Di Pringsewu, Lampung, terdapat banyak pusat industri kecil pembuatan keset atau alas pembersih kaki, terutama dari kain perca. Usaha kecil dan menengah itu mempekerjakan karyawan dan memproduksi puluhan ribu keset setiap bulan dan dikirim ke berbagai daerah di tanah air.
Top Stories
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
-
Apapun Kata MSCI Pagi Ini, Jangan Ada yang Panic Selling!
-
Kenapa 90% Trader Saham Boncos?
-
Tipuan Support Tebal Cara Bandar untuk Akumulasi dan Distribusi
-
Saya Tidak Mengajak Anda Trading!
-
4 Kesalahan Keuangan yang Membuat Gagal menjadi Kaya!
-
Kehancuran Moral Bangsa: "Saat Elit pun Pragmatis, Idealisme Mati"
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 850
Foto: BUMN (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Tak lama setelah mengumumkan pemberhentian langsung 7 deputi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sekretaris menteri dalam sehari, Kementerian langsung mengumumkan beberapa pos baru bagi para mantan eselon I tersebut.
Read more: Nasib Seperti Roda Berputar, Ini Pos Baru Eks Eselon I BUMN
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 784
Ibu-ibu mitra Sumringah, produsen keset di Pringsewu, Lampung. (Foto: Ani Lailia/Sumringah)
Dulu, orang hanya menghitung berapa laba diperoleh ketika mendirikan sebuah usaha. Kini, hitungan itu ditambah dengan seberapa besar kelompok masyarakat tertentu akan menerima dampak positifnya.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 728
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Perusahaan investasi raksasa asal Jepang Softbank baru saja menghadapi mimpi buruk setelah terbitnya catatan kerugian dalam laporan keuangan kuartal beberapa waktu lalu. Kerugian ini menjadi kali pertama dalam kurun 14 tahun terakhir.
Catatan kerugian Softbank tak terlepas dari investasi besar pada perusahaan rintisan (startup) yang belum menghasilkan cuan dan justru mengalami penurunan valuasi secara drastis, seperti Wework dan Uber. Softbank terpaksa harus menyelamatkan valuasi Wework hingga mengorbankan 'kantong pribadi' perusahaan.
Read more: 'Winter is Coming', Musim Bakar Uang Startup Hampir Habis
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1021
Besi tua diremehkan banyak orang. Padahal, jika ditelateni, melakoni bisnis barang rongsok itu sangat menggiurkan. Apalagi barang rongsok segeda kapal barang. Ratusan miliar rupiah bisa diraup setiap tahunnya.
Jika tak percaya, tanya saja pebisnis besi tua perseorangan, kebanyakan orang Madura, atau perusahaan profesional seperti PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS).
Read more: Bisnis Besi Tua Bekas Kapal, Perusahaan Ini Raup Seratusan Miliar
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 712
Ilustrasi Yen Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Files)
Kabar kurang enak beredar di Asia hari ini. Data-data ekonomi terbaru menunjukkan perlambatan ekonomi menjangkiti Benua Kuning dan bukan tidak mungkin bakal terjadi resesi.
Pagi tadi, Jepang mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 sebesar 0,2% secara kuartalan yang disetahunkan (annualized). Jauh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mampu tumbuh 1,8% dan menjadi laju pertumbuhan terlemah sejak kuartal III-2018.
Pelaku pasar merespons rilis data ini dengan negatif. Maklum, konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal III-2019 di 0,8%.
"Permintaan domestik bisa menutup perlambatan di sisi eksternal. Namun ini tidak bisa terus diharapkan. Oleh karena itu, sepertinya ekonomi kuartal IV-2019 akan mengalami kontraksi," tegas Taro Saito, Executive Research Fellow di NLI Research Institute, seperti dikutip dari Reuters.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 795
Foto: Kelapa sawit (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Harga minyak sawit mentah (CPO) tak bosan cetak rekor tertinggi barunya. Kenaikan harga CPO disebabkan oleh penurunan output dan naiknya ekspor minyak sawit Malaysia.
Harga CPO kontrak pengiriman 3 bulan di Bursa Malaysia Derivatif ditransaksikan di level 2.638 ringgit/ton pada 10.10 WIB. Harga CPO naik 11 ringgit atau 0,42% dibanding harga penutupan perdagangan kemarin.
Harga CPO tembus melampaui level psikologis selanjutnya di 2.600 ringgit/ton. Kenaikan harga dipicu oleh turunnya produksi dan juga stok serta melonjaknya ekspor minyak sawit Malaysia.
Read more: Tanda-tanda Kebangkitan Makin Nyata, Harga CPO Rekor Lagi