Top Stories
-
BUTO IJO itu Makanannya Uang, Sangat Rakus.
-
Mengapa Romo Tahu Saham Akan Turun dan Akan Naik?
-
Manusia Salah Jurusan
-
Salah Jurusan Pendidikan Tapi Sukses Dalam Karir
-
Scalping Jangan Pakai Acuan Harga Broksum!
-
Perang Dua Raja Teknologi Dunia Memanas, Taruhannya Rp 2.300 Triliun
-
Day Trade, Scalping
-
ABG 17 Tahun Disekap di Kamar Hotel Jakut, Pelaku WNA Ditangkap
-
Jika Harga Bergerak Hanya 2 Tik. Misal 5400 - 5450
Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 927
Tunjuk Plt Dirjen Bimas Katolik Seorang Muslim: Menag Blunder Bertubi-tubi
Saya tidak tahu siapa pembisik Menteri Agama (Menag) Fahrul Razi saat ini sehingga begitu sering membuat blunder fatal bertubi-tubi yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kali ini blunder Menag Fahrul Razi terkait dengan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik. Entah bisikan tuyul dari mana sehingga pejabat Plt Dirjen Bimas Katolik diserahkan kepada Prof.Dr.HM Nur Cholis yang beragama Islam. Mengapa bisa seceroboh ini, Pak Menteri ?
Read more: Menteri Agama Blunder Bertubi-tubi, Tunjuk Plt Bimas Katolik Seorang Muslim
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 12127
SitindaonNews.Com | Surat terbuka dari warganet yang diterima redaksi di group WA, yang prihatin atas ketidak adilan pemerintah terhadap kaum minoritas di negeri ini, dimana pemerintah telah kalah oleh tekanan sekelompok ormas.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1019
SitindaonNews.Com | Pemerintah akan membahas nasib eks WNI yang teridentifikasi merupakan mantan teroris lintas batas di Timur Tengah. Menurut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, masalah pemulangan eks WNI anggota ISIS ini pun akan dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 908
SitindaonNews.Com | Harun Masiku Dilindungi Hantu Yang Tidak Bisa Dilihat Tapi Menakutkan.
Harun Masiku tersangka suap Komisioner KPU dalam kasus PAW anggota DPR RI yang sempat dikabarkan berada di luar negeri saat OTT Wahyu Setuawan 8/1/20 lalu ternyata sudah berada di Indonesia bahkan diduga Harun Masiku sembunyi di markas PTIK saat OTT tersebut hingga kini belum juga ditangkap KPK.
Hingga kini keberadaan Harun Masiku masih misterius, bahkan beberapa warganet menduga Harun Masiku sudah 'dihilangkan' dan ada juga yang menduga disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu untuk melindungi dan menghilangkan jejak tokoh-tokoh partai yang terlibat kasus PAW yang selama ini menjadi pedagang politik dalam jual beli kursi parlemen.
Dalam politik, Harun Masiku Bukan siapa-siapa, dia bukan tokoh dan juga bukan pengurus partai, tapi dia menjadi orang penting dan menjadi saksi mahkota yang dapat membongkar siapa-siapa saja yang terlibat.
"Dalam POLITIK Harun Masiku bukan siapa². Dia bukan elit atau orang berpengaruh. Pengurus partai saja tidak! Tapi dlm HUKUM dialah pelaku kunci dan "saksi mahkota". Keterangannya bisa membongkar siapa saja yg terlibat. Itulah dasar paling rasional mengapa dia terkesan dilindungi". kata @jansen_jsp.
"Setiap akhir pekan, saya selalu jumpa dgn tokoh masyarakat di Dapilku. Orang tua ini tanya mengapa Masiku susah ditangkap. Saya jawabnya, ada invisible power yang melindunginya. Dahsyat sekali. Apa itu, tanyanya. Jawabku, seperti hantu yang tidak bisa dilihat tapi menakutkan!" kata @ BennyHarmanID. https://t.co/4xm2pXwp14
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 705
Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen (tengah) tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan Zein diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SitindaonNews.Com | Kivlan Zen bongkar tujuan beli senjata api kaliber besar, untuk tembak Wiranto, Luhut, Budi Gunawan?
Mayjen Purn Kivlan Zen kini sedang menghadapi sidang dengan kasus kepemilikan senjata api ilegal.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 674

SitindaonNews.Com | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan perguruan tinggi rentan terpapar paham radikalisme sehingga perlu upaya bersama untuk mengatasi hal tersebut.
"Tidak hanya Perguruan Tinggi tertentu yang bisa terpapar, tetapi semuanya bisa, yang membedakan hanya tebal tipisnya saja. Oleh karena itu kita semua harus waspada dan harus bisa mengidentifikasi hal tersebut. Karena itu bisa saja menjangkiti anak kita, saudara kita, atau lingkungan kita," katanya usai rapat pleno Forum Guru Besar (FGB) ITB membahas radikalisme dan intoleransi di Bandung, Jumat (24/1) , demikian keterangan pers yang diterima Sabtu.