Top Stories
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
-
Apapun Kata MSCI Pagi Ini, Jangan Ada yang Panic Selling!
-
Kenapa 90% Trader Saham Boncos?
-
Tipuan Support Tebal Cara Bandar untuk Akumulasi dan Distribusi
-
Saya Tidak Mengajak Anda Trading!
-
4 Kesalahan Keuangan yang Membuat Gagal menjadi Kaya!
-
Kehancuran Moral Bangsa: "Saat Elit pun Pragmatis, Idealisme Mati"
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1099

Apakah ini artinya jurus baru yang dimiliki Bank Indonesia (BI) sudah mulai ampuh?
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan langkah BI yang mengaplikasikan domestik non deliverable forward (DNDF) sudah tepat.
"Hal ini karena pasar NDF di luar negeri yang memperdagangkan kontrak rupiah sarat dengan spekulasi," kata Bhima saat dihubungi, Sabtu (3/11/2018).
Dia menjelaskan dengan benchmark rate yang lebih transparan dan memang diperuntukkan untuk hedging, DNDF bisa memberikan stabilitas kurs rupiah untuk jangka panjang.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menjelaskan selama dua dasawarsa terakhir pasar NDF (Non Delivery Forward) rupiah hanya berlangsung di pasar keuangan luar negeri, yang seringkali berpengaruh fluktuasinya pada pasar tunai (spot) di dalam negeri.
"Sekarang telah lahir pasar NDF di dalam negeri atau Domestik Non-Delivery Forward (DNDF), yang dalam dua hari terakhir mulai aktif ditransaksikan oleh 10 bank. Bila pada hari perdana volume transaksi DNDF mencapai US$ 60 juta, maka pada hari kedua mencapai US$ 90 juta," kata Nanang di gedung BI.
Dia menyebut BI optimistis pasar DNDF ini akan terus berkembang karena akan menambah instrumen lindung nilai terhadap risiko fluktuasi kurs dengan biaya yang efisien tanpa penyerahan dalam mata uang dolar AS, tapi berupa selisih antara kurs DNDF dengan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang dibayarkan dalam rupiah.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1085
Capres dan Caleg DPR RI Pilihan Rakyat 2019.
Era Orde Baru, era Reformasi, dan era Revolusi Mental ternyata belum mampu membuat Indonesia bersih dari korupsi. Hal ini terjadi karena UU yang ada masih berpihak kepada para koruptor. Katanya semua masyarakat sama di mata hukum, tapi prakteknya jauh berbeda. Para napi korupsi di tempatkan di penjara khusus yang sangat istimewa dengan berbagai fasilitas, berbeda dengan napi pencuri ayam, sandal dan kriminal lainnya ditempatkan di penjara kumuh dan sempit bagai hewan peliharaan. Jika memang masyarakat sama di mata hukum, maka tempatkanlah napi koruptor itu bergabung dengan napi kriminal lainnya.
Pilpres dan Pileg 2019 sudah memasuki tahap kampanye, kita akan disuguhi dengan janji-janji manis oleh para calon, janji ekonomi semakin baik, janji pembangunan semakin cepat, janji hukum akan di tegakkan, dan banyak janji-janji lainnya yang akan disuguhkan kepada calon pemilih.
Masa depan bangsa Indonesia di tentukan oleh rakyat, masa depan bangsa ini ada di tangan kita sebagai rakyat, jangan gadaikan masa depan bangsa ini hanya karena janji muluk-muluk, atau hanya karena politik uang.
Salah satu faktor yang membuat Indonesia ini tidak maju, masyarakatnya mudah dihasut atau di adu domba adalah faktor ekonomi. Ekonomi kita hanya berpihak kepada para pengusaha dan penguasa yang korup.
Korupsi tidak akan pernah habis dari negeri ini jika para koruptor masih di perlakukan dengan UU yang ada selama ini. Sehebat apapun pembangunan maka akan semakin hebat pula para koruptor akan beraksi jika para koruptor diperlakukan sebagai napi istimewa.
Para jurubicara tim pemenangan kedua capres hanya adu sindir, belum ada adu ide atau adu gagasan utamanya pemberantasan korupsi.
Memberikan hadiah 200jt bagi pelapor tindak korupsi tidak akan mengurangi niat orang untuk melalukan korupsi.
Menaikkan gaji para pejabat atau aparatur negara juga tidak menjamin pejabat tsb. tidak korupsi, bahkan semakin tinggi gajinya maka akan semakin tinggi nominal korupsi atau suapnya.
Untuk itu mari kita bersatu bersama Gerakan Rakyat Indonesia Bersih Korupsi 2019, melalui Pemilu serentak 2019 mendatang, kita pilih Presiden/Wakil Presiden dan anggota llegislatif DPR RI yang berkomitmen terhadap Indonesia Bersih Korupsi 2019 yang bersedia membuat Fakta Integritas membuat UU Hukuman Mati para terpidana korupsi serta menyita semua harta benda keluarga istri/suami dan anak-anaknya. Hukuman penjara dan pemiskinan tidak akan efektif mengurangi perilaku korupsi.
UU Hukuman Mati dan sita seluruh harta benda keluarganya harus sudah selesai dalam masa 6 bulan sejak di lantik dan segera di atur UU pelaksanaannya serta merta. Tanpa itu Indonesia tidak akan pernah maju, tidak akan pernah makmur, tidak akan pernah sejahtera.
Calon Presiden/Wakil Presiden dan calon anggota legislatif DPR RI 2019, yang berkomitmen membuat UU Hukuman Mati para terpidana korupsi dan menyita semua harta benda keluarga istri/suami serta anak-anaknya, itulah pilihan Rakyat Indonesia Bersih Korupsi 2019. Yakin INDONESIA JAYA.
Penulis : Zul Abrum Sitindaon.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1036
Konferensi Tech in Asia Jakarta 2018 di JCC. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chief Investment Officer MDI Ventures Joshua Agusta MDI mengungkap cara menarik perhatian investor bagi perusahaan rintisan.
MDI Ventures merupakan anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak pada investasi perusahaan rintisan baik dari sisi operasional maupun finansial.
Menurutnya, salah satu yang dipertimbangkan oleh investor adalah kualitas tim pendiri startup. Joshua mengatakan salah satu kemampuan yang dicari investor adalah CEO perusahaan yang mampu bercerita soal produk ke investor.
"MDI suka CEO yang story telling. Terlepas dari barangnya bagus atau tidak. Anda bisa saja punya barang bagus tapi belum tentu investor percaya kalau anda tidak bisa menceritakan," kata Joshua kepada CNNIndonesia.com di Tech in Asia Jakarta 2018, Rabu (24/10).
Kemampuan itu, katanya, menjadi daya tarik bagi para investor agar mau menanamkan modal.
Kedua, Joshua mengatakan pihaknya selalu melihat kerja sama yang pernah dilakukan antara anggota para pendiri perusahaan rintisan. Ia menyarankan pendiri perusahaan rintisan bakal lebih baik jika pernah bekerja sama sebelumnya.
Rekam Jejak
Ketiga, Joshua mengatakan jejak rekam pendiri perusahaan rintisan itu tidak bisa menjadi patokan.
"Track record salah satunya, tapi menurut saya tidak menjamin. Yang penting itu mereka pernah kerja bareng atau tidak. Kalau pernah biasanya lebih bagus," kata Joshua.
Terkait dengan dengan Telkom, dia menuturkan, perusahaan rintisan yang juga dinilai adalah bisnisnya yang cocok dengan perusahaan telekomunikasi itu atau tidak.
"Jadi pertanyaan pertama yang kita tanya itu bisnisnya apa. Yang sekarang garis besar kami fit dengan e-commerce enabler seperti logistik, marketing, teknologi, payment. Kemudian financial services, lending," kata Joshua. (jnp/asa)
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1066
Cerita Pemuda 23 Tahun Sukses Bangun Startup Panel Surya Rp 548 M https://m.kumparan.com/@kumparantech/cerita-pemuda-23-tahun-sukses-bangun-startup-panel-surya-rp-548-m?utm_source=Mobilesite&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2317
Kabupaten Simalungun berada di Propinsi Sumatera Utara, mayoritas masyarakatnya adalah petani. Adapun hasil pertanian masyarakatnya adalah beras, kopi, jeruk, sayur mayur, coklat, kelapa sawit, dll.
Salah satu desa di Kabupaten Simalungun yaitu Desa Purba Dolok adalah penghasil kopi arabika dan jeruk. Untuk kopi arabika sendiri sudah mempunyai sertifikat Index Geografis sebagai salah satu kriteria dalam penilaian mutu atau kwalitas kopi.
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 5
MSCI, S&P, MOODY'S Selalu saja kasih Rating Jelek Negara Kita!
Tadi ada yang komen negatip tulisan gue, katanya Romo tidak cerdas, karena mengajak Ritel Bersatu. Gak suka Dia! Nih Saya kasih faham ya Dul.
KENAPA MSCI, S&P, MOODY'S SERING "KASIH RATING JELEK PAS HARGA UDAH NYUNGSEP"?
JAWABAN SINGKAT: IYA, INI BY DESIGN
Para Investor Asing "Operasi Sapu Bersih". Mainnya rapi banget. Anda hanya tahu panggung depan doang. Di belakang panggung sudah disetting rapih untuk mengobok-obok ekonomi kita, menyedhot uang kita Dul! Gue juga sekolah di Amrik, bedanya gue nasionalist tulen! Nih Saya berikan kuliah gratis biar pinter dikit!
MEREKA INI TEAM PEMAIN MILIK OLIGARKI GLOBAL!
1) Tim Pemain Pertama, MSCI, S&P, MOODY'S, FITCH = mereka ini "Tukang Stempel" formal!
- Tugas: Kasih rating, rebalancing index, downgrade suatu negara dan down grade Emiten.
- Senjata, punya kartu truff, yaitu, Kata sakti "downgrade", "outlook negative", " Emiten dikeluarkan dari index", ada saja alasannya. Halah- halah...
2) Tim Pemain Kedua, BANDAR ASING = BK, MG, RX, XA = tugasnya, "Tukang Serok" ketika harga sudah nyungsep! Anda pikir jika Anda Cut loss, Stop loss tersapu, siapa liquiditas yang membeli barangmu? Emak mu? Yang mengarungi semua CL, SL, itu ya Bandar Asing ini, Tampung barang murah pas ritel panik yang sebebarnya diciptakan secara kejam! Mereka sudah siap pasang Limit Order Bid di ARB ratusan Milyar, bahkan Trilyunan.
- Senjata mereka apa? Senjatanya Dana triliunan + info duluan, sebelum para Tukang Stempel merelease berita hasil penilaian ratingnya!
3) Tim Pemain Ketiga, MEDIA GLOBAL = BLOOMBERG, REUTERS, Economist, Strait Tms, Mereka Tukang Teriak" yang Tugasnya: Amplify, mengexpose berita jelek membuat panik sedunia.
- Senjata ampuhnya : seperti kemaren, Headline "Indonesia at Risk Rises", Sell Indonesia, dll. Terjadilah. "Foreign Outflow" besar-besaran, membuat chaos, panic selling, IHSG runtuh.
PELAKSANAAN!
TAHAP OPERASI "SAPU BERSIH" BY DESIGN:
TAHAP 1: AKUMULASI DIAM-DIAM 3-6 BULAN. Bandar Asing AK, BK, MG, RX: Nyicil membeli Saham2 penopang IHSG. pas ketika harga chaos, nuntuh, nyungsep.
TAHAP 2: DISTRIBUSI KE RITEL + LOKAL
Bandar Asing: Pelan-pelan jualan ke manajer investasi lokal & ritel FOMO pas IHSG mulai naik.
Rating Agency: Masih diem tidak berulah, menilai. News, Para influencer Kasih pujian "Ekonomi RI resilient", fundamental kuat, dll, akal bulus mereka siap-siap akan distribusi harga tinggi kepada para Ritel Fomo! Ritel: Euforia "Asing aja beli, masa kita gak ikutan Beli".padahal Big Boy hanya beli sedikit, hanya untuk mengerek harga naik untuk distribusi barang yang sudah lama dikumpul dg harga rendah tadi. Mereka punya barang hasil akumulasi 3-6 bulan. Maka perlunya Ritel tahu harga MA 20 - MA 50. Distribusi Kelar, Profit segunung!
TAHAP 3: DYARRRR! TIBA-TIBA DOWNGRADE
Rating Agency: Rilis "Moody's downgrade RI outlook to Negative" atau "MSCI hapus keluarkan beberap Emiten dari index" alasan ini dan alasan itu, negara kita ditelanjangi habis, begini, begina, begitu, begita, dll. Media Global: Headline gede-gedean: "Indonesia risk Country" Sell Indonesia, dll. Sudah tentu,
IHSG: Langsung -5% bersambung setiap hari. Media Asing menulis mbrutal, Nett sell Asing di media untuk meyakinkan memberi gambaran betapa takutnya para investor asing dengan negeri kita tercinta ini. Padahal: Asing Sudah jualan dari 2 bulan lalu, sudah kelar! Sekarang jadwal serok lagi.
TAHAP 4: HARGA NYUNGSEP = "BARANG terjun bebas. Ritel & Lokal: Panik Cut-loss. "Duh kita downgrade, nih, kiamat nih". Jual murah Cut Loss semuanya! Buto Ijo Asing Kenyang!
IHSG: Dari 7800 nyungsep ke 5400. Rating Agency Tukang Stempel: Kasih statement "Kami hanya menilai objektif", kami Netral, semoga kedepan Indonesia memperbaiki keadaan. Kami yakin Indonesia bisa!
TAHAP 5: TUKANG SEROK MASUK
Bandar Asing: mulai net buy gila-gilaan di harga bawah. Di Broker Summary nongol semua harganya. Setelah kenyang menyerok barang murah, Trilyunan, Rating Agency tukang stempel, 3 bulan nongol lagi, kemudian upgrade lagi "Outlook direvisi jadi Stable" indonesia sudah ada perbaikan katanya. Ini akal bulus persiapan akan distribusi!
IHSG: Balik ke 7800 lagi. Mulai distrubusi lagi, profit gila 20-30%, Ritel gigit jari, barangnya terlanjur di Cut Loss atau TP terlalu awal.
Semoga menjawab para Anthek Asing yang gak mudheng, tapi sok tahu! Suka mendewakan Lembaga2 Rating asing. Followerku, Jangan Percaya Rating: Anggap saja itu alarm "Bandar mau serok", anda ikutan serok seperti tadi!
KESIMPULAN PAHIT:
Market global itu bukan free market. Itu casino yang Bandarnya megang rating, media, sama duit ratusan trilyun! Rating bisa dibuat Suka-suka sesuai kepentingan mereka! Maka saya mengajak Ritel Bersatu, jangan panik cut-loss ketika rating2an similikithi beroperasi, justru ikutan serok, membendhung keganasan mereka. Dengan cara ini kita bisa berdagang dengan harga yang fair.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/1Asio6ZSM7/