Top Stories
-
BUTO IJO itu Makanannya Uang, Sangat Rakus.
-
Mengapa Romo Tahu Saham Akan Turun dan Akan Naik?
-
Manusia Salah Jurusan
-
Salah Jurusan Pendidikan Tapi Sukses Dalam Karir
-
Scalping Jangan Pakai Acuan Harga Broksum!
-
Perang Dua Raja Teknologi Dunia Memanas, Taruhannya Rp 2.300 Triliun
-
Day Trade, Scalping
-
ABG 17 Tahun Disekap di Kamar Hotel Jakut, Pelaku WNA Ditangkap
-
Jika Harga Bergerak Hanya 2 Tik. Misal 5400 - 5450
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 977

Pengacara TW Pukul Hakim (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Seorang hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dipukul pengacara di dalam persidangan. Pengacara menyerang saat hakim membacakan saat sidang masih berjalan.
"Kronologi kejadian tersebut bermula ketika majelis hakim tengah bacakan putusan yang mana pada bagian pertimbangan sudah mengarah urainnya pada pertimbangan petitum digugat sehingga kuasa hukum pihak TW selaku penggugat inisial D berdiri dari tempat kursi sebagai kuasa hukum penggugat," kata Humas PN Jakpus Makmur, Jl Bungur, Jakpus, Kamis (18/7/2019).
Read more: Pakai Ikat Pinggang, Begini Kejadian Pengacara TW Serang Hakim PN Jakpus
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1222

"Oknum minta duit atas kasus masih banyak terjadi di indonesia.. teman saya kcelakaan, meninggal, klrg diminta 15 jt utk mengeluarkan surat keterangan agar asuransi dr jasa raharja keluar.. tanpa kwitansi tentunya." kata salah seorang netizen.
Read more: Mahfud MD: Jangan Ladenin Aparat Yang Minta Uang Tutup Perkara
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1077

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) - Aviliani
JAKARTA -- Peneliti Indef Aviliani menyatakan, laporan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 berjumlah 25,14 juta jiwa atau 9,41 persen tidak relevan dengan angka masyarakat miskin dan hampir miskin di lapangan.
"Kemiskinan kalau dilihat dari angka bisa menurun, tapi masyarakat miskin dan hampir miskin di lapangan harus dilihat karena turunnya belum signifikan," ujar Aviliani saat ditemui di sela seminar nasional yang diselenggarakan Indef di Jakarta, Selasa (16/7).
Read more: Peneliti Indef Sebut Kemiskinan Turun Versi BPS tak Relevan
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1124
Foto :ANTARA FOTO/Hafidz Mubarok A
Terdakwa kasus korupsi penerbitan SKL BLBI Syafruddin Arsyad Temenggung menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta
Puluhan triliun rupiah yang timbul sebagai kerugian dari terjadinya korupsi pada Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), ditanggung seluruh rakyat Indonesia. Menurut praktisi hukum Saor Siagian, dikabulkannya kasasi oleh MA terhadap upaya hukum salah satu terdakwa, yaitu mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung, harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.
Read more: Kerugian BLBI Ditanggung Seluruh Rakyat Indonesia
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1178
Ilustrasi garis polisi.
Aparat kepolisian meringkus dua oknum aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, atas kasus asusila dengan merekam adegan mesumnya dan video tersebut menjadi viral di dunia maya.
Pelaku adegan suami-istri di luar nikah itu, masing-masing berinsial BH (44) dan LS (41). Di mana, BH bertugas di Kantor Camat Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun dan LS menjabat sebagai Sekretaris Desa Pematang Gajing Kabupaten Simalungun.
Read more: Video Mesum Dua Oknum ASN di Sumut Tersebar di Media Sosial
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 917
Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin, bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Estu Handayani menyapa yang hadir sebelum memberikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). (Foto: Facebook/Presiden Joko Widodo)
Oleh: Denny Siregar*
Tahun 2014, ketika kampanye, Jokowi dengan berapi-api bicara tentang Lapindo.
"Saya sudah melihat lumpur Lapindo. Saya juga sudah mendengar apa maunya rakyat. Dalam kasus ini negara harus hadir membela rakyat," begitu bunyi pidatonya.