Top Stories
-
Jika Indonesia Dipimpin Kim Jong Un, Negara Kuat, Rakyat Diam
-
Refly Minta Berkas, Polisi Nolak Tegas
-
BEI Bekukan 38 Saham Tidak Penuhi Ketentuan Free Float, Banyak Peritel Pada Kejebak
-
Makan Bergizi Gratis Untuk Siapa?
-
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Tolak PSN Food Estate di Merauke: Pembangunan Tidak Boleh Rampas Tanah Adat
-
Rakyat Menuntut Rampas Aset Koruptor, Hasilnya Justru Aset Rakyat Yang Akan Dirampas
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 836
Ilustrasi police line
SitindaonNews.Com | Dua dari sembilan korban ledakan petasan di Tulungagung, Jawa Timur akhirnya meninggal dunia. Korban meninggal akibat luka bakar serius yang dideritanya di bagian selangkangan, tangan dan sekujur tubuh.
Informasi dari bagian Humas RSUD dr. Iskak Tulungagung, Selasa, korban yang meninggal diidentifikasi bernama M Asrori (25) dan Nuzul Ilham (21), warga Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan. "Dua korban meninggal saat mendapat perawatan intensif di unit Red Zone IGD RSUD dr Iskak. Kondisinya terus memburuk akibat luka bakar hingga 50 persen di sekujur tubuh, terutama yang paling parah di bagian paha, selangkangan dan tangan," tutur Kasi Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Moch Rifai.
M Asrori yang kondisinya paling buruk meninggal lebih dulu pada Selasa dini hari pukul 02.05 WIB. Sementara Nuzul Ilham menyusul sejam berikutnya, sekitar pukul 03.15 WIB. Saat ini masih ada dua korban ledakan petasan yang kondisinya kritis dan mendapat penanganan kedaruratan medis di unit Red Zone IGD RSUD dr Iskak.
Sementara tiga korban lainnya yang mengalami luka bakar sedang masih observasi dan ditangani di bagian Yellow Zone IGD"Untuk dua korban yang luka ringan dan kondisinya stabil sudah diizinkan pulang per pagi ini," terang Rifai.
Total korban ledakan petasan yang masuk IGD RSUD dr Iskak sebelumnya ada sembilan orang. Empat korban masuk bagian Red Zone karena kondisi kritis, dan lima lainnya ditangani di Yellow Zone dan Green Zone, sesuai tingkat keparahan luka bakar yang diderita masing-masing korban.
Insiden terjadi diperkirakan sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, M Asrori dan belasan pemuda lain sedang menyelesaikan tahap akhir pembuatan petasan berukuran jumbo dengan lingkar seukuran pipa empat dim (lingkar sekitar 10-15 centimeter) di rumah Abdullah, warga Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan. Naas, salah satu petasan yang proses penutupan pangkal sumbu tidak sengaja meledak dan memicu ledakan ratusan petasan lainnya.Petasan-petasan besar itu telah dibuat/diproduksi sejak awal puasa.
Rencananya, petasan-petasan besar itu akan diledakkan pada malam di akhir (bulan) Ramadhan dan pada pagi hari setelah shalat Id, hari pertama Lebaran. Para korban yang mengalami luka bakar sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di wilayah Ngunut, Tulungagung.Namun karena kondisi para korban yang buruk, mereka akhirnya langsung dirujuk di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Sumber: republika
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 668
Preman Priok penghadang prajurit TNI
SitindaonNews.Com | Pasukan dari Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta telah berhasil menggulung belasan preman jalanan yang melakukan penghadangan dan pengeroyokan terhadap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di depan Gerbang Tol Koja Barat, Jakarta Utara.
Dari keterangan resmi Kodam Jaya dilansir VIVA Militer, Senin 10 Mei 2021, 11 preman itu diringkus di beberapa lokasi di Jakarta pada pukul 15:00 WIB, 9 Mei 2021.
Para preman itu terungkap merupakan warga Tanjung Priok dan Cilincing, Jakarta Utara. Dengan inisial YA.K M, JAD, HHL, HEL, PA, GL, GYT, JT, AM, DS dan HRL.
Dari 11 preman yang digulung TNI itu, salah satu di antaranya merupakan sosok preman yang memakai masker berlambang institusi kepolisian (Polri) saat terjadi penghadangan terhadap prajurit TNI bernama Sersan Dua (Serda) Nurhadi.
Pria berwajah garang itu merupakan preman yang paling agresif memaksa Serda Nurhadi untuk menghentikan mobil yang dikemudikannya.
Dan dari rekaman video yang beredar, preman ini juga yang paling garang memaki-maki prajurit TNI itu sembari berusaha merebut kunci mobil.
Kasus penghadangan dan pengeroyokan terhadap prajurit TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Semper Timur, Komando Daerah Militer 0502/Jakarta Utara terjadi pada Sabtu.
Ketika itu Serda Nurhadi mengemudikan mobil Honda Mobilio B 2638 BZK milik sebuah keluarga yang hendak menuju ke rumah sakit. Namun, di tengah jalan mobil itu dihadang para preman yang diduga berprofesi sebagai debt collector.
Serda Nurhadi saat itu memang berniat menolong korban agar bisa secepatnya bisa sampai di rumah sakit. Tapi, para preman tak mempedulikannya. Mereka mengeroyok Serda Nurhadi dan dengan kasar memaki-maki Serda Nurhadi dengan menuduhnya terlibat atas masalah antara para preman dengan pemilik mobil.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 611
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Nganjuk. OTT ini diduga menyeret Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan adanya OTT di Kabupaten Nganjuk. Ia mengatakan KPK masih memeriksa dan mendalami operasi ini.
Seorang sumber mengatakan OTT kali ini berhubungan dengan jual beli jabatan di lingkungan Nganjuk. "Soal lelang jabatan camat dan pengisian perangkat desa (carik)," kata sumber ini pada Senin, 10 Mei 2021.
Bukan sekali ini saja KPK menggelar operasi tangkap tangan di Nganjuk. Pada 2017. lembaga ini juga pernah mencokok Taufiqurrahman, Bupati periode 2013-2018. Taufiq juga dicokok dalam perkara jual beli jabatan. Bedanya, ia memperjualbelikan jabatan untuk kepala sekolah dari SD hingga SMA.
Dalam operasi tangkap tangan kala itu, KPK menyita uang Rp 287 juta dari sejumlah orang. Duit ini diberikan kepada orang kepercayaan Taufiq. Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi sudah memvonis Bupati Nganjuk nonaktif ini 7 tahun penjara.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 571
Barang bukti perangkat komputer yang dicuri oknum guru PNS di SMAN 1 Mesuji di Desa Sungai Badak, Kabupaten Mesuji, Lampung, yang disita polisi setelah tersangka ditangkap pada Jumat, 7 Mei 2021.
SitindaonNews.Com | Polisi menangkap seorang guru yang disangka sebagai pencuri 18 komputer di SMA Negeri 1 Mesuji di Desa Sungai Badak, Kabupaten Mesuji, Lampung.
Pelaku yang juga guru di SMAN 1 Mesuji, ditangkap Tekab 308 Polres Mesuji di rumahnya, pada Kamis, kata Kepala Polres Mesuji AKBP Alim, Jumat, 7 Mei 2021.
Ia menyebutkan, pelaku S merupakan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di sekolah itu.
Menurutnya, penangkapan pelaku warga Desa Marga Jaya, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, itu berdasarkan laporan dari dewan guru sekolah setempat.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mesuji Iptu Riki Nopariansyah menjelaskan, pada Selasa lalu pelapor mendapat telepon dari Yudi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan menanyakan gembok ruang Laboratorium TIK yang diganti.
"Malamnya semua dewan guru melaksanakan buka puasa bersama dan menanyakan perihal gembok yang diganti. Setelah buka puasa bersama beberapa guru pergi menuju ruang Laboratorium TIK dan benar gembok berganti. Namun setelah mengintip dari jendela ada beberapa komputer di ruangan hilang," ujarnya.
Pada pukul 11.00 WIB pelapor dan beberapa guru melakukan pengecekan dan ternyata gembok dibuka paksa. Setelah dicek 18 komputer AIQ Acer hilang, lima UPS Prolinkpro 2, satu unit laptop, dua unit switch/hub TP juga raib.
"Saat itu juga satuan Tekab 308 Polres Mesuji melakukan penangkapan, barang bukti disimpan di rumahnya, pelaku dan barang bukti telah kami amankan di Mapolres Mesuji," katanya.
Polisi masih menyelidiki motif pelaku melakukan pencurian komputer di SMAN 1 Mesuji tersebut.
Barang bukti yang berhasil diamankan 14 komputer AIQ Acer, satu unit computer AIQ Acer dalam keadaan terbongkar, tiga unit keyboard Acer, tiga unit moush warna hitam, lima unit UPS Prolinkpro2, dan tiga unit switch/hun TP link.
Pelaku dijerat Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. (ant)
Sumbetr: .viva.co.id
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 903




Momen : Baptisan kudus Mathiew Mahawira Lumban Tobing
Lokasi: HKBP Kernolong, Jakarta Pusat
Maret 2020