Top Stories
-
BUTO IJO itu Makanannya Uang, Sangat Rakus.
-
Mengapa Romo Tahu Saham Akan Turun dan Akan Naik?
-
Manusia Salah Jurusan
-
Salah Jurusan Pendidikan Tapi Sukses Dalam Karir
-
Scalping Jangan Pakai Acuan Harga Broksum!
-
Perang Dua Raja Teknologi Dunia Memanas, Taruhannya Rp 2.300 Triliun
-
Day Trade, Scalping
-
ABG 17 Tahun Disekap di Kamar Hotel Jakut, Pelaku WNA Ditangkap
-
Jika Harga Bergerak Hanya 2 Tik. Misal 5400 - 5450
Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 834
Republika/Putra M. Akbar | Komisioner KPU Wahyu Setiawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1).
SitindaonNews.Com | Komisioner KPU RI Wahyu Setiawa, pada Rabu (15/1) menjalani sidang dugaan pelanggaran kode etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Gedung KPK, Jakarta. Wahyu menyebut, istilah makelar ditujukannya terhadap tiga utusan PDI Perjuangan (PDIP) yang meminta pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR kepada caleg PDIP, Harun Masiku.
"Yang saya maksud makelar ya tiga orang yang menemui saya, karena saya menyampaikan ini prinsipnya tidak bisa. Tapi ada orang-orang yang memperjuangkan itu dengan berbagai cara. Itulah makna makelar yang saya sampaikan," ujar Wahyu dalam persidangan, Rabu.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 778

Ada Hantunya, KPK Takut Lakukan Penggeledahan di Kantor DPP PDIP.
SitindaonNews.Com | Gagalnya KPK_RI menggeledah kantor PDIP dengan alasan tidak diizinkan oleh tuan rumah dan tidak ada izin Dewan Pengawas, seakan memberikan sinyal:
Read more: Ada Hantunya, KPK Takut Menggeledah Kantor DPP PDIP
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 742

Mereka Yang Nafsu Terus Menguasai Garuda
SitindaonNews.Com | Kasus Harley dan Brompton yang melibatkan dirut Garuda Ari Askhara, mengakibatkan jajaran direksi dipecat dan diganti oleh orang dalam juga, bahkan direktur keuangan yang bermasalah dengan laporan keuangan palsu tahun 2018 lalu diangkat sebagai PLT Direktur Utama sampai ditunjuk direksi baru melalui RUPS yg rencananya akan dilaksanakan bulan Januari 2020 ini.
Banyak yang berkepentingan dan berkeinginan menjadi Direktur Utama Garuda ini dan mempersiapkan calon Direktur Utama untuk diajukan dalam RUPS nanti
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 733

KPK Berani Tangkap Hantu?
SitindaonNews.Com | Kasus suap yang menjerat komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait pergantian antar waktu anggota DPR RI yang menyeret sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Harun Masiku caleg gagal PDIP peraih suara terbanyak kelima ingin menggantikan Nazarudin Kiemas peraih suara terbanyak pertama yang meninggal dunia dari dapil Sumatera Selatan I dalam pemilu 2019 lalu sudah ditetapkan tersangka tapi belum ditahan. Bahkan diduga Sekjen PDIP Hasto K terlibat dalam kasus ini yang pada saat peristiwa OTT menurut kabar lari dan sembunyi di markas PTIK.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 680
Komisioner KPU Wahyu Setiawan
SitindaonNews.Com | Diberitakan, Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Rabu (8/1/2020) kemarin. Penangkapan Wahyu diduga terkait transaksi suap.
Selain Wahyu, ada tiga orang lain yang ditangkap, mereka berinisial HM, D, dan S. "Penerima WS, suap lewat D dan S," katanya.. Seorang sumber menuturkan salah satunya diduga calon legislatif dari PDIP.
Read more: Caleg Gagal Kena OTT Suap Komisioner KPU Untuk PAW Caleg DPR RI Terpilih Yang Meninggal
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1121

Jurnalis lepas Virdika Rizky Utama menemukan surat berisi laporan perkembangan rencana penurunan Gus Dur sebagai presiden yang dibuat pada 29 Januari 2001.
Surat itu dibuat oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) saat itu, Fuad Bawazier, ditujukan kepada Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI, Akbar Tandjung, yang juga alumni HMI.
Surat tersebut dilampirkan dalam buku yang ditulis Virdika dan diterbitkan Numedia Digital Indonesia berjudul Menjerat Gus Dur, terbit Desember 2019. Virdika menemukan dokumen ini di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di Jakarta dalam kondisi hendak diloakkan sampai ia menyelamatkannya.
Read more: SURAT BERISI SKENARIO PELENGSERAN GUS DUR DITEMUKAN JURNALIS