Top Stories
-
Kakak Kandung Tega Bunuh Adiknya Demi Klaim Asuransi
-
Trading Mulai Ramai, Jangan Salah Pilih Saham Lagi!
-
Pilih KUMON Atau SAKAMOTO?
-
Suami Istri Cari Uang
-
Stop Memberi Label Pakar Kepada Seseorang Tanpa Rekam Jejak Riset dan Sertifikasi Profesi Atau Karya Ilmiah Yang Relevan Dibidangnya
-
Pemula Dengan Modal Kecil Ingin Investasi Saham?
Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2310

ilustrasi - pernikahan sedarah
Cinta terlarang antara saudara kandung terjadi di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Sebelumnya juga terjadi antara kakak dan adik asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, menikah.
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1020

Asfinawati. TEMPO/Nurdiansah
Jakarta - Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Asfinawati menemukan sejumlah nama yang lolos seleksi administrasi Calon Pimpinan atau Capim KPK 2019-2023 terindikasi melemahkan lembaga tersebut.
Read more: YLBHI Temukan Indikasi Ada Capim KPK Berpotensi Lemahkan KPK
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 3341
SAYA BERSAMA NINOY
Oleh: Birgaldo Sinaga
Suatu hari 11 Maret 2019, di Medan Grace Natalie berpidato dengan sinis menyerang partai satu koalisinya. GN mencemooh partai nasionalis lama yang menurutnya mendukung Perda Syariah. Juga partai nasionalis lama itu tidak melakukan apa2 ketika ada minoritas ditindas. Kasus Meliana di Tanjung Balai Asahan dijadikan contoh oleh GN. GN begitu bangga dengan partainya sebagai satu2nya partai yang peduli pada Meliana.
Saya menjawab pidato Grace itu dengan satu surat terbuka. Opini berbalas opini. Kata berbalas kata. Begitulah adabnya perbedaan pendapat. Perbedaan opini dibalas dengan opini juga. Itulah dialektika. Cara orang beradab menyelesaikan perbedaan pendapat.
Saya jawab tudingan GN itu dengan data dan fakta. Saya kirim sebagai surat terbuka kepada Grace Natalie. Tidak ada caci maki sumpah serapah di tulisan saya itu. Saya hanya mengharap agar ke depan jangan mengulangi menyerang rekan sekoalisi lagi. Itu tidak baik bagi perjuangan memenangkan Jokowi.
Cukup sampai di situ cerita tentang pidato Grace yang merusak harmoni rekan satu koalisi. Bagaimanapun pidato GN telah mengoyak harmoni sesama partai koalisi. Untunglah partai PDI P, Nasdem, Golkar tidak bereaksi berlebihan menanggapi kesinisan GN.
Ibarat sesama sopir lagi di jalan, sopir bus partai nasionalis lama lebih baik mengalah. Diam. Tidak membalas suara klakson memekakkan telinga bus berlogo tangan terkepal itu. Tidak ada laporan ke polisi. Tidak ada desakan permintaan maaf. Cukup saya dan beberapa teman membalas pidato GN itu. Cased closed.
Tapi apa yang terjadi selanjutnya?
Kader, buzzer, dan simpatisan PSI menuding saya membenci dan tidak menyukai partai PSI. Hak berargumentasi saya atas pidato GN dianggap menyudutkan PSI. Sungguh aneh logika mereka. Grace yang menyerang duluan, saya membela diri, yang membela diri malah dianggap membenci PSI. Sejak saat itu, kacamata kader PSI, buzzer dan simpatisan PSI menjadikan saya common enemy. Rapopo. Sakarepmu.
Pada 10 Juli lalu, saya membaca tulisan Ninoy Karundeng yang masuk ke grup WA. Di fesbuk juga sudah menyebar tulisan Ninoy. Saya baca 2 kali. Saya berkesimpulan tulisan itu tendensius dan imajinatif. Asumsi yang berlebihan.
Tulisan Ninoy itu tidak saya share di FP dan akun fesbuk saya. Saya menghormati PSI. Tidak mau mengail di air keruh. Tidak mau menjadikan tulisan Ninoy itu mendiskreditkan PSI. Saya menahan diri.
Tulisan Ninoy viral. Sebagai respon atas tulisan Ninoy, meski saya berteman sejak jaman Ahok gubernur dan sesama mantan penulis di Seword, saya mengkritik dan mengecam tulisan Ninoy. Tulisan itu bagaimanapun merusak image PSI. Itu pasti. Saya tulis kritikan dan kecaman saya di FP saya. Sesuatu yang gak benar harus saya luruskan.
Esoknya, saya dapat kabar pentolan PSI Muannas Alaidid mengirim WA pada Ninoy.
"Elu bikin tulisan sampah soal PSI. Besok elu saya laporin ke polisi. Disuruh siapa? Dibayar siapa?"
"Kecewa aja Bro. Kok bergabung sama Anies. Cuma mengingatkan. Saya mencintai PSI kok bung Muannas???. Daripada ribut saya hapus saja. Gak ada yang bayar Bung Muannas???"
"Datang ya bro ke dpp jam 2 siang ini klarifikasi dan minta maaf secara terbuka. Tulisanmu itu bahaya buat dirimu dan PSI.
"Siap. Saya klarifikasi datang jam 14.00"

Pukul 14.00 wib, Ninoy menepati janjinya. Ia datang ke DPP PSI. Ia diminta untuk minta maaf secara terbuka. Ia diminta menulis permohonan maaf di atas kertas bermeterai. Ia juga diminta untuk minta maaf secara visual verbal direkam melalui video.
Dalam hitungan menit, video pernyataan maaf dan tanda tangan di atas meterai itu melesat ke seluruh semesta. Tidak kurang Grace Natalie, petinggi DPP PSI hingga pengurus tingkat kecamatan menyebarkan video norak picisan itu ke seluruh penjuru negeri. Belum lagi ditambah buzzer dan influencer top yang sudah terikat dengan PSI juga ikut membagikan video picisan itu.
Pada 10 Juli 2019, pukul 18.42 wib, Andy Budiman, pentolan PSI memposting video norak itu di akun fesbuknya. Video permintaan maaf Ninoy itu ditambah caption meminta pendapat netizen apakah sebaiknya PSI melaporkan Ninoy ke polisi atau bagaimana?

Saya berteman dengan Andy. Saya memberi nasihat.
"Udah minta maaf ya uwis om. Ojo diterusin. Nanti jadi melebar habis energi".
Kemarin, 12 Juli 2019, Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Viktor Sianipar melaporkan Ninoy Karundeng ke polisi. Menurut Michael nama baik Partai PSI tercemar. Jadi harus dilaporkan ke polisi.
Terus terang saya sangat terperanjat dengan tindakan teman2 PSI ini. Saya tidak habis pikir dengan siasat muslihat mereka yang mengiming-imingi Ninoy datang ke kantor PSI untuk meminta maaf mengaku bersalah lalu setelah semua pernyataan bersalah dan minta maaf didapat lalu Ninoy ditembak. Mau dijebloskan ke penjara.
Cara-cara siasat muslihat licik ini memuakkan. Ini seperti cara culas mafia membunuh lawannya. Mengundang temannya makan malam lalu makanan itu ditaburi racun. Mati seketika.
Saya menulis ini tidak punya kebencian dengan PSI. Di PSI banyak teman yang saya kenal. Pernah bertemu dan bercakap2 dengan mereka. Ada Tsamara yang pernah satu panggung sebagai pembicara. Ada Uki yang pernah satu meja berbicara dengannya. Saya tidak punya masalah dalam tujuan, cita2 dan ideologi dengan teman2 PSI.
Kasus Ninoy ini mengusik saya. Ninoy teman saya. Teman seperjuangan sesama Ahoker. Sesama mantan penulis di Seword. Ninoy orang baik. Karena orang baik makanya Ninoy kooperatif, mau meminta maaf, mau mencabut tulisannya.
Sayangnya itu belum memuaskan teman2 PSI. Mereka ingin Ninoy membusuk di penjara agar dendam dan kemarahan mereka karena nama Sunny disebut2 Ninoy terlampiaskan.
Saya akan membela Ninoy. Sekuatnya. Semampu saya.
Salam perjuangan penuh cinta
Birgaldo Sinaga
#saveninoy
#sayabersamaninoy
#istandwithninoy
Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2294689524077180&id=1820404924838978
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1097
Harusnya Ahok tayang di acara hari ini jam 19.30-21.30. Semuanya sudah direncanakan matang-matang dari awal. Sebaran sudah diberikan. Flyer sudah disebarkan, seluruh mata warga Indonesia siap menonton acara ini.
Lantas, per hari ini, pada waktu yang sama, saya menunggu melongo di depan televisi menanti-nantikan Ahok. Tapi tak kunjung datang. Ada apa gerangan? Saya curiga, ada peranan radikalisme di dalamnya. Bagaimana analisisnya? Begini.
Kita harus sepakat dan kita sudah semuanya tahu, bahwa musuh radikalisme adalah Ahok. Ahok adalah sosok pekerja keras yang mengenyampingkan setiap identitas suku, agama, ras dan golongannya.
Ahok menjadi birokrat dan pejabat publik, yang melayani seluruh rakyat Jakarta. Tanpa terkecuali. Memang secara identitas, orang ini adalah sosok yang berbeda dan dianggap memiliki label minoritas.
Bahkan dia sendiri mengatakan bahwa Ahok menyandang gelar double minority. Artinya, minoritas ganda ini didatangkan dari orang lain, dan Ahok sadar betul. Jadi apa hubungannya dengan radikalisme?
Paham radikalisme ini merupakan paham yang bertentangan dengan semangat Pancasila. Di dalam pengajaran Pancasila yang tidak bertentangan dengan agama, mereka mencoba untuk mempertentangkan antara agama dan Pancasila.
Maka dengan Ahok menjalankan tugas dan fungsi sebagai gubernur, dia tetap saja dianggap sebagai orang yang tidak bisa memimpin.
Mengapa? Karena agamanya berbeda. Ini adalah sebuah pandangan radikalisme yang merasuk, menghantui dan terus menerus ada di dalam diri manusia-manusia pendukung unta gurun ini.
Radikalisme adalah musuh Ahok, karena radikalisme ini tidak suka orang yang berbeda. Radikalisme dan uniformitas adalah dua hal yang berada di satu keping koin.
Radikalisme menuntut kesamaan baik dari sisi agama, suku dan ras. Ini adalah sebuah hal yang terus menerus digoreng sampai gosong oleh pendukung kadal gurun.
Hebatnya, Ahok selama menjabat menjadi gubernur, begitu menahan serangan dengan sangat luar biasa. Mereka ini mempertontonkan kenajisan dalam berpolitik. Politik dicampuraduk dengan agama dan menjadi sangat rusak. Kerusakan itu sudah terjadi.
The damage has been done.
Pilkada DKI Jakarta adalah pilkada terburuk sepanjang masa. Ahok ini menjadi media darling, dan ia menjadi orang yang berhasil membuat tingkat kepuasan warga, tertinggi sepanjang sejarah. Ini adalah pencapaian dari Ahok, yang menyandang gelar double minority.
Artinya, secara umum seluruh rakyat Jakarta sudah sangat puas dengan keberadaan kepemimpinan Ahok. Tuhan memberikan kecintaan warga terhadap Ahok dengan sangat baik.
Ahok bahkan dengan lantang dan berani, melawan radikalisme. Para pemuja kwetiau dan Wan Badut ini dibuat mati kutu dengan kepuasan rakyat Jakarta yang tinggi sekali, bahkan nyaris menembusi langit itu.
Mereka lantas memasang mata super tajam kepada Ahok, agar dicari-cari kesalahannya. Sesuatu yang tidak ia niatkan, akhirnya harus membuat dirinya jatuh dan tidak bisa bangkit lagi.
Ada peranan-peranan radikalisme yang begitu kencang menyusup ke arah Ahok. Bahkan tayangan-tayangannya dijadikan bahan pembantaian karakter Ahok.
Karakter Ahok dibunuh oleh Buni Yani, melalui video yang dipotong. Ini adalah upaya perusakan karakter Ahok yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Ini adalah hal yang sangat berbahaya untuk demokrasi. Demokrasi terancam dengan ini.
Akhirnya, ibarat bola salju yang terus bergulir, kebencian kepada Ahok ini sudah membuncah, bahkan tidak terpendam sama sekali. Kebencian itu terus dipelihara, untuk sebuah hasrat politik. Politisi baik itu akhirnya harus hancur, hanya karena video beberapa menit yang diedit dan dipotong kata-katanya.
Jadi apa hubungannya dengan pembatalan tayangan ini? Pembatalan ini kemungkinan besar adalah karena adanya tekanan dari kaum radikalis. Bayangkan, video panjang Ahok saja bisa dipendekkan dan langsung dijadikan bahan pembunuhan karakter Ahok. Apalagi wawancara yang Durasinya bisa sampai 1,5 jam?
Jadi demi keamanan Ahok sendiri, maka acara itu harus batal ditayangkan. Ini adalah ulah dari politisasi agama dan politisasi mayat yang dikerjakan sebelum-sebelumnya.
Kebencian kepada Ahok sudah begitu nyata. Padahal kita melihat bagaimana Ahok sudah begitu baik memberikan dirinya untuk berdedikasi kepada warga Jakarta. Jangan sampai Jakarta hancur, hanya karena ulah orang-orang radikalis murni yang ingin NKRI hancur.
Begitulah hancur-hancur.
Sumber: https://seword.com/politik/menguak-peranan-radikalisme-dalam-pembatalan-tayangan-ahok-QBECKK1eKc
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 982

Perwakilan dari petugas dari kantor Badan Komisi Tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) menemui pencari suaka sebelum dipindahkan dari trotoar kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Pemerintah DKI Jakarta memindahkan pencari suaka yang berasal dari Afganistan, Somalia, Sudan dan Pakistan ke lahan bekas Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Kalideres, Jakarta Barat.
JAKARTA -- Para pencari suaka asal Afghanistan, Sudan, dan Somalia, telah menempati tenda pengungsian sementara di Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis (11/7) malam. Sebelumnya, lebih dari sepekan mereka tinggal di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Lurah Kalideres, Jakarta Barat, Muhammad Fahmy mengatakan jumlah pengungsi yang menempati enam unit tenda dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial DKI Jakarta itu sebanyak 998 orang. "Apakah akan bertambah atau tidak, saya belum bisa pastikan. Mungkin Jumat pagi akan ada perkembangan," kata Fahmy saat ditemui di sekitar eks Kodim Jakarta Barat, yang menjadi lokasi pengungsian sementara, Jumat (12/7) dini hari.
Read more: Kondisi Pencari Suaka Setelah Dipindahkan dari Kebon Sirih