup unicorn ke-5 Indonesia adalah OVO.
Dalam laporan CB Insights bertajuk The Global Unicorn Club disebutkan OVO memiliki valuasi US$2,9 miliar. Unicorn merupakan julukan bagi startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar atau Rp 14 triliun. Meski nilai perusahaan tinggi, startup ini masih masih mencatatkan kerugian.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 961

Harga minyak melonjak secara besar-besaran usai terbakarnya fasilitas minyak raksasa milik Arab Saudi, Saudi Aramco, akibat serangan drone pada Sabtu (14/9/2019). Sejalan dengan meningkatnya harga minyak, harta kekayaan miliarder asal Amerika Serikat (AS), Harold Hamm juga melesat.
Read more: Harga Minyak Melesat Tanpa Henti, Kekayaan Miliarder Ini Nambah Rp28Triliun Setiap Hari
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1929
Anterin, Ojol baru pesaing Grab dan Gojek/Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta, - Platform Anterin akan jadi kompetitor Grab dan Gojek di transportasi online tanah air. Bahkan manajemen Anterin sudah siapkan sejumlah strategi untuk menghadapi dua raksasa ride hailing ini.
CEO sekaligus Founder Anterin, Imron Hamzah, mengaku, banyak perbedaan Anterin dengan aplikator 'status quo' yang justru bisa dimanfaatkan sebagai senjata dalam bersaing. Salah satunya mengenai pendanaan.
"Kita masih pendanaan lokal, belum besar, tapi kita ini hadir dengan memang ingin berbisnis bukan bakar uang," ujarnya di Kantor Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Selasa (17/9/2019).
Read more: Mampukah Anterin Taklukkan Grab & Gojek Tanpa Bakar Uang?
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 972
MOBIL KARYA ANAK BANGSA YG BUKAN MOBIL NASIONAL
Kebetulan sy kerja di perusahaan otomotif. Paling enggak secara awam sy tahu sedikit ttg otomotif, baik roda dua maupun roda empat era orba dan era skrg, sebagai jawaban atas TUDUHAN GANTI LABEL MOBIL CINA MENJADI MOBIL ESEMKA.
Pada masa orba, ada dikeluarkan Inpres Nomor 2 Tahun 1996, yg mewajibkan kementrian keuangan, perindustrian & perdagangan, juga Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman modal agar secepatnya mewujudkan industri mobil nasional. Dan ditunjuklah PT TIMOR PUTRA NASIONAL yg dimiliki Tommy sbg pionir pembuatan mobnas tsb.
Read more: MOBIL KARYA ANAK BANGSA YANG BUKAN MOBIL NASIONAL
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 980
Presiden Turki Tayyip Erdogan (REUTERS/Umit Bektas)
Turki resmi masuk masa resesi. Pada kuartal II-2019, ekonomi Negeri Kebab terkontraksi alias minus, melanjutkan 'pencapaian' yang serupa pada kuartal sebelumnya.
Pada periode April-Juni 2019, ekonomi Turki terkontraksi alias negatif 1,5% year-on-year(YoY). Pada kuartal sebelumnya, kontraksi ekonomi Turki lebih dalam yaitu minus 2,4% YoY.
Definisi resesi adalah kontraksi ekonomi dua kuartal beruntun secara YoY pada tahun yang sama. Mengacu pada definisi ini, Turki sudah masuk ke jurang resesi.