Top Stories
-
Makan Bergizi Gratis Untuk Siapa?
-
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Tolak PSN Food Estate di Merauke: Pembangunan Tidak Boleh Rampas Tanah Adat
-
Rakyat Menuntut Rampas Aset Koruptor, Hasilnya Justru Aset Rakyat Yang Akan Dirampas
-
Aturan Main Uang
-
Mulyono, Pegawai Pajak, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK
-
Kakak Kandung Tega Bunuh Adiknya Demi Klaim Asuransi
Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1086
Ilustrasi alat hisap sabu atau bong
SitindaonNews.Com | Warga menggerebek tiga oknum polisi sedang pesta narkoba jenis sabu di sebuah rumah kosong di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 5 Januari 2021 dan video penggerebekan viral di media sosial.
Peristiwa itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi kepada wartawan di Medan, Senin 11 Januari 2021. Tiga oknum itu, ia mengatakan, tengah diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sumut.
"Ada (benar) sekelompok masyarakat melakukan penggerebekan terhadap anggota Polri," tutur Hadi.
Namun, Hadi enggan membeberkan identitas tiga oknum polisi yang tertangkap warga sedang asyik pesta narkoba itu. Ia menjelaskan bahwa ketiganya dengan perincian satu orang bertugas di Polsek Panai Tengah dan dua orang lainnya anggota Pol Air Polres Labuhan Batu.
Mereka disebutkan ada yang berpangkat bripka dan juga brigadir. "Ketiga orang ini sudah meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian masyarakat melakukan penangkapan dan melaporkan ke polres setempat," sebut Hadi.
Hadi mengungkapkan, seluruh oknum polisi diamankan itu, akan diproses secara hukum dan kode etik di Polri. Meski pihak kepolisian kembali enggan menyebutkan untuk barang bukti yang diamankan.
"Pidananya kita proses, karena ini kasus atensi kali. Bapak kapolda menekankan bahwa tidak ada tempat terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika, siapa pun orangnya," kata Hadi.
Hadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peduli dengan pemberantasan narkoba. Apalagi, melibatkan penegak hukum seperti oknum Polri tersebut. Sudah dipastikan diharamkan menggunakan narkoba.
"Kami menyampaikan terima kasih karena telah membantu petugas kepolisian melakukan hal seperti ini. Kami (juga) terus mengimbau kepada masyarakat jika menemukan oknum siapa pun itu, untuk segera melaporkan ke kami untuk ditindak lanjut," ungkap Hadi.
Sumber: .viva.co.
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 749

DIA KINI SEDANG BERDOA DI GEREJA MAHA DAMAI
Ini Diego Mamahit, sang copilot. Sesungguhnya, saat itu bukanlah jadwal terbangnya - sebab jadwalnya adalah malam.
Dia mengubah dan pindah jadwal agar bisa ke gereja pagi esoknya. Maka terjadilah misteri penyelenggaraan Illahi. Terjadilah musibah itu.
Namun kini Diego sungguh berada di "Gereja-Nya" yang maha kudus dan abadi. Keinginannya yang indah dan kudus untuk ke "gereja" pagi terpenuhi.
Selamat memuji Dia di gereja maha damai Diego...
By : HT
Sumber" https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3761097290623399&id=100001694961139
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 786

SitindaonNews.Com | Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan ruang rawat inap di Tower 4, 6, dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta terisi 3.226 pasien dari 4.424 tempat tidur yang tersedia atau 72,92 persen pada Minggu, 3 Januari 2021.
"Pasien rawat inap terkonfirmasi positif di Tower 4, 6 dan 7 (sebanyak) 3.226 orang, 1.668 pria, 1.558 wanita," ujar Aris dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Lebih lanjut, Aris mengatakan 857 orang mengisi ruangan isolasi mandiri Tower 5 RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta pada Minggu (3/1), terdiri dari 504 pria dan 353 wanita.
Berdasarkan data tempat tidur yang dibagikan Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian pada 21 September 2020, Tower 6 memiliki 1.300 tempat tidur, Tower 7 memiliki 1.578 tempat tidur, Tower 4 Wisma Atlet memiliki 1.546 tempat tidur, dan Tower 5 memiliki 1.570 tempat tidur.
Pemerintah pertama kali membuka Tower 6 dan 7 Wisma Atlet sebagai Rumah Sakit Darurat khusus penanganan COVID-19 sejak 23 Maret 2020.
Tower tersebut yang digunakan sebagai ruang rawat inap pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang.
Kemudian, pemerintah membuka lagi Tower 4 dan 5 yang dikhususkan menjadi ruang karantina pasien dengan kondisi tanpa gejala (asimtomatis) dan pasien yang tidak punya tempat untuk melakukan isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi COVID-19.
Tower 5 lebih dulu dioperasikan untuk isolasi mandiri, yaitu pada 15 September 2020. Selanjutnya, Tower 4 baru mulai dioperasikan pada 21 September 2020.
Namun pada Senin (30/11), Kepala Sekretariat RSD COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Kesehatan Laut dr R M Tjahja Nurrobi menginformasikan adanya alih fungsi Tower 4 sebagai ruang perawatan pasien, bukan lagi sebagai ruang isolasi mandiri.
Kemudian pada Selasa (22/12), Komandan Lapangan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut Muhammad Arifin juga menginformasikan alih fungsi Tower 5, semula ruang isolasi mandiri menjadi ruang perawatan cadangan (spare) untuk merawat pasien dengan gejala COVID-19.
Alih fungsi tersebut disebabkan jumlah pasien bergejala COVID-19 di tiga tower (ruang rawat inap tower 4, 6, dan 7) sudah lebih dari 75 persen. Sehingga praktis sejak itu, RSD Wisma Atlet tidak menerima pasien dengan kondisi tanpa gejala (asimtomatis).
Sejak beroperasi pada 23 Maret 2020 sampai 3 Januari 2021, RSD Wisma Atlet memiliki 40.336 pasien yang terdaftar melakukan perawatan COVID-19.
Dari jumlah tersebut, 36.539 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Sedangkan, dari 23.151 orang pasien yang terdaftar di Tower 5 RSD Wisma Atlet sejak 15 September 2020, 22.241 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19.
Aris mengatakan RSD Wisma Atlet juga memberikan rekomendasi rujukan pasien COVID-19 ke RS Penanganan COVID-19 lain yang terdekat.
RSD Wisma Atlet telah merujuk pasien ke Rumah Sakit Penanganan COVID-19 lain di DKI Jakarta sebanyak 556 orang sejak dioperasikan pada 23 Maret 2020 sampai 3 Januari 2021.
Sedangkan, pasien meninggal dunia selama perawatan di RSD Wisma Atlet berjumlah 17 orang terhitung sejak 23 Maret tersebut.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1072

SitindaonNews.Com | Seorang oknum anggota polisi diduga menembak istri dan anaknya, lalu bunuh diri. Kejadian tersebut terjadi di rumah di Jalan Tirta Mulya Satu, RT02/03 No 65, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (30/12).
Seorang saksi mata, Ketua Pokdarkhamtibmas Sektor 731, Kondang, mengatakan, warga digegerkan dengan suara tiga kali tembakan yang berasal dari rumah oknum polisi berinisial Aiptu STP (57). "Saya dengar tiga kali tembakan dan teriakan," ujar Kondang, Rabu (30/12).
Dia menambahkan, diduga pelaku yang merupakan anggota kepolisian, menembak anggota keluarganya. Kemudian, dia mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri. "Infonya, korban istrinya dan seorang anaknya yang juga anggota polisi," terang Kondang.
Korban penembakan yakni istrinya CR (55) dan anaknya yang juga anggota polisi berinisial Bripda RKA (21). "Telah terjadi dugaan penembakan kemudian pelaku melakukan bunuh diri. Dua orang korban merupakan istri dan anaknya," kata Kapolrestro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah.
Pelaku yang bertugas di Polsek Tebet bunuh diri dengan luka tembak dibagian mulut tembus ke leher. Sedangkan korban CR mengalami luka tembak dibagian lutut bagian kanan dan sedang dirawat di RS Hermina Depok untuk dilakukan pertolongan pertama.
"Korban Bripda RKA tertembak dibagian paha kanan dan didada sebelah kanan. Korban saat ini dirawat di RS Hermina untuk dilakukan pertolongan pertama. Sedangkan mayat pelaku dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta," kata Azis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian Polrestro Depok sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan sementara lokasi kejadian dipasang garis police line. "Kami sedang meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui motif kejadiannya," ucap Azis
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 722

SitindaonNews.Com | Presiden Joko Widodomelakukan kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Sejumlah menteri lama dicopot dan digeser posisinya, dan ada pula orang baru yang diangkat untuk membantu kerja-kerja pemerintahan hingga 2024 mendatang.
Mereka semua diperkenalkan di Istana Negara, Jakarta pada hari ini, Selasa (22/12). Berikut daftar menteri Kabinet Indonesia Jilid 2 hasil kocok ulang atau reshuffle.
Selamat bekerja dan mengemban amanah nggih bapak/ibu para menteri baru:
* Menteri Sosial (Mensos) : Tri Rismaharini (menggantikan Juliari Batubara)
* Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) : Sandiaga Uno (menggantikan Wishnutama Kusbandio)
* Menteri Kesehatan (Menkes) : Budi Gunadi Sadikin (menggantikan Terawan Agus Putranto)
* Menteri Kelautan dan Perikanan KP/KKP) : Sakti Wahyu Trenggono (menggantikan Edhy Prabowo)
* Menteri Agama (Menag) : Yaqut Cholil Quomas (menggantikan Fachrul Razi)
* Menteri Perdagangan (Mendag) : M. Lutfi (menggantikan Agus Suparmanto)